Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Seorang warga di Kalurahan Ngalang, Gedangsari sedang menjemur gabah di pinggir jalan alternatif Gunungkidul-Sleman. Foto diambil Senin (20/2/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, KULONPROGO–Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo mengusulkan pengadaan 3 unit alat pengering gabah ke Kementerian Pertanian. Pasalnya, keberadaan alat pengering itu dibutuhkan untuk mempercepat pengeringan gabah dan membantu penyerapan ke pasar.
"Kami masih menunggu persetujuan kementerian," Ketua Tim Kerja Pengembangan Usaha Tanaman Pangan DPP Kulonprogo, Kirmi, Selasa (8/4/2025).
Melalui alat tersebut, Kirmi berharap bisa membantu petani dalam mengatasi masalah cuaca hujan yang menghambat penjualan komoditas tersebut.
BACA JUGA: Penyebab Produksi Padi Kulonprogo di 2024 Turun
“Kebanyakan selama ini masih manual pengeringannya dengan dijemur, cara ini sering terkendala hujan sehingga bisa menghambat keterserapannya,” paparnya.
Kini sebagian besar gabah petani Kulonprogo, lanjut Kirmi, sudah dihargai dengan nilai yang lebih tinggi berkat Bulog yang menyerapnya.
“Karena Bulog menyerap dengan harga tinggi, jadi secara umum harga gabah juga naik yang meningkatkan kesejahteraan petani sendiri,” ungkapnya.
Kepala DPP Kulonprogo, Drajat Purbandi memastikan musim tanam selanjutnya persiapan yang ada sudah maksimal untuk menjaga tingkat produktivitas beras.
“Pupuk sudah kami pastikan mencukupi,” katanya.
Drajat berharap dengan harga gabah yang meningkat dapat diimbangi dengan inovasi pertanian.
“Inovasi ini jadi kunci, termasuk kami berupaya mengadakan alat pengering gabah ini,” ujarnya.
Regenerasi petani juga diharapkan meningkat dengan makin meningkatkatnya kesejahteraan petani.
“Saya kira generasi muda jadi lebih tertarik untuk bertani karena tak kalah menjanjikannya dengan sektor lain,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan
Kelurahan Patangpuluhan Jogja memperkuat literasi gizi keluarga lewat pelatihan B2SA untuk mempertahankan nol kasus stunting.