Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Penjual semangka, Agus Prayitno melayani pembeli pada Minggu (10/5/2020) di tepi Jalan Sentolo - Nanggulan. /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, KULONPROGO - Ramadan biasanya menjadi salah satu berkah bagi pedagang buah. Aneka buah biasanya laris manis diburu pembeli untuk menu berbuka puasa, tak terkecuali buah semangka.
Salah satu pedagang semangka di Kapanewon Nanggulan, Agus Prayitno mengaku penjualan semangka ramadan tahun ini menurun. Penjualan hanya sempat meningkat di lima hari awal Ramadan, selanjutnya berangsur turun. "Awal Ramadan itu sempat naik, sehari bisa habis satu ton paling banyak, minimal lima kuintal laku lah," jelas Agus, Minggu (10/5/2020).
Selepas lima hari awal, penjualan semangka berangsur normal kembali. Padahal menurut Agus biasanya di Ramadan penjualan harian bisa meningkat. "Kalau Ramadan tahun lalu itu sehari minim enam kuintal dan itu stabil sampai akhir," ucapnya.
Agus yang sudah berjualan semangka lebih dari dua tahun mengaku biasanya saat ramadan bahkan bisa habis 1,25 ton per hari. Kini rata-rata penjualan semangka per hari hanya mencapai tiga kuintal ke bawah.
Pola konsumen juga berubah menurut pengamatan Agus. Kalau Ramadan tahun lalu banyak pembeli memilih semangka ukuran jumbo dengan bobot minimal enam kilogram. Namun saat ini semangka ukuran mini, yakni tiga kilogram ke bawah lebih diminati.
Dugaan Agus perubahan pola konsumen ini disinyalir karena anjuran pemerintah untuk melakukan kegiatan ibadah di rumah. Pasalnya bisa ramadan biasa, masjid-masjid rutin mengadakan bagi takjil. Hal itu kemungkinan besar berpengaruh terhadap penjualan semangka Agus.
"Kalau beli ukuran besar biasanya kan buat dibagi, salah satunya untuk takjil, sekarang kebanyakan beli yang kecil-kecil kan berarti paling untuk konsumsi pribadi," ucapnya.
Dengan adanya pandemi ini, setidaknya omzet penjualan semangka Agus di bulan Ramadan ini menurutnya kurang lebih 50% ketimbang Ramadan sebelumnya.
Apa yang dialami Agus masih tergolong beruntung. Pedagang semangka lainnya, Sri Purwanti alami penjualan lebih sedikit dibandingkan Agus. Sri yang sehari-hari berjualan di dekat Kantor Kapanewon Pengasih hanya mampu menjual 10-30 butir semangka ukuran tiga kilogram setiap hari.
Sri awalnya pedagang kelapa di Bantul, namun terpaksa banting setir jual semangka di awal Ramadan. Sejak awal Ramadan itu penjualan Sri tak semoncer milik lapak milik Agus. Meski begitu Sri tetap kukuh berjualan guna menyiasati penjualan kelapa miliknya yang sudah jatuh. "Ini saja kulakan empat kuintal paling habisnya bari semingguan," ujar Sri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Pilur Bantul 2026 digelar di 30 kalurahan dengan 87 calon lurah dan 304.045 pemilih. Simak jadwal kampanye, masa tenang, hingga pencoblosan.
Cristiano Ronaldo menjadi sorotan jelang Denmark vs Portugal setelah laporan soal latihan individu dan keputusan Jorge Jesus di laga sebelumnya.
Direktur Pegadaian Ismail Ilyas berbagi pengalaman karier dan kepemimpinan kepada mahasiswa Universitas Andalas melalui sesi Alumni Calling.
Top skor Nations League 2026/2027 sementara dipimpin empat pemain, termasuk Lamine Yamal dan Erling Haaland yang sama-sama mengoleksi 3 gol.
Profil Timnas Bangladesh yang akan menghadapi Indonesia pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, termasuk Hamza Choudhury, Shamit Shome, dan Thomas Dooley