Rute Jeep Gumuk Pasir Diubah, Pemkab Bantul Cari Jalan Tengah
Pemkab Bantul akan menata ulang rute jeep wisata di Gumuk Pasir Parangtritis untuk menjaga ekosistem tanpa mengganggu aktivitas ekonomi warga.
Kepala Dishub Bantul, Singgih Riyadi saat ditemui di ruangannya, Selasa (19/3/2024). Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bantul memperkirakan puncak arus mudik Idulfitri 2026 akan terjadi dua hari sebelum hari raya atau H-2 Lebaran.
Kepala Dishub Bantul, Singgih Riyadi, mengatakan hasil perhitungan sementara menunjukkan jumlah pemudik yang masuk ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) cukup besar. Diperkirakan sekitar tiga juta pemudik akan melintas di wilayah Bantul.
“Perkiraan itu dasarnya dari hasil rapat bersama provinsi dan sejumlah pihak. Tapi, biasanya jumlah pemudik yang datang lebih kecil dari yang diprediksi,” ujar Singgih, Senin (2/3/2026).
Menurut Singgih, arus kendaraan menuju Bantul diperkirakan banyak melalui jalur perbatasan dengan daerah lain, seperti Kabupaten Gunungkidul maupun kawasan Kota Yogyakarta.
“Pemudik pasti akan mencari alternatif jalur mudik, misalnya melalui Tol Prambanan. Nantinya pasti akan melintasi Kota Yogyakarta. Jadi, di Kabupaten Bantul arus kendaraan diperkirakan menyisir jalan-jalan penghubung, terutama di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS),” jelasnya.
Selain tol, keberadaan infrastruktur baru di Bantul juga diperkirakan memengaruhi pergerakan kendaraan saat mudik. Salah satunya adalah Jembatan Kabanaran yang menghubungkan wilayah Bantul dengan Kabupaten Kulon Progo.
Singgih menyebut jalur tersebut berpotensi menjadi alternatif bagi pemudik yang melintas di kawasan selatan. Tidak hanya sebagai jalur penghubung, kawasan itu juga memiliki pemandangan yang menarik sehingga memungkinkan dimanfaatkan sebagai jalur perjalanan sekaligus rekreasi singkat.
Dishub Bantul telah menyiapkan berbagai langkah untuk memantau kondisi lalu lintas selama periode mudik Lebaran. Salah satunya dengan mendirikan sejumlah pos pemantauan di beberapa titik strategis.
“Jadi, kami nanti mendirikan pos-pos pantau arus lalu lintas yang tersebar di tujuh titik utama, mulai dari Klangon Kapanewon Sedayu, Kapanewon Piyungan, Jembatan Kabanaran Kapanewon Srandakan, jalur menuju Pantai Depok, hingga akses ke Kelok 23. Selain itu, Dinas Perhubungan DIY juga akan mendirikan pos terpadu bersama kami di dekat Jembatan Kabanaran,” terangnya.
Keberadaan pos pantau tersebut diharapkan dapat membantu petugas memantau pergerakan kendaraan secara lebih cepat sekaligus memudahkan koordinasi apabila terjadi kepadatan lalu lintas.
Selain fokus pada pemantauan arus kendaraan, Dishub Bantul juga akan melakukan pengecekan kelayakan armada angkutan umum. Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga keselamatan penumpang selama periode mudik.
“Pemeriksaan kendaraan atau ramp check akan dilakukan pada sejumlah perusahaan otobus (PO) serta kendaraan yang digunakan untuk layanan wisata. Ramp check dijadwalkan berlangsung mulai H-7 hingga H+10,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul akan menata ulang rute jeep wisata di Gumuk Pasir Parangtritis untuk menjaga ekosistem tanpa mengganggu aktivitas ekonomi warga.
Kasus dugaan korupsi mesin susu DIY disorot. Proyek Rp4,62 miliar belum bisa dimanfaatkan, Kejati sita 35 dokumen.
Zico sebut Jepang kini lebih kuat jelang lawan Brasil di Piala Dunia 2026. Samurai Biru tak lagi bisa diremehkan.
Sensus Ekonomi 2026 di Sleman resmi dimulai. Data usaha jadi dasar kebijakan dan arah pembangunan ekonomi daerah.
Kirab perpisahan 514 taruna Akmil di Magelang berlangsung meriah. Tradisi ini jadi simbol kedekatan taruna dan masyarakat.
Stasiun Gambir akan melayani KRL dan kereta jarak jauh. Transformasi ini menjadikannya hub transportasi terintegrasi di Jakarta.