PSEL Piyungan Siap Olah Sampah 1.000 Ton Tanpa Ganggu TPST
PSEL Piyungan akan mengolah 1.000 ton sampah per hari tanpa mengganggu operasional TPST di DIY yang tetap menjadi bagian sistem pengelolaan sampah.
Suasana konsolidasi internal sekaligus pendidikan politik PSI di Bantul. /Harian Jogja-Kiki Luqman.
Harianjogja.com, BANTUL— Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Bantul mulai mengonsolidasikan kekuatan organisasi setelah seluruh kepengurusan di tingkat kapanewon hingga Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) rampung dibentuk. Konsolidasi yang dibarengi pendidikan politik menjadi langkah awal PSI Bantul mempersiapkan mesin partai menghadapi Pemilu 2029.
Kegiatan yang digelar di Waroeng Omah Sawah, Minggu (2/8/2026) petang, diikuti pengurus DPD, pengurus kapanewon, hingga DPRt dari seluruh wilayah Bantul. Selain memperkuat koordinasi internal, forum tersebut menjadi wadah pembekalan organisasi dan kepemiluan bagi para pengurus baru.
Kepengurusan PSI Bantul Diklaim Sudah Lengkap
Ketua DPD PSI Bantul, Almira, mengatakan penyelesaian struktur organisasi di seluruh wilayah menjadi tonggak penting bagi partainya. Seluruh kepengurusan di tingkat 17 kapanewon dan 76 DPRt kini telah terbentuk sesuai komposisi organisasi.
"Akhirnya Bantul sudah seratus persen lengkap," kata Almira.
Ia mengungkapkan proses pembentukan kepengurusan membutuhkan kerja keras seluruh kader. Bahkan, dirinya terus memantau perkembangan di setiap wilayah agar target organisasi dapat tercapai.
"Siang, malam, saya selalu menelepon untuk memastikan perkembangan di setiap kapanewon," ujarnya.
Menurut Almira, kelengkapan struktur hingga tingkat ranting menjadi bukti soliditas kader PSI di Bantul sekaligus modal memperkuat kerja politik di tingkat akar rumput.
"Inilah Bantul, inilah DPRt yang sudah lengkap," tegasnya.
Pendidikan Politik Jadi Bekal Pengurus Baru
Dalam kegiatan tersebut, para pengurus DPRt juga mendapatkan pembekalan mengenai sistem politik dan kepemiluan. Almira menilai pendidikan politik penting agar seluruh pengurus memahami tugas organisasi secara benar.
"Mereka harus mendapatkan bekal politik yang benar," katanya.
Ia mengakui dinamika organisasi merupakan hal yang wajar. Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak mengurangi kekompakan kader dalam menjalankan agenda partai.
"Pasang surut pasti ada, tetapi kami tetap kompak," ungkapnya.
Almira juga menyampaikan apresiasi kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bantul, Sis Ari, serta seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan pendidikan politik tersebut.
Mulai Susun Strategi Menuju Pemilu 2029
Rampungnya pembentukan kepengurusan menjadi titik awal PSI Bantul mengalihkan fokus pada persiapan menghadapi Pemilu 2029. Almira menegaskan strategi pemenangan harus disusun sejak dini, bukan menjelang pelaksanaan pemilu.
"Kami ingin seluruh mesin partai siap menghadapi Pemilu 2029," ujarnya.
Ia meminta seluruh kader mulai memetakan potensi di masing-masing wilayah, mulai dari jumlah penduduk, distribusi kursi, hingga peluang perolehan suara.
"Teman-teman harus memahami strategi pemenangan, membaca peluang, dan bergerak sejak dini agar mampu meraih kepercayaan masyarakat," tuturnya.
Almira juga mengingatkan seluruh kader agar tetap menjadikan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai landasan dalam berpolitik.
"Persatuan menjadi kunci utama perjuangan PSI," katanya.
Ia menegaskan tidak boleh ada persaingan internal yang melemahkan organisasi.
"Tidak ada calon satu, dua, atau tiga. Semuanya harus bersatu memenangkan pemilu," tegasnya.
KPU Bantul Beri Pembekalan Regulasi Kepemiluan
Dalam kesempatan yang sama, Ketua KPU Bantul, Joko Santosa, menjelaskan bahwa penyelenggara pemilu memiliki tanggung jawab memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, termasuk partai politik.
"Kami menyampaikan bagaimana partai politik dapat memenuhi persyaratan administratif maupun faktual agar dapat lolos menjadi peserta pemilu," jelas Joko.
Selain membahas persyaratan kepesertaan pemilu, KPU Bantul juga memaparkan perkembangan regulasi terbaru, termasuk putusan Mahkamah Konstitusi mengenai pemisahan pelaksanaan pemilu nasional dan pemilu lokal. Materi tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman kader terhadap dinamika regulasi kepemiluan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSEL Piyungan akan mengolah 1.000 ton sampah per hari tanpa mengganggu operasional TPST di DIY yang tetap menjadi bagian sistem pengelolaan sampah.
Australia mengonfirmasi kematian massal satwa liar pertama akibat flu burung H5. Hingga kini tercatat 74 kasus, tetapi belum menyerang sektor unggas.
BMKG mendeteksi Bibit Siklon Tropis 94W yang berpotensi memicu hujan lebat dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia pada 3-6 Agustus 2026.
Ratih Handayani kembali ke kampung halamannya untuk mengemban amanah sebagai General Manager Garrya Bianti Yogyakarta.
Kapal Pertamina Patra Niaga MT Transko Arafura mengevakuasi 17 korban selamat kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di Laut Jawa.
Jalan Kweni-Druwo, Sewon, Bantul ditutup hingga 7 Desember 2026 akibat pembangunan jembatan. Simak rekayasa lalu lintas dan jalur alternatifnya.