Waspada Karhutla di Bantul, Warga Diminta Segera Lapor Titik Api
BPBD Bantul memperkuat edukasi pencegahan karhutla dan mengajak warga segera melaporkan titik api selama musim kemarau 2026.
Sejumlah orang tua ada yang mengantre dan menunggu proses anaknya masuk asrama Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kulonprogo, Jumat (31/7/2026)/Harian Jogja-Khairul Ma\'arif\r\n
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 39 pelajar asal Kabupaten Bantul telah resmi mengikuti kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 1 Kulonprogo yang mulai beroperasi pada Jumat (31/7/2026). Seluruh peserta dari Bantul yang saat ini telah terdata merupakan siswa jenjang SMA, sementara pendataan peserta didik tingkat SD dan SMP masih terus berlangsung dan berpotensi menambah jumlah penerima program.
Puluhan Siswa Bantul Sudah Mulai Belajar di SRT Kulonprogo
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bantul, Sukrisna Dwi Susanta, mengatakan hingga saat ini terdapat 39 siswa asal Bantul yang dipastikan menjadi bagian dari program Sekolah Rakyat Terpadu di Kulonprogo.
Jumlah tersebut seluruhnya berasal dari jenjang SMA. Adapun data peserta untuk tingkat SD dan SMP masih dalam proses pembaruan karena masih terdapat penambahan calon peserta didik.
“Yang sudah pasti saat ini adalah untuk jenjang SMA sebanyak 39 anak dari daerah kita yang mengikuti program tersebut. Sementara data SD dan SMP masih berkembang karena masih ada tambahan siswa,” kata Sukrisna, Senin (3/8/2026).
Program Sekolah Rakyat Terpadu menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Peserta didik tidak hanya berasal dari Kulonprogo, tetapi juga direkrut dari berbagai kabupaten di DIY, termasuk Bantul.
Siswa Mendapat Asrama, Makan, hingga Pembinaan Karakter
Menurut Sukrisna, peserta program memperoleh berbagai fasilitas selama menjalani pendidikan.
Selain mendapatkan tempat tinggal di asrama, siswa juga memperoleh kebutuhan makan, seragam sekolah, serta pembinaan yang dirancang untuk mendukung perkembangan akademik dan pembentukan karakter.
Ia menjelaskan pola pembinaan di Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada kegiatan belajar di ruang kelas, tetapi juga menekankan pembangunan fisik dan mental peserta didik.
Kegiatan olahraga dan ibadah rutin menjadi bagian penting dalam proses pendidikan yang diterapkan di sekolah tersebut.
“Jadi dibina jiwa dan raganya melalui olahraga dan ibadah rutin. Menurut kami ini salah satu program strategis Presiden Prabowo yang sangat baik,” ujarnya.
Prioritaskan Anak dari Keluarga Prasejahtera
Dinsos Bantul menerapkan proses seleksi yang ketat agar program benar-benar diterima oleh anak-anak yang membutuhkan.
Calon peserta didik diprioritaskan berasal dari keluarga miskin yang masuk kategori desil 1 hingga desil 4.
Setelah pendaftaran dilakukan, petugas Dinsos melakukan asesmen langsung ke rumah calon peserta untuk memastikan kondisi sosial ekonomi keluarga sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.
“Biasanya yang daftar itu anak dari keluarga di desil 1 sampai 4. Setelah itu baru kami survei ke lapangan,” katanya.
Dalam proses asesmen, petugas memeriksa berbagai aspek kehidupan calon peserta, mulai dari kondisi tempat tinggal hingga kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Hasil penilaian tersebut menjadi dasar utama dalam menentukan siswa yang berhak mengikuti program Sekolah Rakyat.
“Misalnya yang daftar 200 anak, untuk menyaringnya itu kami asesmen ke rumahnya. Kami cek kondisi rumahnya, kehidupannya seperti apa, hingga kebutuhan makan mereka. Nah yang kami cari istilahnya yang paling tidak berdaya,” ucapnya.
Siswa Baru Dititipkan di SRT Kulonprogo
Sementara itu, Humas Sekolah Rakyat 19 Sonosewu, Lilik Eka Saputra, menjelaskan penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Bantul saat ini masih berpusat di Sonosewu.
Namun untuk sementara waktu, siswa baru jenjang kelas X mengikuti pembelajaran di SRT Kulonprogo.
“Kalau di Bantul masih di Sonosewu,” kata Lilik.
Ia menjelaskan siswa yang sebelumnya telah bersekolah di Sonosewu kini melanjutkan pendidikan ke kelas XI. Sedangkan peserta didik baru yang masuk kelas X sementara ditempatkan di Sekolah Rakyat Terpadu Kulonprogo.
“Anak kelas X naik ke kelas XI dan siswa baru yang kelas X dititipkan di SRT Kulonprogo,” ujarnya.
Keberadaan Sekolah Rakyat Terpadu diharapkan dapat membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sekaligus membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sistem pendidikan berasrama yang terintegrasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Bantul memperkuat edukasi pencegahan karhutla dan mengajak warga segera melaporkan titik api selama musim kemarau 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 4 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
Alibaba resmi meluncurkan Qwen3.8-Max, model AI 2,4 triliun parameter dengan kemampuan coding otonom, multimodal, dan context window 1 juta token.
Forbes memperbarui daftar orang terkaya dunia per 3 Agustus 2026. Elon Musk masih memimpin dengan kekayaan Rp12.416 triliun, diikuti Larry Page dan Jeff Bezos.
Massive Attack mengaku ditahan dan diinterogasi di Singapura setelah mengibarkan bendera Palestina saat konser. Dua anggota juga dicekal masuk kembali.
5 aplikasi Google seperti YouTube, Chrome, Maps, Gmail, dan Google Home disebut paling banyak menguras baterai HP. Simak cara mengatasinya.