Layanan Imigrasi Yogyakarta, Urus Paspor Sambil Menikmati CFD
Layanan paspor hadir di CFD Sudirman Jogja dengan 30 kuota. Simak cara daftar, jadwal layanan, hingga lokasi berikutnya.
Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY bersama Margaria Group menyalurkan kebutuhan pokok berupa beras kepada masyarakat terdampak Covid-19, Jum'at (21/5/2020)./Ist
Harianjogja.com, JOGJA - Dampak pandemi Covid-19 masih dirasakan masyarakat, terutama pada sisi sosial ekonomi. Mengawali langkah kepedulian untuk membantu masyarakat, Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY bersama Margaria Group menyalurkan kebutuhan pokok berupa beras kepada masyarakat terdampak Covid-19, Jum’at (21/5/2020).
Sedikitnya sebanyak empat ton beras telah didistribusikan di enam Desa dan Keluarahan di DIY, yaitu, Kelurahan Umbulmartani, Ngemplak, Sleman; Kelurahan Wirokerten, Banguntapan, Bantul; Kelurahan Tlogoadi, Mlati, Sleman; Desa Sidoharjo, Tepus, Gunungkidul; Desa Slumbung, Kecamatan Patuk, Gunungkidul; serta Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, dan para pekerja informal yang terdampak pandemi.
Kepala Cabang ACT DIY, Bagus Suryanto mengatakan, untuk pembagian Operasi Pangan Gratis (OPG) dilakukan sejak awal pandemi Covid 19 masuk di Indonesia dan terus dirutinkan untuk bisa menjangkaumasyarakat seluas-luasnya yang terdampak pandemi.
“Harapannya dari yang kita salurkan dapat mengurangi duka saudara-saudara kita yang sedang kesusahan, dan kita juga mengajak kepada para dermawan untuk bersama memberi dukungan bantuan pangan ini, sehingga semakin banyak lagi saudara kita yang terbantu dengan adanya bantuan pangan ini,” ungkap Bagus Suryanto, dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Sabtu (23/5/2020).
Bantuan pangan berupa beras ini dikemas dalam karung yang berukuran 5kg, yang kemudian di distribusikan oleh para relawan yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia (MRI).
Surejo, 54, salah seorang driver bus pariwisata sangat berterima kasih ketika mendapat bantuan beras, ia menceritakan kisahnya sebelum adanya pandemi hasil kerjanya dari driver bus cukup untuk kebutuhan keluarga, tetapi setelah adanya pandemi Covid-19, orderan jadi sepi serta tidak ada pekerjaan sama sakali.
"Kehidupan ekonomi saya menjadi sulit, bahkan untuk kebutuhan pokok sehari-hari masih kesulitan," ungkapnya.
VP Operation Margaria Group, Arfitri Cahyandari mengatakan bantuan yang sangat dibutuhkan masyarakat yang terdampak Covid-19 saat ini adalah sembako untuk kebutuhan sehari-hari, karena banyak dari masyarakat terkena imbas dari pandemi menjadi kehilangan pekerjaan, para pedagang yang dagangannya tidak laku, serta banyak pekerja informal yang dirumahkan.
Karena itu Margaria Group tergerak untuk bisa meringankan beban saudara saudara kita yang terdampak pandemi Covid 19 ini. "Mari doakan bersama agar pandemi ini segera berakhir dan juga mari ikuti imbauan dari Pemerintah untuk tetap di rumah saja jika tidak ada urusan yang sangat penting dan mendesak,” tutup Arfitri.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Layanan paspor hadir di CFD Sudirman Jogja dengan 30 kuota. Simak cara daftar, jadwal layanan, hingga lokasi berikutnya.
Sebanyak 106 penumpang KMP Putri Yasmin yang terbakar di Selat Lombok berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Lembar dan Padangbai.
Ariana Grande mengejutkan penggemar setelah memutuskan mengurangi aktivitas publik di tengah kesuksesan album Petal yang menempati posisi pertama Billboard 200.
Kemendikdasmen membuka Beasiswa BPI GTK 2026 bagi guru, calon guru, dan tenaga kependidikan. Simak syarat, jadwal pendaftaran, komponen bantuan, dan cara mendaf
Persib Bandung dipastikan berada di Pot 4 ACL Two 2026/2027 setelah Gangwon FC dan Adelaide United gagal lolos ke ACL Elite. Maung Bandung kini menunggu drawing
Flashdisk bekas menyimpan jejak digital yang bisa dipulihkan. Pelajari cara format aman di Windows dan Mac, serta kapan harus menghancurkan fisik perangkat sebe