40 Penumpang Masih di KM Mutiara Sentosa II, Menunggu Evakuasi
Kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep menyisakan 40 penumpang di kapal. Sebanyak 218 orang selamat dan 4 meninggal dunia.
Situasi penyekatan kendaraan di pintu masuk Pantai Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul, Minggu (24/5/2020). Sebuah kendaraan asal Kota Jogja disuruh putar balik oleh petugas./Hery Setiawan/ST-18
Harianjogja.com, BANTUL - Datangnya Idulfitri seharusnya menjadi kabar baik buat para pekerja maupun pelaku usaha di bidang wisata. Mereka punya peluang mendulang rupiah lebih besar. Sayangnya, hal itu tidak berlaku untuk tahun ini. Semua objek wisata [obwis] ditutup untuk umum menyusul penyebaran Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19.
Obwis hutan pinus yang berjejer sepanjang jalan Dlingo - Terong adalah satu dari sekian obwis yang ditutup. Terpantau saat Idulfitri hari pertama, Minggu (24/5/2020) jalan tersebut sepi. Hanya segelintir warga saja yang melintas. Salah satu pramuwisata di obwis Pinus Sari, Kaswanto mengatakan situasi tersebut sangat jauh berbeda dari tahun sebelumnya.
Ia mengatakan, biasanya ketika Idulfitri tiba, jalan sepanjang obwis hutan pinus macet oleh kendaraan pengunjung yang datang dari wilayah DIY maupun luar DIY. Kondisi itu jelas kabar baik buat pekerja wisata dan pelaku usaha di sana. "Kalau tahun lalu itu lumayan banget, ramai soalnya," kata Kaswanto ketika ditanya pendapatannya sebagai pekerja wisata saat Idulfitri, Minggu (24/5/2020).
Namun, saat ini ia dituntut harus bersabar. Pasalnya, meski obwis hutan pinus ditutup, Ia dan teman-temannya masih harus bekerja melakukan penjagaan di pintu-pintu masuk. Selain itu, mereka juga harus menjalankan perawatan dan kegiatan bersih-bersih di sana. Soal pemasukan, kata Kaswanto boleh dibilang tidak ada. "Kita masih kerja. Kalau dikasih uang, anggaplah itu duit bensin lah," ujarnya.
Kondisi serupa juga dialami oleh Dardi Nugroho, pelaku usaha warung makanan di obwis Pantai Depok. Laki-laki yang akrab disapa Dargon itu menuturkan sejak pandemi datang warungnya tak bisa lagi menjadi tumpuan. Penutupan obwis pantai oleh pemerintah membuat kunjungan wisata anjlok drastis. Itu artinya pertanda buruk buat warga setempat yang menggantungkan pemasukan dari kedatangan wisatawan.
Idulfitri, kata Dargon adalah momen yang sangat dinanti. Saat seperti itu, jumlah wisatawan yang datang bisa berlimpah, jauh lebih besar dari hari-hari biasanya. Sejumlah pelaku usaha pun menjadikan itu sebagai kesempatan emas. Artinya, pendapatan yang mereka peroleh di Idulfitri akan digunakan untuk menutupi kebutuhan selama low season. "Kalau lebaran itu lumayan banget. Makanya, kita sangat menunggu momen itu. Tapi ketika yang ditunggu kondisinya seperti ini ya mau gimana lagi?" katanya kepada Harian Jogja, Senin (25/5/2020).
Sayangnya, kata Dargon penutupan obwis itu tidak diiringi solusi agar usaha kecil tetap menghasilkan. Memang, sebagian pelaku usaha di sana punya profesi sampingan nelayan. Tapi itu tidak semuanya. Pendapatan yang mereka dapat pun menurut Dargon tetap tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan. Padahal, sebulan sebelumnya Dinas Pariwisata sudah melakukan pendataan terkait penerima bantuan. Namun hingga hari ini, bantuan yang dinanti itu tidak kunjung datang. "Kita berusaha mematuhi aturan pemerintah soal penutupan pantai. Tapi kami juga butuh solusi dari pemerintah supaya usaha warung kita tetap bisa jalan," katanya.
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pariwisata [Dispar] Bantul, Kwintarto Heru Wibowo mengatakan para pelaku wisata rencananya akan mendapat bantuan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif [Kemenparekraf]. Pendataan yang dimaksud Dargon tadi sifatnya usulan. "Data bersifat usulan, ketentuan pemberian sesuai dengan kebijakan pemberi bantuan," katanya melalui pesan singkat, Senin (25/4/2020).
Mantan Camat Sewon itu mengatakan untuk wilayah DIY pemberian bantuan dilaksanakan dua tahap, yakni di bulan Mei dan Juni. Ia berharap kuota yang diberikan Kemenparekraf mencukupi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep menyisakan 40 penumpang di kapal. Sebanyak 218 orang selamat dan 4 meninggal dunia.
Polisi memeriksa 10 saksi dalam kasus dugaan kekerasan seksual Bripka E. Penyidik segera melimpahkan berkas perkara ke Kejari Wonogiri.
Hasil survei menunjukkan indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 69,57 persen, sementara indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 persen.
Kejagung mengungkap alasan Rinaldi Umar batal menjadi Dirdik Jampidsus. Posisi tersebut kini ditempati Saiful Bahri Siregar.
Gempa M7,4 mengguncang Kolombia dan menewaskan 111 orang. Enam bandara rusak dan ditutup sementara demi keselamatan penerbangan.
Dinkes Sleman mencatat 165 bidan membuka praktik mandiri. Pengawasan dilakukan melalui puskesmas dan terintegrasi dengan SISDMK.