Syawalan Pemkab Sleman Hanya Diikuti Pegawai Setda

Lajeng Padmaratri
Lajeng Padmaratri Selasa, 26 Mei 2020 20:47 WIB
Syawalan Pemkab Sleman Hanya Diikuti Pegawai Setda

Halalbihalal Pemkab Sleman yang hanya diikuti pegawai Setda Sleman di halaman Kantor Setda Sleman, Selasa (26/5/2020)./Istimewa

Harianjogja.com, SLEMAN—Pada hari pertama masuk kerja setelah libur Hari Raya Idulfitri, Pemkab Sleman menggelar syawalan atau halalbihalal secara sederhana, Selasa (26/5/2020), di halaman Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Sleman. Acara ini hanya diikuti oleh pegawai Setda Sleman.

Bupati Sleman, Sri Purnomo, mengatakan halalbihalal kali ini berbeda lantaran dilakukan untuk mengantisipasi penularan virus Corona. Tidak semua pegawai Pemkab Sleman dilibatkan, tetapi pegawai di lingkup Setda Sleman dianggap sudah mewakili seluruh ASN di Pemkab Sleman.

"Tadi Pak Sekda [Harda Kiswaya] telah mewakili seluruh PNS di Kabupaten Sleman saat membacakan ikrar syawalan," kata Sri.

Selain itu, jabatan tangan juga simbolis, yakni dengan menangkupkan kedua telapak tangan ke depan dada tanpa saling bersentuhan. Deretan pegawai yang mengikuti syawalan juga diatur jaga jarak fisiknya.

Sri menuturkan sejumlah kegiatan halalbihalal di Pemkab Sleman juga ditiadakan, salah satunya silaturahmi ke kediaman tokoh masyarakat dan ulama oleh Bupati Sleman beserta jajaran Forkompimda Pemkab Sleman. Meski tahun ini kegiatan tersebut absen, ia berharap seluruh pihak tetap sabar dan senantiasa mematuhi anjuran pemerintah dalam menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

"Walaupun dengan adanya virus ini mengubah kebiasaan lama kita, prinsipnya Pemkab Sleman akan memberi pelayanan sebaik-baiknya bagi masyarakat," katanya.

Acara ini juga dihadiri Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun serta Ketua Tim Penggerak PKK Sleman, Kustini Sri Purnomo.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online