Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ilustrasi/Antara-Iggoy el Fitra
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sembilan siswa Gunungkidul tidak lulus SMP. Informasi kelulusan diumumkan pada Jumat (5/6/2020).
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul Bahron Rasyid mengatakan jumlah siswa kelas IX di Gunungkidul ada 7.485 siswa. Namun pada saat proses penilaian, tidak semua siswa lulus.
Sembilan siswa dinyatakan tidak lulus bukan karena masalah nilai tetapi karena yang bersangkutan keluar dari sekolah. “Tetap terdaftar karena sudah masuk dalam daftar tetap peserta ujian, tetapi di tengah jalan keluar sehingga dinyatakan tidak lulus,” kata Bahron kepada wartawan.
Bahron berjanji akan menelusuri penyebab siswa keluar sekolah sehingga dinyatakan tidak lulus. “Kebetulan saya baru dapat data secara akumulasi, tetapi nanti akan kami telusuri siswa mana saja serta dicari penyebab mereka mengundurkan diri dari sekolah,” ungkapnya.
Dia mengatakan pandemi Corona mengubah ukuran kelulusan siswa. “Untuk kelulusan sekolah mengacu pada hasil nilai rapor serta tugas akhir sekolah,” katanya.
Bahron mengungkapkan, untuk mengurangi kerumuman saat kelulusan, pengumuman dilakukan secara online.
Kepala Bidang SMP Disdikpora Gunungkidul Kisworo mengatakan siswa yang tidak lulus tersebar di beberapa kecamatan seperti Tepus, Patuk, Playen hingga Gedangsari. “Kami akan cari karena infonya ada yang ikut orang tua ke Jakarta. Yang jelas, semua siswa ini sudah lama tidak masuk sekolah, tapi sudah masuk dalam daftar tetap siswa ikut ujian,” katanya.
Kepala SMP Negeri I Karangmojo Suhartati mengatakan pengumuman kelulusan di sekolahnya berjalan dengan lancar secara online. Siswa sudah punya akun dan kata sandi untuk melihat hasil kelulusan. “Jadi setiap siswa hanya bisa melihat pengumuman kelulusan yang dimiliki. Total ada 167 siswa yang dinyatakan lulus,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Profil KMP Putri Yasmin, kapal feri buatan Jepang 1992 yang melayani rute Padangbai-Lembar dengan kapasitas penumpang dan kendaraan.
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
DPRD Kabupaten Magelang terus memperkuat pelestarian seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.
DPRD Jogja mendorong tiang PJU dimanfaatkan untuk fiber optik dan smart pole guna menata kabel serta meningkatkan PAD.
Menkeu Purbaya menegaskan tak ada pajak baru khusus rumah kontrakan. Penghasilan sewa properti tetap menjadi objek PPh sesuai aturan.