Demo Ojol Jogja Hari Ini, Berikut Ini Tuntutan Driver Online
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.
Plang tanda \"check point\" pengawasan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ditempatkan di Jalan Ciledug Raya, Jakarta, Kamis (23/4/2020). /ANTARA FOTO-Hafidz Mubarak
Harianjogja.com, JOGJA--Pergerakan masyarakat Indonesia justru meningkat sekitar 23% di tengah perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) maupun kebijakan pembatasan aktivitas lainnya masih diberlakukan di berbagai daerah
Manajer Konten Lifepal Ruben Setiawan menjelaskan berdasarkan hasil riset Lifepal.co.id mencatat, berdasarkan data di Apple Mobility Trends, pergerakan masyarakat menurun sejak pertengahan Maret dan cenderung stabil sepanjang April. Namun kembali meningkat di bulan Mei. Mobilitas warga terendah ada saat hari pertama puasa. Grafik dari Apple Mobility Report menunjukkan adanya penurunan mobilitas masyarakat sejak 10 Maret, yang berangsur-angsur turun hingga mencapai titik terendahnya pada tanggal 25 Maret.
“Di mana pergerakan masyarakat turun hingga -65%. Sepanjang bulan Maret, mobilitas cenderung stabil dengan kenaikan berkisar antara 1 hingga 2 persen saja. Memasuki bulan April, penurunan mobilitas masyarakat juga masih bertahan dengan rerata aktifitas di -63%. Titik terendah mobilitas warga tercatat pada tanggal 24 April 2020, atau tepatnya di hari pertama puasa Ramadan dengan persentase rata-rata mobilitas sebesar -67%,” terangnya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Rabu (10/6/2020).
Memasuki awal Mei 2020, mobilitas justru terlihat mulai naik. Peningkatan mobilitas warga sudah mulai terlihat pada tanggal 1 Mei 2020, saat rata-rata mobilitas warga berada di angka -62%. Menurutnya tanggal 1 merupakan titik mobilitas terendah di bulan Mei, karena kurva mobilitas terus mengalami kenaikan. Pada tanggal 24 Mei 2020 atau lebih tepatnya saat Hari Raya Idul Fitri, mobilitas sempat mengalami penurunan kembali ke level -51%.
“Setelah itu, aktivitas masyarakat kembali bertambah, hingga mencapai titik tertinggi -40% pada tanggal 30 dan 31 Mei 2020. Secara total, sepanjang bulan Mei, rata-rata mobilitas warga ada di angka -54%, naik 9% dari bulan April,” ujarnya.
Ia menambahkan secara garis besar terhitung sejak April 2020 hingga Juni 2020 rata-rata mobilitas warga justru meningkat sebesar 23%. Hal itu tentu mengejutkan lantaran kurva kasus Covid-19 Indonesia belum menunjukkan tren penurunan. Saat ini pemerintah sedang mewacanakan new normal di beberapa bidang dengan protokol kesehatan yang ketat.
“Tidak dapat dipastikan apa penyebab naiknya mobilitas masyarakat di tengah berbagai kebijakan pembatasan aktivitas, termasuk PSBB. Dengan kata lain, tidak diketahui pasti apa yang membuat warga lebih berani beraktivitas sebulan belakangan. Mungkin penyebabnya adalah munculnya berbagai wacana soal pemberlakuan new normal,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League. Laga penentuan lawan Arema FC jadi kunci di pekan terakhir.
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.
Garebeg Besar Jogja digelar sederhana. Sultan HB X sebut penghematan jadi alasan, tanpa kurangi nilai sakral.
UMKM berpeluang dapat diskon 50% biaya e-commerce. Simak syarat lengkap dari Menteri UMKM Maman Abdurrahman.
Mahasiswa asal Boyolali membawa kabur motor pemuda Sleman bermodus ajak memancing setelah berkenalan lewat TikTok.