Advertisement
Sultan Sebut PSBB Bisa Ditempuh DIY Apabila Terjadi Kondisi Berikut
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X (kanan) saat meninjau laboratorium virologi, BBTKLPP Yogyakarta di Jalan Imogiri Timur Km. 8 Baturetno, Banguntapan, Bantul, Rabu (18/3/2020). - Harian Jogja/Sunartono.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY belum akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kendati demikian, PSBB tetap menjadi opsi yang memungkinkan untuk diterapkan jika kasus positif semakin banyak.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, mengatakan PSBB mungkin saja diterapkan jika beberapa klaster besar di DIY menunjukkan banyak kasus positif. "Tapi sebelum itu kita harap kesadaran masyarakat untuk tetap di rumah dan menggunakan masker," katanya.
Advertisement
Adapun sejumlah klaster besar di DIY yakni klaster Jamaah Tabligh Sleman, Klaster Jamaah Tabligh Gunungkidul, Klaster Gereja dan yang terbaru Klaster Indogrosir. Klaster ini memiliki kasus positif cukup banyak yakni sebanyak 29 kasus dan reaktif rapid sebanyak 58 orang.
Menurutnya, sekalipun diterapkan PSBB, ridak akan berpengaruh signifikan jika masyarakat tetap tidak disiplin. Sebab itu pihaknya terlebih dulu menekankan pada kedisiplonan atas kesadsran masyarakat dalam berpartisipasi memutus rantai penyebaran covid-19.
Ia menuturkan dalam situasi seperti saat ini dibutuhkan kedisiplinan masyarakat. Menurutnya, masyarakat DIY sudah memiliki modal sosial yang bagus dalam menghadapi bencana seperti pada gempa 2006 dan erupsi Merapi pada 2010.
Pihaknya juga mendorong desa dan kelurahan mendata pemudik sebagai bentuk pelibatan masyarakat dalam upaya pencegahan penyrbaran covid-19. "Tidak hanya jadi pelaksana dan objek kebijakan, tapi menjadi subjek dalam proses berpartisipasi," ungkapnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Selretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY, Biwara Yuswantana, juga menyatakan hal serupa terkait opsi PSBB. "Akan kami kaji hasil pemetaan di lapangan berdasarkan data hasol screening masal," katanya.
Jika datanya sudah memungkinkan untuk diterapkan PSBB kata dia, maka tidak ada istilah siap atau tidak siap, tapi memang harus siap. "Yang penting datanya dulu kita lihat perkembangannya," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Walking Tour Telusuri Jejak Sejarah Simpang Lima Boyolali
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal dan Tarif DAMRI Jogja-Semarang PP, 4 Januari 2026
- Kebakaran Pabrik Tahu di Bantul, Api Diduga dari Tungku
- Gunungkidul Catat Surplus Beras 116 Ribu Ton di 2025
- Viral di Medsos, Kasus Pencurian Celana Dalam Wanita di Bantul Selesai
- Jalan di Padukuhan Wunut Bantul yang Sempat Putus Kembali Tersambung
Advertisement
Advertisement




