Malioboro Jogja Ditutup Hari Ini Sabtu 29 Agustus, Cek Jalur Pengalihannya
Malioboro diberlakukan full pedestrian Sabtu 29 Agustus 2026 selama 17 jam. Simak titik penutupan dan skema rekayasa lalu lintasnya.
Ilustrasi petir di tengah cuaca ekstrem./Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA—BMKG Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem Yogyakarta untuk periode 23–28 Februari 2026. Warga di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang dalam beberapa hari ke depan.
Peringatan ini disampaikan melalui siaran pers yang dirilis Senin (23/2/2026). BMKG mencatat adanya pola siklonik di Samudera Hindia, tepatnya di selatan Pulau Jawa, yang memicu terbentuknya wilayah belokan angin (shearline) serta konvergensi atau pertemuan angin di sepanjang Pulau Jawa. Kondisi tersebut dinilai berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pembentukan awan hujan di wilayah DIY.
Situasi atmosfer semakin diperkuat oleh suhu muka laut yang relatif hangat, yakni berkisar 28–30 derajat Celsius. Selain itu, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang tengah berada pada fase maritime continent turut mendukung pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Jawa, termasuk DIY.
BMKG juga mencatat kelembapan udara pada lapisan 1,5–3,5 kilometer berada pada kisaran 70%–95%. Tingginya kelembapan ini memperbesar peluang terbentuknya awan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat selama periode peringatan berlangsung.
Potensi cuaca ekstrem Yogyakarta ini dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, serta pohon tumbang. Wilayah yang diminta meningkatkan kewaspadaan meliputi Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kulonprogo, Gunungkidul, dan Bantul.
Daerah dengan karakteristik perbukitan, lereng, dan tebing curam diimbau lebih siaga terhadap ancaman longsor. Sementara itu, masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir perlu mengantisipasi kemungkinan genangan dan banjir akibat curah hujan tinggi yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari mendatang.
BMKG mengimbau masyarakat untuk rutin memantau informasi resmi terkait cuaca ekstrem Yogyakarta melalui kanal resmi BMKG, baik situs web maupun media sosial. Warga juga dapat menghubungi Stasiun Meteorologi Yogyakarta melalui telepon (0274) 5041011 atau WhatsApp 085157599865 guna memperoleh pembaruan informasi cuaca secara langsung.
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono, menegaskan pihaknya akan terus memperbarui perkembangan cuaca selama periode 23–28 Februari 2026 agar masyarakat dapat melakukan langkah mitigasi lebih dini.
Dengan meningkatnya potensi hujan lebat di Yogyakarta pada akhir Februari ini, kesiapsiagaan warga menjadi faktor penting untuk menekan risiko dampak bencana, terutama saat beraktivitas di luar ruangan maupun berada di kawasan rawan hidrometeorologi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Malioboro diberlakukan full pedestrian Sabtu 29 Agustus 2026 selama 17 jam. Simak titik penutupan dan skema rekayasa lalu lintasnya.
Komisi III DPR RI merumuskan 13 jenis tindak pidana yang menjadi sasaran RUU Perampasan Aset. Simak daftar lengkapnya.
Jepang mengeluarkan peringatan khusus hujan lebat di Fukui. Sekitar 244.000 warga diminta mengambil langkah keselamatan darurat.
Prabowo membahas penyesuaian syarat rekrutmen suku Dayak pedalaman menjadi prajurit TNI dan meminta Babinsa edukasi bahaya karhutla.
Investor mengantre masuk KEK Kendal-Batang setelah lahan terpakai 100 persen. Pemerintah menyiapkan perluasan kawasan.
Harga emas Antam hari ini 30 Agustus 2026 tetap Rp2,67 juta per gram, sedangkan harga di Pegadaian turun.