Herbalife Gandeng Yayasan Cita Sehat Cegah Stunting di Gunungkidul
Herbalife dan Yayasan Cita Sehat meluncurkan program pencegahan stunting di Kedungkeris Gunungkidul yang menyasar 275 penerima manfaat.
Ilustrasi petir di tengah cuaca ekstrem./Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika melalui Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengimbau masyarakat untuk mewaspadai perubahan cuaca mendadak di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam beberapa hari ke depan.
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Feriomex Hutagalung, mengatakan kondisi ini terjadi seiring masa peralihan dari musim hujan ke kemarau.
“Masyarakat agar waspada terhadap perubahan cuaca mendadak yang dapat terjadi dalam waktu singkat selama periode transisi ini,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, BMKG memprakirakan wilayah DIY—meliputi Yogyakarta, Bantul, Kulon Progo, Sleman, dan Gunungkidul—berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat pada 9–11 April.
Kondisi ini dipengaruhi suhu muka laut di Laut Jawa dan Samudra Hindia yang relatif hangat, berkisar 29–30 derajat Celsius, sehingga meningkatkan suplai uap air ke atmosfer.
Faktor Atmosfer Picu Awan Hujan
BMKG juga mencatat adanya pola konvergensi di sekitar Pulau Jawa serta aktifnya gelombang Rossby yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
Selain itu, kelembapan udara di lapisan 1–3 kilometer mencapai 65–95 persen, yang semakin memperbesar peluang terjadinya hujan di wilayah DIY.
Selama masa pancaroba ini, masyarakat diminta menjaga kondisi tubuh, terutama saat cuaca panas, dengan memperbanyak konsumsi air dan membatasi aktivitas di siang hari.
Warga juga diingatkan untuk mengantisipasi potensi kebakaran serta dampak cuaca ekstrem lainnya.
BMKG mendorong masyarakat untuk rutin memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi serta berkoordinasi dengan instansi kebencanaan seperti BPBD dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).
Gelombang Laut Selatan Sedang
Untuk wilayah perairan, khususnya pantai selatan Jawa, tinggi gelombang diperkirakan berada di kisaran 1,25 hingga 2,5 meter atau kategori sedang.
Kondisi ini perlu diwaspadai oleh nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir.
BMKG menegaskan pentingnya kewaspadaan bersama agar dampak dari cuaca ekstrem dapat diminimalkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Herbalife dan Yayasan Cita Sehat meluncurkan program pencegahan stunting di Kedungkeris Gunungkidul yang menyasar 275 penerima manfaat.
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan tujuh muda-mudi yang mengonsumsi ciu sambil bernyanyi di Taman Kampus ISI Solo.
Pemkab Bantul menyiapkan survei berkala untuk mengevaluasi SPPG dan pelaksanaan MBG, termasuk jumlah, distribusi, kemasan, dan waktu konsumsi.
Bulog mengingatkan penerima tidak menjual beras bantuan pemerintah. Bantuan pangan Oktober-Desember 2026 juga direncanakan kembali disalurkan.
Mengenang konser Guruh Gipsy di Synchronize Fest 2025 yang menjadi penampilan pertama dan terakhir Guruh Sukarnoputra bersama personel asli.
Timnas Indonesia menang 2-0 atas Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda selanjutnya menghadapi Malaysia dan Bangladesh di Grup A.