Permintaan MBG Naik, Budidaya Patin Bantul Ikut Panen Cuan
Program MBG meningkatkan permintaan ikan patin di Bantul dan membawa dampak positif bagi pembudidaya ikan air tawar.
Ilustrasi cuaca buruk./Pixabay
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul mengeluarkan imbauan resmi bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam beberapa hari ke depan.
Hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang diperkirakan masih akan terjadi dan berpotensi memicu berbagai insiden yang membahayakan keselamatan publik.
Koordinator Pusdalops BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah, menegaskan bahwa fenomena atmosfer saat ini dapat memicu dampak serius seperti angin puting beliung hingga pohon tumbang.
“Waspadai kejadian dampak cuaca ekstrem, seperti angin kencang, bisa disertai petir, atau angin puting beliung, pohon tumbang, baliho tumbang dan sejenisnya,” ujar Luk Luk saat memberikan keterangan resmi di Bantul, Minggu (29/3/2026).
Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama dengan menghindari area berisiko tinggi seperti di bawah pohon besar, dekat papan reklame, maupun bangunan yang rentan roboh saat angin kencang menerjang.
Selain itu, bagi warga yang tinggal di kawasan bantaran sungai dan lereng perbukitan, kesiapsiagaan harus ditingkatkan guna mengantisipasi ancaman banjir serta tanah longsor jika hujan turun dengan durasi lama.
“Apabila di rumah demi keamanan listrik, maka cabut perangkat elektronik jika petir mulai mendekat dan segera matikan aliran listrik, jika air mulai masuk ke dalam rumah,” tambah Luk Luk sebagai langkah mitigasi mandiri bagi rumah tangga.
Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, periode cuaca ekstrem ini diperkirakan berlangsung pada 28 hingga 30 Maret 2026. Kondisi tersebut dipicu oleh keberadaan Siklon Tropis Narelle di Samudra Hindia, tepatnya di sebelah barat Australia. Fenomena ini menyebabkan terbentuknya wilayah konvergensi atau pertemuan massa udara serta belokan angin (shearline) di sepanjang Pulau Jawa.
Selain faktor siklon, kelembapan udara di lapisan menengah terpantau sangat tinggi, yakni berkisar antara 70 hingga 95 persen. Kondisi ini semakin diperkuat oleh aktivitas gelombang Equatorial Rossby yang meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan secara signifikan.
Mengingat dinamika atmosfer yang sangat dinamis, BMKG dan BPBD meminta masyarakat untuk terus memantau pemutakhiran informasi cuaca melalui kanal resmi guna menghindari informasi yang tidak akurat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program MBG meningkatkan permintaan ikan patin di Bantul dan membawa dampak positif bagi pembudidaya ikan air tawar.
Jadwal pemadaman listrik Jogja 16 Mei 2026 di Sleman, Kota Jogja, dan Gunungkidul. Cek lokasi terdampak dan tips antisipasi.
Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengaku mendapatkan pelayanan yang sama dengan pasien umum saat menjalani perawatan di Rumah Sakit DKT
Cuaca Jogja Sabtu ini berawan dengan potensi hujan lokal. BMKG ingatkan hujan bisa turun tiba-tiba siang–sore hari.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Sabtu 16 Mei 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Cek jam keberangkatan favorit, tarif Rp8.000, dan rute lengkap Yogyakarta–Solo.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.