Koperasi Desa Bantul Didorong Jadi Pusat Produk Lokal Unggulan

Kiki Luqman
Kiki Luqman Senin, 29 Juni 2026 07:37 WIB
Koperasi Desa Bantul Didorong Jadi Pusat Produk Lokal Unggulan

Foto ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Harianjogja.com, BANTUL— Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul mulai mengarahkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk mengembangkan produk unggulan berbasis potensi lokal. Strategi tersebut diharapkan mampu menjadikan koperasi sebagai penggerak ekonomi desa sekaligus memperluas pemasaran produk yang dihasilkan masyarakat.

Saat ini, pengembangan Koperasi Desa Merah Putih di Bantul masih difokuskan pada tahap pemberdayaan usaha serta pemetaan potensi ekonomi di masing-masing kalurahan. Karena masih berada pada tahap tersebut, belum seluruh gerai koperasi yang telah terbentuk beroperasi secara penuh.

Kepala DKUKMPP Bantul, Prapta Nugraha, mengatakan proses pengembangan KDMP masih terus berjalan seiring upaya mengidentifikasi potensi unggulan yang dimiliki setiap wilayah.

“Kalau yang full gerai operasi semuanya belum. Saat ini kita masih pada tahap pemberdayaan usaha dan memahami potensi lokal yang dimiliki masing-masing wilayah,” kata Prapta, Senin (22/6).

Menurut Prapta, pengurus koperasi didorong menggali sektor-sektor usaha yang telah berkembang di desa masing-masing. Potensi tersebut selanjutnya diolah menjadi produk unggulan yang dapat dipasarkan melalui jaringan Koperasi Desa Merah Putih.

Sejumlah sektor yang mulai diprioritaskan antara lain perikanan, pertanian, hingga komoditas pangan seperti beras. Berbagai produk tersebut dinilai memiliki peluang besar menjadi identitas ekonomi desa sekaligus meningkatkan pendapatan anggota koperasi.

“Yang kita dorong sekarang adalah potensi lokal supaya mereka gali dan kemudian diberdayakan. Bisa dari perikanan, bisa dari beras, dan sektor lain yang memang sudah berkembang di wilayahnya,” ujarnya.

Prapta mengungkapkan sejumlah Koperasi Desa Merah Putih kini mulai menunjukkan perkembangan usaha yang cukup positif. Ada koperasi yang mengembangkan peternakan kambing, menjadi pangkalan distribusi minyak goreng, hingga mengelola usaha di sektor perikanan.

Beberapa koperasi di wilayah Poncosari dan Argomulyo, misalnya, mulai mengembangkan usaha berbasis budi daya ikan. Langkah tersebut menjadi contoh penerapan konsep pengembangan koperasi yang bertumpu pada kekuatan ekonomi yang telah tumbuh di masyarakat setempat.

“Sudah ada yang mengembangkan peternakan kambing, ada yang menjadi pangkalan minyak goreng, ada juga yang bergerak di sektor perikanan seperti di Poncosari dan Argomulyo. Itu yang saat ini mulai kita kembangkan,” katanya.

Lebih lanjut, Prapta menegaskan produk yang dipasarkan melalui koperasi tidak harus dijual dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar. Penetapan harga tetap mempertimbangkan biaya produksi, keberlanjutan usaha, serta keuntungan yang layak bagi pelaku usaha maupun anggota koperasi.

“Harganya tentu kompetitif. Mereka menghitung biaya produksi, kemudian menentukan harga sesuai titik impas atau BEP dan ditambah keuntungan yang wajar. Karena sebagian besar konsumennya juga anggota koperasi sendiri,” jelasnya.

DKUKMPP Bantul berharap setiap Koperasi Desa Merah Putih mampu melahirkan produk unggulan yang memiliki identitas kuat dan dikenal masyarakat luas. Keberhasilan koperasi tidak hanya diukur dari besarnya transaksi, tetapi juga dari kemampuan membangun merek produk lokal yang memiliki daya saing di pasar.

Menurut Prapta, setiap desa di Bantul memiliki potensi sumber daya yang berbeda-beda. Apabila potensi tersebut dikelola secara optimal melalui koperasi, manfaat ekonominya akan kembali dirasakan oleh masyarakat desa.

“Harapan kami, KDMP bisa memanfaatkan potensi lokal yang ada menjadi produk unggulan. Kemudian mereka melakukan branding dengan baik sehingga masyarakat luar mengenal produk tersebut dan manfaatnya kembali kepada warga desa,” ujarnya.

Penguatan produk unggulan lokal melalui Koperasi Desa Merah Putih juga diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha mikro dan kecil di tingkat desa. Dengan dukungan koperasi sebagai pusat pemasaran dan distribusi, produk-produk lokal Bantul memiliki peluang lebih besar untuk berkembang sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online