Kredit Mobil Baru dan Bekas Melemah, OJK Soroti Dampak PHK
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Ilustrasi/Ist-dok PLN Distribusi Jateng & DIY
Harianjogja.com, JOGJA—Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Jogja membantah kenaikan tagihan listrik disebabkan karena kebijakan carry over atau pengalihan sisa biaya. Kenaikan tagihan listrik dipicu meningkatnya pemakaian listrik. Kendati begitu, tetap saja ada pelanggan yang mengeluh tagihan listriknya meningkat tiba-tiba.
Humas UP3 PLN Yogyakarta, Rina Wijayanti mengungkapkan selama pandemi masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Kondisi itulah yang akhirnya menyebabkan tagihan listrik mereka meroket.
Kenaikan tagihan listrik, katanya juga disebabkan petugas menerapkan tarif rata-rata pelanggan. Pasalnya, ada sejumlah kampung yang menutup wilayahnya. Petugas pun tidak bisa melakukan pencatatan meteran rutin seperti biasanya.
“Untuk tarif rumah tangga mengalami kenaikan. Khusunya di Sleman dan Kota Jogja, dan tidak semua,” katanya, Jum’at (12/6).
Tarif rumah tangga mengalami kenaikan dari 146.267.455 kwh pada bulan April menjadi 147.494.264 pada Bulan Mei. Sebaliknya, tarif bulan April hingga Mei pada sektor bisnis justru menurun dari 48.947.555 kwh menjadi 47.338.687 kwh. Penurunan juga terjadi pada tarif sektor industri dari 18.141.989 kwh menjadi 15.085.851 kwh.
Rina melanjutkan dampak pembacaan tarif rata-rata tadi mengakibatkan lonjakan tarif listrik pada Juni. Ada relaksasi yang diterapkan oleh PLN dengan catatan harus memenuhi sejumlah syarat. Pertama, mereka adalah golongan tariff R1M 900 VA, R1 1300 VA, R1 2200 VA, R2 3.500 hingga 5.500 VA, dan R3 6.600 VA ke atas. Kedua, mereka adalah pelanggan yang mengalami peningkatan pemakaian listrik bulan Juni sebesar 20 % dari bulan Mei. Dengan catatan, pelanggan yang bersangkutan mendapat skema rata-rata pemakaian listrik pada bulan Mei.
“Untuk Juni ini kelebihannya hanya 40 % yang dibayarkan, yang 60 % diangsur dari bulan Juli sampai September,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Film dokumenter Jalan Pulih terkurasi di Djourno Fest 2026. Karya ini mengangkat perjuangan perempuan dengan disabilitas psikososial dan makna pemulihan.
Dewan Pendidikan DIY menyoroti dugaan ketidaksetaraan fasilitas belajar siswa non muslim di SMA Negeri dan meminta seluruh sekolah memenuhi hak belajar setara.
Destry Damayanti ditunjuk sebagai Gubernur sementara BI. LHKPN mencatat total harta kekayaannya mencapai lebih dari Rp100,236 miliar.
Bareskrim Polri menangkap AKP Pardiman dan lima anggota Polres Tangsel terkait dugaan narkoba. Polri menegaskan tidak ada impunitas.
Rupiah ditutup melemah ke Rp18.009 per dolar AS setelah Perry Warjiyo mundur. Pasar menyoroti sentimen geopolitik dan risiko fiskal.