Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Foto ilustrasi. / ANTARA FOTO-Ahmad Subaidi
Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kabupaten Bantul sudah menyiapkan anggaran penanganan pencegahan infeksi Coronavirus Disease atau Covid-19 sebesar Rp140 miliar. Anggaran tersebut sudah masuk dalam dana tak terduga. Dari jumlah anggaran tersebut yang sudah digunakan baru sekitar Rp39 miliar.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Bantul, Trisna Manurung mengatakan sebagian besar penggunaan anggaran penanganan Covid-19 ini ada di Dinas Kesehatan yang mencapai sekitar Rp20 miliar lebih. Anggaran tersebut termasuk untuk pengadaan Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 di Bambanglipuro, penambahan ruang isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati Bantul, dan sejumlah alat pelindung diri.
“Selain itu untuk Jaring Pengaman Sosial [Bantuan sosial warga terdampak Covid-19 yang belum tersentuh dari bantuan Pusat dan Provinsi]. Kemudian untuk pemulihan ekonomi,” kata Trisna, Selasa (16/6/2020).
Trisna mengatakan dana Rp140 miliar yang disiapkan itu sebagai bentuk antisipasi penanganan Covid karena pandemi ini belum bisa diprediksi sampai kapan. Ia berharap pandemi segera berakhir sehingga anggaran yang dipersiapkan bisa dihemat. “Semoga anggarannya tidak sampai habis,” ucap Trisna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Desil Timbul tukang becak di Kulonprogo akhirnya berubah dari 9 menjadi 3, tetapi anaknya masih kesulitan mengakses KIP Kuliah.
Bali United menang 2-1 atas PSS Sleman pada laga perdana BRI Super League 2026-2027. Dua gol tuan rumah dianulir VAR.
Cagar budaya nasional 2026 ditarget 1.750 objek. Hingga Agustus, 1.172 objek telah direkomendasikan untuk ditetapkan.
Harga Pertamax diproyeksikan sulit turun hingga akhir 2026. Ekonom memperkirakan harga bisa turun sekitar Rp1.500 per liter.
Gibran memastikan pembangunan huntap bagi warga terdampak bencana Sumut mulai September 2026 agar mendapat hunian layak dan aman.