Buntut Serangan Ransomware, Jokowi Minta BPKP Audit Tata Kelola Pusat Data Nasional
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Media sosial diramaikan oleh video berdurasi 25 detik yang dibagikan oleh akun Twitter @ctrsoc yang disebut sebagai aksi klithih. Video tersebut viral setelah dibagikan ulang oleh akun @merapi_news.
"Info lurd telah terjadi klitih tadi malam sekitar jam 11 malam, lokasi jalan tempel-gendol, korban orang denokan minggir mengalami luka sabetan di kaki sudah dibawa ke puskesmas seyegan, pelaku lari ke arah selatan (kemusuh)," tulis akun tersebut pada Jumat (26/6/2020) pagi.
Ketika dikonfirmasi ke Kanit Reskrim Polsek Seyegan Ipda Agus Suparno, pihaknya membenarkan bahwa korban bernama Yerico Gazha, 34, itu dibawa ke Puskesmas Seyegan setelah Kamis (25/6/2020) pukul 23.15 WIB jatuh di Jalan Gendol, Banyurejo, Tempel, Sleman. Namun, menurutnya warga Minggir, Sleman itu hanya mengalami luka robek lantaran jatuh dari motor sehingga diperbolehkan pulang.
"Karena korban tidak terlalu parah lukanya, korban tidak akan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tempel," kata Ipda Agus pada Jumat (26/6/2020).
Dihubungi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Tempel, Iptu Aji membantah hal itu sebagai aksi klitih. Menurutnya, korban terluka karena jatuh dari motor lantaran tak berhati-hati saat belok di pertigaan. Kecepatan kendaraan roda duanya yang cukup tinggi membuatnya hilang kendali dan jatuh. Hal ini lantaran ia merasa dibuntuti oleh seseorang yang ia duga membawa senjata tajam.
"Kita tidak bisa memastikan. Lagipula kata dia, yang membuntuti itu jaraknya jauh. Warga juga tidak melihat orang lain. Dia ngomong ke warga bahwa dikejar orang bawa clurit. Tapi buktinya begitu dia jatuh pun, pelaku lewat aja. Kalo klitih kan biasanya pelaku turun terus membacok, nah itu enggak. Dia malah lari ke selatan," papar Iptu Aji ketika dihubungi pada Jumat.
Terlebih, hingga saat ini belum ada laporan yang diterimanya di kepolisian soal dugaan klitih itu. Soal luka yang dialami korban, Aji menyebut itu bukan luka sabetan, melainkan luka sobek akibat jatuh. "Luka bukan karena disabet kok. Ini karena dia jatuh sendiri, laka tunggal," terangnya.
Lebih lanjut, Aji mengatakan pihaknya tidak bisa mengatur seseorang akan berargumen seperti apa, terlebih di media sosial. Namun, menurutnya, lantaran tidak ada laporan ke kepolisian, ia tidak bisa membenarkan hal itu sebagai klitih. "Kita tetap akan lakukan patroli setiap malam di sana lebih gencar," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Juventus terancam gagal lolos ke Liga Champions usai kalah 0-2 dari Fiorentina dan turun ke posisi keenam klasemen Serie A.
Apple dikabarkan akan mengubah Siri menjadi AI percakapan setara ChatGPT dan Gemini melalui pembaruan iOS 27 pada akhir 2026.
Libur panjang Mei 2026 membawa 35 ribu wisatawan ke Bantul dengan PAD wisata mencapai Rp506 juta, didominasi Pantai Parangtritis.
Tiket konser The Weeknd di Jakarta pada September 2026 resmi sold out dalam kurang dari tiga jam usai diserbu puluhan ribu penggemar.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat