WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Tim produksi ventilator memperlihatkan ventilator produksinya, di Kantor Gubernur DIY, Selasa (7/7/2020). /Harian Jogja-Lugas Subarkah.
Harianjogja.com, JOGJA--Sebesar 95% alat kesehatan yang digunakan pada fasilitas kesehatan di Indonesia saat ini merupakan produk impor, sehingga harganya pun cenderung tinggi. Mengatasi masalah ini, UGM bekerja sama dengan mitra industri memproduksi salah satu alat kesehatan yakni ventilator.
Rektor UGM, Panut Mulyono, menjelaskan dalam memproduksi mesin penunjang pernapasan ini, pihaknya bekerja sama dengan PT. Yogya Presisi Teknika Tama Industri dan PT. Stechoq Robotika Indonesia. “Dua jenis ventilator, yakni ventilator ICU dan non ICU,” ujarnya, Selasa (7/7/2020).
BACA JUGA : Ventilator Buatan Jogja Siap Diproduksi Massal
Ventilator ICU kata dia, di Indonesia baru satu-satunya dikembangkan oleh orang Indonesia sendiri. Saat ini, ventilator ICU sedang dalam proses uji di balai Pengujian Fasilitas Kesehatan di Surabaya. Setelah itu, proses selanjutnya yakni uji klinis.
Sementara untuk ventilator non ICU, saat ini telah diproduksi sebanyak 10 unit dan sedang dalam proses uji klinis di RSUP Sardjito. “Kami tadi sudah sowan dengan Sri Sultan HB X. beliau mendukung pemanfaatan ventilator ini untuk rumah sakit di DIY dengan berbagai skema pembelian dan pendanaan, semisal kerja sama dengan BPD [Bank Pembangunan Daerah DIY],” ungkapnya.
Adapun keunggulan ventilator ini salah satunya adalah disediakannya teknisi yang akan memberikan after sell service, sehingga jika ada kerusakan bisa cepat diperbaiki. Jika pada produk impor pemanfaatannya ada periodesasinya dimana pada usia tertentu harus dihancurkan, ventilator buatan UGM ini bisa lebih berkelanjutan.
BACA JUGA : Indonesia Hasilkan 5 Jenis Ventilator dalam Tahap Produksi
Direktur PT. Stechoq Robotika Indonesia, Malik Khidir, menuturkan target produksi masal ventilator ini pada awal Agustus mendatang setelah selesai proses uji klinis. Pengujian cukup lama karena untuk ventilator ICU harus dipastikan produk benar-benar aman bagi pasien.
Adapun untuk ventilator non ICU saat ini telah disiapkan komponen sebanyak 60 unit. Masalah harga, ia memastikan lebih rendah dari kompetitor luar negeri. Jika harga kompetitor sekitar Rp700 juta hingga Rp900 juta, maka ventilator lokal ini harganya di kisaran sepertiga harga kompetitor.
Harga ini kata dia cukup terjangkau, mengingat garansi ventilator seumur hidup. Teknisi yang disediakan selain untuk memperbaiki alat jika terjadi kerusakan, juga bisa meng-upgrade software yang dibutuhkan sehingga diharapkan dapat bertahan lebih lama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Warisan Stephen Chow Rp5,3 triliun, Cecilia Cheung dan Xu Jiao disebut penerima. Kabar wasiat Mei 2024 masih spekulasi, belum ada konfirmasi resmi.
PSIM Jogja masih memburu striker asing untuk Super League 2026/2027. Negosiasi dengan sejumlah pemain berlangsung, sementara lini depan menjadi prioritas utama.
OECD mencatat Israel menjadi negara dengan penurunan wisatawan terparah di dunia pascapandemi, sementara Arab Saudi mencatat pertumbuhan tertinggi hingga 67 per
Pencuri tabung gas LPG 3 kilogram di Dlingo, Bantul, dikejar warga hingga Kota Jogja. Pelaku sempat terjatuh dan kehilangan barang curian, namun berhasil k
Muncul notifikasi "Akun Anda sedang ditinjau" di WhatsApp? Simak arti, penyebab, durasi pemeriksaan, dan cara menghindari akun dibatasi atau diblokir.