Alumni Santri Krapyak Perkuat Sinergi Ekonomi Lewat Ngobrol Bisnis
Kegiatan ini berangkat dari prinsip hayatul islam bil ilmi wa bil mal (hidupnya Islam itu dengan ilmu dan harta)
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL-Kepolisian Sektor Kasihan menangkap dua warga Kecamatan Pajangan, Rifki Ananda, 19 dan Afit Rifai, 20. Keduanya diduga telah melakukan pencurian disertai kekerasan di Jalan Bibis, Kembaran, Tamantirto, Kasihan, Bantul. Kedua tersangka mengambil dengan paksa ikan gabus milik korban.
Kapolsek Kasihan Kompol Yohanes Tarwoco mengatakan kedua tersangka ditangkap di rumahnya masing-masing pada Rabu (15/7/2020) malam lalu. Sementara peristiwa perampokannya dilakukan pada Jumat (10/7/2020) malam, sekitar pukul 21.00 WIB.
Malam itu korban Febrian Rahmat Iskandar, 15, yang masih usia anak, warga Godean Sleman baru pulang membeli ikan gabus hias jenis Channa. Sampai di lokasi kejadian korban dihentikan dua tersangka yang mengendarai sepeda motor kemudian langsung memukul korban.
“Salah satu pelaku memukul korban dua kali dan meminta uang. Oleh korban pelaku dikasih uang Rp50.000. Pelaku juga meminta paksa ikan gabus hias yang baru saja dibeli oleh korban sehargaRp350.000,” kata Tarwoco, Jumat (16/7/2020).
Setelah itu, kata Tarwoco, tersangka kembali memukul korban dengan ikat pinggang dan meminta uang lagi Rp20.000. Sebelum melarikan diri, tersangka sempat megancam korban agar tidak melaporkannya ke polisi.
Pejabat Sementara Kanit Reskrim Polsek kasihan, Iptu Mardiyono menambahkan apa yang dilakukan kedua tersangka bukan hanya mencuri ikan gabus namun sudah melakukan kekerasan terhadap korban sehingga pihaknya tetap memproses kasus tersebut dan menjerat tersangka dengan pasal 365 KUHP tentang Pencurian Dengan Kekerasan.
Menurut dia, tersangka juga pernah berurusan dengan polisi dalam kasus membawa senjata tajam jenis gir beberapa waktu lalu. Dalam kasus perampokan yang menimpa korban Febrian, kedua tersangka sudah merencanakannya, “Tersangka membuntuti korban sejak korban membeli ikan gabus di wilayah Dongkelan,” kata Mardiyono. (Ujang Hasan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kegiatan ini berangkat dari prinsip hayatul islam bil ilmi wa bil mal (hidupnya Islam itu dengan ilmu dan harta)
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.