Blackout Karimun Belum Pulih, Warga Sewa Hotel demi Bekerja
Pemadaman listrik di Karimun belum sepenuhnya pulih. Warga menyewa hotel demi bekerja, sementara PLN mempercepat pemulihan sistem.
Angkringan berjalan dengan menggunakan mobil Toyota Hiace (Twitter)
Harianjogja.com, JOGJA--Ada saja ide keratif memodifikasi cara berjualan di angkringan.
Mendengar kata angkringan, pasti kalian bakal teringat dengan sebuah menu nasi kucing dengan teh panas ataupun kopi panas yang disuguhkan dengan konsep tradisional.
Keberadaan angkringan ini membantu keberadaan masyarakat khususnya mahasiswa di saat tanggal tua, uang bulanan belum turun.
Dengan harga yang cukup terjangkau dan ramah di kantong, pasti mahasiswa bakal menyerbu angkringan ini.
Biasanya ketika datang ke angkringan, kalian bakal terlebih dahulu memesan makanan dan minuman kemudian mencari tempat duduk, bisa duduk di kursi ataupun lesehan.
Nah, kali ini ada konsep berbeda nih dengan angkringan yang satu ini. Seperti unggahan akun Twitter @toniheru, memperlihatkan konsep angkringan yang beda dari yang lain.
Angkringan ini letaknya berada di dalam kabin mobil Toyota Hiace. Jadi pengunjung nanti ketika memesan dan menyantap makanan, lansung saja masuk ke kabin Toyota Hiace tersebut.
Hal yang paling menarik dari angkringan satu ini yakni, kalian bisa menikmati makanan sambil diajak berkeliling menikmati kota Yogyakarta.
Kalian diberikan waktu selama 1,5 jam untuk berkeliling sambil menyantap makanan dan minuman.
Kasus Baru Covid-19 di DIY Didominasi Warga Sleman & Bantul, Ini Datanya
Menunya pun sama layaknya angkringan pada umumnya seperti nasi kucing, sate usus, dan masih banyak yang lainnya.
Seperti diketahui, salah satu makanan khas berharga terjangkau yang banyak ditemui di Kota Pelajar tersebut adalah menu angkringan.
Kedai-kedai angkringan baik yang berupa tenda sederhana maupun yang berkonsep seperti kafe tersebar di Yogyakarta.
Namun sepertinya, angkringan unik dengan konsep mobile atau berjalan ini baru ada dan diinisiasi oleh Adipati Transport.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Pemadaman listrik di Karimun belum sepenuhnya pulih. Warga menyewa hotel demi bekerja, sementara PLN mempercepat pemulihan sistem.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Kuasa hukum Raudi Akmal menilai sejak awal tidak ada dua alat bukti yang cukup usai PN Sleman mengabulkan sebagian praperadilan.
Polresta Jogja mulai memeriksa lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 korban anak.
Sekolah Nasional Terintegrasi mulai berjalan di 17 kabupaten/kota pada tahun ajaran 2026-2027 untuk memperluas pemerataan mutu pendidikan.
YIA baru dimanfaatkan sekitar 25% dari kapasitasnya. DIY mempercepat pengembangan koridor Joglosemar untuk mendongkrak wisatawan.