Serapan Pupuk Bersubsidi di DIY Tembus 90 Persen
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Edy Prabowo-Ist
Harianjogja.com, BANTUL-Sektor pariwisata di Bantul diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan, jika dikerjakan dengan serius.
Hal ini diungkapkan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul, Edy Prabowo, Sabtu (1/8/2020).
Keyakinan Edy ini didasarkan dari banyaknya kunjungan wisatawan ke Bumi Projotamansari sebelum adanya pandemi. Di mana, Dinas Pariwisata Bantul mencatat ada lebih dari 3,3 juta wisatawan berkunjung ke sejumlah objek wisata. Jumlah tersebut, belum termasuk kunjungan wisata ke desa wisata sehingga jumlahnya bisa lebih banyak.
Menurut Edy adanya wisatawan tidak hanya menyumbang pendapatan asli daerah (PAD), tetapi berdampak domino bagi perekonomian masyarakat. Sebab, wisatawan yang berkunjung, dipastikan akan berjajan dan membeli oleh-oleh.
Edy tidak hanya memahami wisata dari luar, tetapi dirinya merupakan pelaku pariwisata. Karena, sebelum menjadi anggota Komisi D DPRD Edy sudah lama menjadi pemandu wisata dan memiliki usaha jasa tour and travel.
“Kebetulan saya berangkat dari pariwisata backound pariwisata dan saya di DPRD ditempatkan di Komisi D membidangi pariwisata,” katanya.
Pria kelahiran Jogja 24 Februari 1972 itu, mulai bergelut di dunia politik pada 2008 melalui Partai Demokrat dan terpilih menjadi anggota Dewan pada 2009-2014. Periode selanjutnya, Edy sempat gagal dalam pencalonan, sebelum akhirnya terpilih di 2019 dari partai yang sama di Dapil 2. Lulusan sarjana Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini kemudian minta ditempatkan di Komisi D yang sesuai dengan bidangnya, yakni Pariwisata.
Edy menilai, apa yang dilakukan Pemkab dalam memajukan pariwisata sudah bagus hanya tinggal pengembangannya. Tetapi, adanya pandemi Covid-19, telah menghantam dunia pariwisata. Bahkan, hantaman ini belum bisa diprediksi sampai kapan berakhir.
Kendati demikian, Edy meyakini pariwisata akan bangkit kembali. Namun, Pemkab harus serius memerhatikan para pelaku wisata. Oleh karena itu, beberapa solusi harus dilakukan. Di antaranya adalah bantuan langsung sementara untuk membantu biaya hidup pelaku wisata selama masa pandemi.
“Untuk jangka menengahnya, mungkin bisa mencarikan pekerjaan yang bisa menghasilkan selama masa pandemi. Sebab, pemerintah juga memiliki keterbatasan anggaran dan masyarakat juga tidak mungkin tergantung pada bantuan terus,” kata dia.
Solusi lainnya, kata Edy adalah dengan membuat program padat karya. Meskipun usulan adanya program ini, diakuinya, sejatinya telah disampaikan dan sudah masuk dalam APBD 2020. Akan tetapi, dalam perkembangannya, program ini terkena pemangkasan karena pandemic Covid-19.
“Padahal padat karya itu sangat membantu pemulihan dari Covid-19,” ucap ayah dari dua anak ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Harga BBM naik per 17 Mei 2026. Solar BP-AKR dan Vivo tembus Rp30.890 per liter, Pertamax Turbo dan Dexlite juga naik.
Veda Ega Pratama start dari posisi ke-21 Moto3 Catalunya 2026 usai gagal lolos Q2. Rider Indonesia tetap optimistis memburu rombongan depan.
Kevin Diks mencetak gol spektakuler saat Borussia Monchengladbach menghancurkan Hoffenheim 4-0 di Bundesliga 2025/2026.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola mendoakan Marc Marquez cepat pulih meski Aprilia sedang dominan di MotoGP 2026.
WhatsApp bisa membuat memori ponsel cepat penuh. Simak cara membersihkan penyimpanan tanpa menghapus chat penting.