Produksi Ikan Budidaya Sleman Tembus 29.167 Ton hingga Juni 2026

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Rabu, 29 Juli 2026 05:27 WIB
Produksi Ikan Budidaya Sleman Tembus 29.167 Ton hingga Juni 2026

Hasil tangkapan ikan. - Freepik

Harianjogja.com, SLEMAN— Produksi perikanan budidaya di Kabupaten Sleman terus menunjukkan kontribusi besar terhadap perekonomian daerah. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, total produksi mencapai 29.167.651 kilogram (kg) atau sekitar 29.167 ton dengan nilai ekonomi menembus Rp810,7 miliar.

Capaian tersebut memperlihatkan sektor perikanan budidaya masih menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat Sleman, meski pada semester pertama tahun ini sempat menghadapi tantangan berupa perubahan kualitas lingkungan.

Februari Catat Produksi dan Nilai Tertinggi

Kepala Bidang Perikanan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman, Wilyada Radianing, menjelaskan produksi tertinggi terjadi pada Februari. Pada bulan tersebut, volume produksi mencapai 7.308.220 kg dengan nilai ekonomi sebesar Rp203,6 miliar.

Sebaliknya, produksi terendah tercatat pada April dengan volume 3.175.826 kg dan nilai produksi Rp94,6 miliar.

Menurut Wilyada, tingginya produksi pada Februari dipengaruhi meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri sehingga permintaan ikan ikut mengalami kenaikan.

“Memang ada momen-momen tertentu yang menyebabkan peningkatan produksi ikan. Pada Februari itu kan ada puasa dan menjelang lebaran, makanya permintaan ikan menjadi tinggi,” kata Wilyada dihubungi, Selasa (28/7/2026).

Produksi Sempat Turun Sebelum Kembali Meningkat

Berdasarkan data DP3 Kabupaten Sleman, produksi perikanan budidaya pada Januari mencapai 5.847.813 kg dengan nilai Rp146,8 miliar.

Produksi kemudian meningkat pada Februari menjadi 7.308.220 kg senilai Rp203,6 miliar. Setelah itu, volumenya turun menjadi 4.586.064 kg pada Maret dengan nilai Rp130,6 miliar.

Penurunan berlanjut pada April hingga 3.175.826 kg dengan nilai Rp94,6 miliar. Memasuki Mei, produksi kembali meningkat menjadi 4.150.922 kg senilai Rp118,7 miliar, sedangkan pada Juni tercatat 4.098.806 kg dengan nilai produksi Rp116,1 miliar.

Secara akumulatif, produksi selama enam bulan pertama 2026 mencapai 29.167.651 kg atau sekitar 29.167 ton, dengan total nilai ekonomi sebesar Rp810,7 miliar.

Musim Kemarau Jadi Tantangan Semester Kedua

Di balik capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Sleman tetap mewaspadai potensi penurunan produksi pada semester kedua 2026. Musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang dan lebih kering dinilai berpotensi mengganggu aktivitas budidaya ikan.

Wilyada sebelumnya menyampaikan bahwa kondisi kemarau dalam tiga bulan terakhir telah meningkatkan kadar amonia di sejumlah kolam budidaya. Peningkatan konsentrasi amonia menyebabkan kualitas air menurun sehingga memicu kematian ratusan ikan di beberapa wilayah.

Wilayah yang terdampak paling menonjol berada di Kecamatan Ngaglik dan Kecamatan Minggir. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kualitas air merup

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online