SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Lilik Kuncahyo, warga Plosokuning-Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN--Setiap orang berharap bisa menjalani hidup sehat tanpa menderita penyakit apapun. Namun jika Tuhan menguji seseorang dengan penyakit tertentu, maka tidak ada cara lain agar ia berusaha untuk mengobatinya.
Hal itu juga yang dilakukan oleh Lilik Kuncahyo. Warga Plosokuning, Minomartani ini bercerita jika sejak 10 tahun lalu istri tercinta, Erna Arti, harus menjalani kemoterapi akibat sakit yang dialaminya. "Sejak 2010 sudah dikemoterapi, ya karena penyakit kanker, sampai saat ini juga masih menjalani kemoterapi," kata Lilik saat ditemui, Senin (3/8/2020).
Selama menjalani proses kemoterapi, Lilik mengaku memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan untuk terapi yang dijalani istrinya. Kemoterapi dijalani sang istri sejak 2010 lalu setelah dokter mengatakan ada kanker dibagian payudaranya. Terapi pun dilakukan dan prose pengobatan dijalankan.
"Hampir selesai, istri saya menjalani pengobatan rutin. Lalu pada 2016, istri saya mengaku pusing. Setelah diperiksa ada benjolan di bagian [syaraf] kepalanya. Kemudian menjalani kemoterapi lagi," cerita Lilik.
Belum selesai menjalani kemoterapi di bagian kepala, sejak 2019 Erna juga menjalani kemoterapi di bagian lain. Dokter menemukan adanya cairan di bagian paru-paru. Hingga kini, Erna masih menjalani kemoterapi untuk mengobati penyakitnya.
"Kemoterapi tergantung tahapannya. Setelah kemoterapi pertama mesti dipantau oleh dokter. Setelah itu diminta kemoterapi lagi oleh dokter, bisa dua minggu setelahnya atau dua bulan setelahnya. Tergantung kondisi penyakit dalam tubuh pasien," katanya.
Bisa dibanyangkan, kata Lilik, berapa biaya yang harus dikeluarkan jika tidak menggunakan BPJS Kesehatan. Beruntung, masalah biaya untuk kemoterapi bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan. "Ya saya berharap dengan pengobatan rutin, istri saya bisa sembuh," harapnya.
Lilik bersyukur tidak mengeluarkan biaya saat menjalani proses kemoterapi karena semua ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Selama menjalani proses kemoterapi, katanya, rumah sakit rujukan selalu memprioritaskan pasien. Pasien langsung ditangani sesuai prosedur. "Kalau antri umumnya diprioritaskan. Kalau yang dikemoterapi memang diprioritaskan," katanya.
Menurut Lilik, untuk pasien dengan penyakit kronis seperti kanker proses rujukan ke fasilitas kesehatan di atasnya cukup mudah. Apalagi jangka waktu berlakunya surat rujukan hingga tiga bulan. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
OpenAI meluncurkan Dots, agen AI berbasis GPT-6 Astra yang bisa bekerja mandiri 24 jam dan terhubung dengan lebih dari 4.000 aplikasi.
Harga emas Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian hari ini, Rabu 30 September 2026, turun. Cek harga jual dan buyback lengkap semua ukuran.
Menikmati suasana senja hingga gemerlap lampu Kota Yogyakarta dari ketinggian dapat menjadi pengalaman menarik untuk menggelar berbagai acara privat
7 bahan ini sebaiknya dihindari saat membersihkan stainless steel karena bisa menyebabkan goresan, noda, kusam, hingga korosi.
KTM menolak aturan satu motor MotoGP dan memilih mendukung cost cap sebagai opsi menekan biaya tanpa mengurangi aksi balap.