Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Bupati Kulonprogo, Sutedjo bersama sejumlah pejabat secara simbolis memanen padi dalam acara wiwitan dan panen raya padi MT II di Bulak Silayur, Kaligintung, Temon, Rabu (12/8/2020). /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara.
Harianjogja.com, TEMON--Petani di Kalurahan Kaligintung, Kapanewon Temon, Kulonprogo yang tergabung dalam Kelompok Tani Silayur berhasil melaksanakan panen raya padi pada musim tanam (MT) II. Hasil panenan padi dari kelompok ini mencapai 8,2 ton Gabah Kering Giling (GKG) per hektar atau lebih banyak dari rata-rata panenan di Kulonprogo, yakni 6,5 GKG ton per hektar.
"Kami bersyukur pada MT II ini, bisa menghasilkan panenan padi sebesar 8,2 ton GKG, ini sangat luar biasa," kata Ketua Kelompok Tani Silayur, Sapto saat ditemui awak media di sela-sela acara wiwitan dan panen raya padi MT II di Bulak Silayur, Kaligintung, Temon, Rabu (12/8/2020).
BACA JUGA : Wilayah Lain Kekeringan, Kecamatan di Gunungkidul Ini
Kelompok tani yang merupakan bagian dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Manunggal Rasa Kaligintung ini mengelola lahan pertanian seluas 29 ha di Kaligintung. Pada MT II 2020, lahan itu ditanami padi varietas Ciherang, Sintanur dan Suppadi.
Sapto menuturkan hasil panen pada MT II tahun ini menunjukkan peningkatan dibanding 2019 lalu. Tahun ini kelompoknya bisa memanen sedikitnya 8,2 ton GKG padi pe hektar, sedangkan tahun lalu hanya berkisar 7,2 ton GKG per hektar. Hasil yang terbilang sangat memuaskan karena di atas rata-rata panenan GKG se-Kabupaten Kulonprogo ini menurut Sapto tak lepas dari sistem tanam yang digunakan kelompoknya.
Kelompok ini menggunakan pola jajar legawa 41 dengan jarak tanam 25 cm. Sejak persemaian para petani mengandalkan aplikasi agen hayati untuk menekan populasi hama wereng dan jamur Pyricularia oryzae yang menyebabkan penyakit blas.
BACA JUGA : Panen Raya Singkong di Gunungkidul, Petani Berharap
Dalam proses pemupukan kelompok ini menggunakan Pupuk Forsil yang merupakan pupuk mikro majemuk anorganik yang bisa larut dalam air. Forsil kata Sapto, diperkaya Silika yang dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen, selain itu juga berfungsi melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit.
"Kami kerjasama dengan PT. Mitra Kreasidharma, selaku produsen pupuk tersebut," kata Sapto.
Bupati Kulonprogo, Sutedjo, mengapresiasi hasil panen kelompok Tani Silayur. Diharapkan keberhasilan kelompok ini dapat memacu kelompok tani lainnya untuk meningkatkan produktivitas padi. "mudah-mudahan jadi pemacu spirit untuk kelompok tani lainnya guna meningkatkan produktivitas padi," ujar Sutedjo.
Sutedjo mengatakan Pemkab Kulonprogo melalui Dinas Pertanian dan Pangan akan mengevaluasi setiap hasil panenan dari petani. Kemudian dikoordinasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk mendorong petani meningkatkan produktivitas panen
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Trik aluminium foil di router WiFi memang bisa mengarahkan sinyal, tetapi tidak menambah kecepatan internet secara signifikan.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
11 manfaat beras kencur untuk kesehatan, mulai dari menambah nafsu makan, menjaga stamina, hingga membantu tidur lebih nyenyak.
Sekawan Limo 2 Gunung Klawih tembus 212 ribu penonton di hari pertama, catat rekor box office Indonesia 2026.