Wilayah Lain Kekeringan, Kecamatan di Gunungkidul Ini Justru Bisa Panen 3 Kali

Salah seorang petani di Kalurahan Ponjong terlihat sedang mengolah lahan untuk ditanami padi. Di kawasan ini terdapat sumber air sehingga membantu petani untuk menanam padi sebanyak tiga kali dalam setahun. Selasa (11/8/2020). - Harian Jogja/David Kurniawan.
12 Agustus 2020 08:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, PONJONG – Keberadaan sumber air di Kalurahan Ponjong, Kapanewon Ponjong, Gunungkidul sangat membantu dalam menopang pertanian di kawasan tersebut. Pasalnya, berkat sumber ini petani di kawasan ini bisa panen sebanyak tiga kali dalam satu tahun meski daerah lain kekeringan.

Salah seorang petani di Kalurahan Ponjong, Anang Sutrisno mengatakan, untuk saat ini petani di wilayahnya sudah mulai panen di masa tanam kedua. Bahkan, beberapa petani sudah memanen lebih awal sehingga bisa mempersiapkan lahan untuk penanaman di masa tanam ke tiga di tahun ini.

BACA JUGA : Kekeringan Makin Meluas, 8 Kecamatan di Gunungkidul 

“Kan tidak bareng. Jadi, ada yang sebagian panen lebih awal dan mulai mempersiapkan masa tanam baru,” kata Anang, Selasa (11/8/2020).

Menurut dia, persiapan untuk masa tanam ketiga dilakukan karena di wilayah Ponjong memiliki sumber air yang melimpah. Adapun dampaknya saat kemarau, ketersediaan air masih mencukupi sehingga dapat untuk pemeliharaan tanaman padi.

“Kami bersyukur karena air mencukupi sehingga bisa panen tiga kali. Diprediksi untuk panen ketiga berlangsung Desember mendatang,” ungkapnya.

Anang pun berharap tidak ada masalah berkaitan dengan penanaman padi sehingga hasilnya bisa dimaksimalkan. “Mudah-mudahan hasilnya baik sehingga petani dapat memperoleh keuntungan,” katanya.

BACA JUGA : Gunungkidul Siaga Darurat Kekeringan, Penutupan Jalan

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, mayorias lahan padi di Gunungkidul merupakan sawah tadah hujan. Meski demikian, di beberapa titik seperti di Kecamatan Ponjong yang meliputi Kalurahan Genjahan dan Ponjong, petani tetap bisa enaman tiga kali dalam setahun. Hal ini tidak lepas karena adanya sumber air untuk pemeliharaan.

“Tidak semua bisa panen tiga kali karena hanya terjadi di wilayah tertentu saja,” katanya.

Raharjo menjelaskan, penanaman padi di Gunungkidul sangat bergantung dengan musim. Oleh karenanya, pada saat musim hujan lahan didominasi tanaman padi. Namun, saat memasuki kemarau luas tanaman padi terus berkurang.

BACA JUGA : Ribuan Warga di Gunungkidul Mulai Kekurangan Air

Ia mencontohkan, di masa tanam pertama, luas tanaman padi mencapai 48.508 hektare. Sedangkan di masa tanam kedua mengalami penyusutan hingga luasan tanam hanya mencapai 8.748 hektare.

“Di masa tanam ketiga bisa lebih kecil lagi. Ini terjadi karena, pasokan airnya berkurang. Jadi, mulai masa tanam kedua, kami imbau untuk tanaman lain seperti kedelai, kacang tanah atau palawija,” katanya.