Gunungkidul Siaga Darurat Kekeringan, Penutupan Jalan Kampung Hambat Penyaluran Air Bersih

Seorang pengendara motor melintas di depan salah satu jalan yang aksesnya ditutup oleh warga di Kalurahan Duwet, Wonosari, Gunungkidul, beberapa waktu lalu. - Harian Jogja/David Kurniawan
22 Juli 2020 14:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD Gunungkidul meminta agar jalan masuk kampung yang selama beberapa waktu terakhir ditutup karena pandemi Covid-19 segera dibuka kembali. Pembukaan akses sangat pentung untuk mempermudah penyaluran air bersih kepada masyarakat di tengah ancaman kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki mengatakan jawatannya sudah menyalurkan air bersih mulai Selasa (22/7/2020). Rencananya penyaluran terus dilakukan sesuai dengan permintaan resmi dari masyarakat di sepuluh kalurahan di Kapanewon Girisubo, Rongkop dan Semanu. “Sudah kami buat jadwalnya dan tinggal penyaluran,” kata Edy, Rabu (22/7/2020).

BACA JUGA: Belanja di Pasar Gunungkidul Ini Gratis, Asal Syaratnya Berdoa untuk Corona

Dia meminta kepada masyarakat agar membuka akses menuju masuk kampung maupun kalurahan.

“Kami sudah koordinasi dengan panewu untuk memastikan agar akses untuk droping air bisa lebih mudah dan tak terhalang adanya penutupan jalan, sebab jika masih ada yang jalan ditutup, akan menghambat dalam penyaluran,” katanya.

Tahun ini, Pemkab Gunungkidul mengalokasikan anggaran droping air lewat BPBD sebesar Rp700 juta. Pemkab juga sudah menetapkan status siaga darurat kekeringan sejak akhir Mei lalu. “Ya kalau kekeringan semakin parah, bisa dinaikan statusnya menjadi darurat sehingga BPBD bisa melakukan tambahan anggaran droping melalui alokasi belanja tak terduga,” katanya.

BACA JUGA: Ratusan Ribu Penduduk Gunungkidul Sudah Terdampak Kekeringan, BPBD Tetapkan Status Siaga Darurat

Panewu Anom Girisubo Arif Yahya mengatakan sudah berkoordinasi dengan lurah untuk membuka jalan masuk perumahan warga.

“Dulu memang banyak yang ditutup karena antispasi pencegahan penularan virus, tapi sekarang sudah banyak dibuka. Namun untuk memastikan agar pelaksanaan droping tidak terganggu, kami akan terus koordinasi dengan para lurah di Girisubo,” katanya.

Arif mengatakan pihaknya mengalokasikan anggaran sendiri untuk penyaluran air bersih yang jumlahnya mencapai sekitar Rp90 juta. Meski demikian, bantuan dari BPBD Gunungkidul masih diperlukan karena dari delapan kalurahan semuanya mengalami kekurangan air saat kemarau.

“Sudah kami koordinasikan dan telah dibagi wilayah untuk droping. Kami fokus di empat kalurahan, sedangkan empat lainnya ditangani BPBD,” kata dia.