Advertisement

DPUPKP Jogja Fokus Pemeliharaan Talut Rawan Longsor 2026

Stefani Yulindriani Ria S. R
Senin, 05 Januari 2026 - 05:37 WIB
Sunartono
DPUPKP Jogja Fokus Pemeliharaan Talut Rawan Longsor 2026 Ilustrasi proyek pembangunan. - Harian Jogja/freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja menyiapkan program pemeliharaan sejumlah talut di kawasan rawan longsor sepanjang 2026. Upaya ini dilakukan sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi bencana, terutama saat curah hujan tinggi.

Pemeliharaan talut tersebut masuk dalam agenda rutin DPUPKP Kota Jogja yang difokuskan pada aliran sungai di wilayah padat permukiman. Sejumlah titik rawan longsor telah dipetakan untuk dilakukan penguatan struktur guna mengurangi risiko kerusakan dan dampak bagi warga sekitar.

Advertisement

Selain pemeliharaan, DPUPKP juga akan mengintegrasikan penguatan talud dengan penataan kawasan permukiman di bantaran sungai. Penataan ini menjadi bagian dari program penanganan kawasan kumuh sekaligus mendukung upaya menjaga kebersihan dan kelestarian sungai di Kota Jogja.

Kepala DPUPKP Kota Jogja, Umi Akhsanti menuturkan pemeliharaan rutin terhadap beberapa talut yang berada di daerah rawan longsor terus dilakukan tahun 2026. Dia menuturkan pihaknya telah memetakan beberapa talud yang berada di daerah rawan longsor untuk dilakukan penguatan strukturnya tahun ini. 

“Pemelihaaran [talut] ini kami masukkan ke pemeliharaan rutin. Kami melakukan pemeliharaan rutin untuk talut, karena ketika hujan dengan curah hujan tinggi kami siapkan anggaran untuk menangani kejadian longsor,” katanya, Minggu (4/1/2026). 

Pemeliharaan talut tahun 2026 dilakukan seperti yang dilakukan tahun 2025. Sementara itu, menurutnya penataan beberapa talut tahun 2026 pun akan dilakukan bersamaan dengan penataan kawasan pemukiman yang berada di dekat bibir sungai tahun 2026. 

Pada tahun 2026 pihaknya kana melakukan penataan sejumlah kawasan kumuh yang berada di sekitar bibir sungai tahun 2026. Di sana pihaknya akan menata kawasan tersebut untuk mundur sekitar 3 meter dari bibir sungai. Dari situ, pihaknya pun akan melakukan penguatan terhadap struktur talut yang ada di sana. 

“Talut dan penataan perumahan itu satu kesatuan. Jangan sampai talutnya diperbaiki, tapi rumahnya tetap berada di tepi sungai. Rumah tetap harus bergeser,” katanya.

Dia menilai penataan lingkungan di sekitar sungai akan menjadi salah satu program prioritas DPUPKP Kota Jogja tahun ini lantaran Pemkot Jogja mencanangkan agar kebersihan sungai menjadi salah satu prioritas penanganan. 

“Pak Wali Kota kebetulan sangat konsen untuk kebersihan sungai. Sehingga kami banyak fokus di sungai untuk pemeliharaan dan kebersihan sungai,” katanya.

Penataan talut dan permukiman bantaran sungai diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertata. Program ini sejalan dengan komitmen Pemkot Jogja menjadikan kebersihan sungai sebagai prioritas, sekaligus memperkuat mitigasi bencana di kawasan rawan longsor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Kadispenad Jelaskan Bentrokan TNI AD-Brimob di Buton Selatan

Kadispenad Jelaskan Bentrokan TNI AD-Brimob di Buton Selatan

News
| Senin, 05 Januari 2026, 18:27 WIB

Advertisement

Korea Selatan Perpanjang Bebas Biaya Visa hingga Juni 2026

Korea Selatan Perpanjang Bebas Biaya Visa hingga Juni 2026

Wisata
| Senin, 05 Januari 2026, 14:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement