Tiang PJU Jogja Diusulkan Jadi Smart Pole, Ini Manfaatnya
DPRD Jogja mendorong tiang PJU dimanfaatkan untuk fiber optik dan smart pole guna menata kabel serta meningkatkan PAD.
Sungai Code di Kota Jogja. - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mencatat sekitar 30% talut di wilayahnya masih membutuhkan perbaikan. Tahun ini, penanganan talut menjadi salah satu prioritas untuk memperkuat infrastruktur bantaran sungai dan mencegah risiko longsor.
Data Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja menunjukkan total panjang talut di tiga sungai besar yang melintas di Kota Jogja mencapai 25.040 meter. Dari total tersebut, hampir sepertiganya belum memenuhi standar konstruksi terbaru dan perlu penanganan.
Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase DPUPKP Kota Jogja, Rahmawan Kurniadi, menjelaskan sebagian talut yang ada saat ini merupakan konstruksi lama. Banyak yang masih menggunakan pasangan batu kali dan belum diperkuat dengan struktur permanen sesuai standar pembangunan yang berlaku sekarang.
“Masih banyak [talut] yang [dibangun dengan] batu kali, bahkan ada yang belum bertalut,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Untuk itu, DPUPKP menargetkan peningkatan struktur talut di sejumlah titik pada 2026. Penguatan dilakukan dengan sistem pondasi beton yang ditanam sedalam 1,5 hingga 2 meter di bawah dasar sungai, dilengkapi dinding cor beton bertulang agar lebih kokoh.
“Sekarang kita tingkatkan strukturnya menjadi lebih kuat, dengan pondasi beton ditanam sekitar 1,5-2 meter di bawah dasar sungai, lalu dindingnya cor beton bertulang,” jelasnya.
Pembangunan talut tahun ini difokuskan di Sungai Winongo, tepatnya wilayah Bener dan Pakuncen. Di Bener, talut yang ada belum permanen, sedangkan di Pakuncen masih menggunakan konstruksi batu kali.
“Kita akan tingkatkan menjadi struktur beton bertulang agar lebih kokoh dan tahan terhadap arus yang deras,” katanya.
Selain proyek utama tersebut, Pemkot Jogja juga melakukan penanganan insidentil talut di sejumlah kawasan rawan longsor seperti Ngampilan, Baciro, dan Gambiran. Di wilayah-wilayah ini, sebagian besar talut masih berbahan batu kali sehingga berisiko longsor saat hujan deras mengguyur.
Tak hanya itu, Pemkot juga berkolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS) dalam perbaikan talut longsor di kawasan Tegalrejo beberapa waktu lalu. Tahun ini, pemeliharaan rutin talut di tiga sungai besar yang melintas Kota Jogja juga tetap dijalankan.
Untuk mendukung program tersebut, DPUPKP Kota Jogja mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,5 miliar untuk pembangunan talut baru serta Rp2 miliar untuk pemeliharaan rutin dan penanganan insidentil di sepanjang tiga sungai utama Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Jogja mendorong tiang PJU dimanfaatkan untuk fiber optik dan smart pole guna menata kabel serta meningkatkan PAD.
Vietnam mempertahankan gelar Piala AFF 2026 setelah bermain imbang 2-2 melawan Thailand dan menang agregat 4-2 di final.
APBD Perubahan Kulonprogo 2026 mengalokasikan Rp8 miliar untuk Bank BPD DIY dan Bank Kulonprogo, tetapi dasar hukumnya disorot DPRD.
Bhutan dinobatkan sebagai negara paling tenang di dunia versi Noise-Free Nations Index 2026 dengan skor 89,44. Simak 10 negara paling tenang dan alasannya
Desta resmi keluar dari Vindes Corp setelah 5 tahun. Presenter itu minta publik tak berspekulasi. Hubungan dengan keluarga VINDES tetap baik
APBD Perubahan Bantul 2026 menaikkan pendapatan Rp28 miliar dan belanja Rp50 miliar, membuat defisit bertambah menjadi Rp154 miliar.