Advertisement
Puluhan Petugas TPR Pantai di Gunungkidul Diganti, Begini Alasannya
Petugas jaga mengimbau dan meminta calon pengunjung putar balik pada saat akan masuk ke TPR Wediombo di Kalurahan Jepitu, Girisubo. Minggu (15/8/2021). - Ist/dok SAR Satlinmas Wilayah I DIY\\r\\n
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Momen awal tahun tidak hanya digunakan Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntarningsih melakukan penataan pejabat yang melibatkan 110 pegawai. Pasalnya, juga mengambil kebijakan mengganti 30 petugas pungut retribusi di kawasan pantai di Bumi Handayani.
Sekretaris Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olaharga Gunungkidul, Eko Nur Cahyo mengatakan, proses pergantian petugas pungut retribusi di kawasan pantai ini berlangsung Jumat (2/1/2026). Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) bersamaan dengan momen awal tahun.
Advertisement
Dia menjelaaskan, total ada 30 petugas pungut yang diganti dan semuanya bertugas di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) wisata pantai. “Begitu ada pergantian, petugas yang baru langsung mendapatkan pengarahan langsung dari Bupati Gunungkidul, Bu Endah. Tujuannya, agar PAD dari sektor kepariwisataan lebih bisa dioptimalkan,” katanya, Minggu (4/1/2025).
Menurut Eko, untuk pergantian tidak semua petugas diganti. Pasalnya, ada juga sejumlah orang dipindah ke TPR lain yang jadi bagian penyegaran.
BACA JUGA
“Paling banyak memang diganti dengan petugas yang terdampak adanya penetaan kelembagaan baru di lingkup pemkab. Tapi, proses pergantian ini tidak ada rekrutmen pegawai baru,” katanya.
Disinggung mengenai adanya pergantian petugas TPR ini, Eko mengakui ada sejumlah faktor yang melandasi kebijakan tersebut. Selain adanya masukan dan saran dari fungsi pengawasan DPRD Gunungkidul, pergantian juga disebabkan target PAD wisata tidak terpenuhi di 2025.
“Hasil dari evaluasi di internal juga menginginkan adanya peningkatan kinerja sehingga dilakukan penyegaran lewat proses pergantian dan rotasi,” ungkap dia.
Disinggung adanya petugas curang dalam proses penarikan untuk keuntungan pribadi, Eko juga tidak menampik hal tersebut. Pasalnya, ada indikasi kebocoran retribusi karena oknum nakal petugas TPR.
“Untuk petugas TPR nakal sudah kami klarifikasi dan mengakuinya maka diambil langkah penindakan,” katanya.
Ketua DPRD Gunungkidul, Endang Sri Sumiyartini mendorong pemkab terus mengoptimalkan potensi PAD yang dimiliki. Salah satunya yang bersumber dari retribusi kepariwisataan.
“Masih bisa ditingkatkan pendapatan yang diperoleh sehingga kinerjanya juga harus dioptimalkan,” katanya.
Menurut dia, keberadaan PAD menjadi sangat penting di tengah-tengah adanya kebijakan pemangkasan anggaran dari Pemerintah Pusat sehingga program-program yang dimiliki tetap bisa dijalankan. “Makanya potensi PAD yang dimiliki harus dioptimalkan. Ini berlaku di semua sektor dan tidak hanya di pariwisata,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Walking Tour Telusuri Jejak Sejarah Simpang Lima Boyolali
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




