Libur Maulid, 13.328 Wisatawan Datang ke Pantai Parangtritis
Sebanyak 13.328 wisatawan mengunjungi Pantai Parangtritis selama tiga hari libur Maulid. Retribusi wisata mencapai Rp193,256 juta.
Bhabinkamtibmas Polsek Pundong, Dukuh Jelapan, serta tokoh masyarakat saat menyambangi lokasi tempat sampah ilegal di bekas galian pasir Kalurahan Seloharjo, beberapa waktu lalu. Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL —Polemik keberadaan lokasi pembuangan sampah liar di lahan bekas galian pasir Padukuhan Jelapan, Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul, akhirnya menemui titik terang. Pemilik lahan bersama warga setempat sepakat menghentikan aktivitas pembuangan sampah di lokasi tersebut.
Kesepakatan itu tercapai setelah Pemerintah Kalurahan Seloharjo menindaklanjuti peringatan dari Dinas Lingkungan Hidup Bantul. Lurah Seloharjo, Mahardi Badrun, mengatakan pihaknya bersama Bhabinkamtibmas Polsek Pundong, Dukuh Jelapan, serta tokoh masyarakat langsung melakukan pengecekan lapangan.
“Setelah kami cek dan berdialog, pemilik lahan berjanji tidak akan lagi menerima sampah. Bahkan sudah dibuat surat pernyataan di atas materai,” ujar Mahardi Badrun, Rabu (18/2/2026).
Dari hasil penelusuran, sampah yang dibuang di lahan tersebut merupakan limbah kain sisa pabrik konveksi yang berasal dari wilayah Kapanewon Bantul dan Kapanewon Banguntapan. Pemilik lahan mengaku hanya menerima setoran limbah dari seorang warga yang berperan sebagai pengangkut.
Badrun menjelaskan, limbah kain tersebut sebelumnya dipilah oleh warga pembuang untuk mencari sisa bahan yang masih bisa dijual. Sementara kain yang sudah tidak memiliki nilai guna dibuang ke lahan bekas galian pasir tersebut.
“Yang masih bisa dimanfaatkan dijual, sedangkan sisa yang tidak terpakai dibuang,” jelasnya.
Menurut pengakuan warga pengangkut, aktivitas tersebut dilakukan semata-mata agar truk tetap beroperasi dan sopir memperoleh penghasilan. Namun, keuntungan dari hasil pemilahan kain disebut sangat minim dan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan harian.
Di sisi lain, DLH Bantul telah mengingatkan pemilik lahan bahwa penggunaan lokasi sebagai tempat pembuangan sampah harus mengantongi izin resmi. Tanpa perizinan, lokasi tersebut wajib ditutup dan tidak boleh difungsikan sebagai TPS.
“Pemilik lahan menyampaikan memilih menutup lokasi karena hasilnya tidak seberapa dan proses perizinan tidak mudah. Ia juga mengaku kapok,” pungkas Mahardi Badrun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 13.328 wisatawan mengunjungi Pantai Parangtritis selama tiga hari libur Maulid. Retribusi wisata mencapai Rp193,256 juta.
Cek jadwal KSPN Jogja Senin 31 Agustus 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini, lengkap dengan jam keberangkatan dan tarif.
Simak jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo pada Senin 31 Agustus 2026, lengkap dengan jam keberangkatan dari Tugu dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 31 Agustus 2026 lengkap rute YIA-Stasiun Tugu Yogyakarta beserta jam keberangkatan terbaru.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Senin 31 Agustus 2026. Simak jam keberangkatan pulang pergi dan tarif hanya Rp12.000.
Jadwal KRL Palur-Jogja Senin 31 Agustus 2026 tersedia mulai pukul 05.00 hingga 20.42 WIB. Simak jadwal tiap stasiun.