Advertisement

Anggaran Turun, Kota Jogja Hanya Rehab Satu Sekolah pada 2026

Stefani Yulindriani Ria S. R
Rabu, 18 Februari 2026 - 20:57 WIB
Sunartono
Anggaran Turun, Kota Jogja Hanya Rehab Satu Sekolah pada 2026 Ilustrasi gedung sekolah rusak / JIBI

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—DPUPKP Kota Jogja pada 2026 memprioritaskan rehabilitasi total SDN Ngabean dengan alokasi Rp4,5 miliar dari APBD, di tengah penurunan anggaran rehabilitasi sekolah.

Kebijakan ini membuat hanya satu sekolah yang dapat direhabilitasi total tahun ini, meskipun sejumlah sekolah lain telah masuk daftar perencanaan dan memiliki dokumen detail engineering design (DED). Kepala Bidang Penataan Bangunan DPUPKP Kota Jogja, Fakhrul Nur Cahyanto, menjelaskan SD Negeri Ngaben dipilih karena kondisi struktur bangunannya dinilai paling mendesak untuk segera ditangani.

Advertisement

Menurut Fakhrul, kerusakan struktur bangunan SDN Ngabean pertama kali dilaporkan pada 2022, dengan temuan empat kolom lantai satu mengalami gangguan serius. Setelah melalui kajian kelayakan, pada 2023 DPUPKP Kota Jogja melakukan perkuatan sementara berupa penambahan kolom baja sebagai solusi jangka pendek. Namun, hasil rekomendasi teknis tetap mengarah pada rehabilitasi total bangunan.

“Perkuatan kolom sudah kami lakukan sebagai langkah sementara. Tetapi untuk jangka panjang, rekomendasinya memang rehab total dan itu kami rencanakan dilaksanakan tahun ini,” katanya, Rabu (18/2/2026).

Ia menyebut, pemicu kerusakan diduga berkaitan dengan perubahan struktur atap pada 2018, ketika genteng tanah liat diganti menjadi genteng beton yang memiliki beban lebih berat. Pada periode yang sama, rangka atap juga diubah dari kayu menjadi baja. Kombinasi perubahan tersebut diperkirakan memperberat struktur bangunan yang telah berdiri lebih dari 40 tahun.

“Karena Jogja termasuk daerah rawan gempa, kami tidak ingin mengambil risiko jika perbaikan total ditunda. Apalagi kerusakan terjadi pada kolom yang merupakan struktur utama,” katanya.

Dalam skema rehabilitasi, bangunan lama akan dibongkar secara menyeluruh dan dibangun kembali menggunakan perhitungan struktur terbaru yang mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) ketahanan gempa 2019. Dengan penerapan standar tersebut, bangunan sekolah diharapkan lebih aman serta memiliki ketahanan lebih baik terhadap risiko gempa bumi di wilayah Kota Jogja.

Semula, proses pembangunan direncanakan berlangsung pada Mei hingga Oktober 2026. Namun, setelah koordinasi dengan pihak sekolah, jadwal pelaksanaan berpotensi digeser menjadi Juni sampai November 2026 agar tidak mengganggu agenda ujian sekolah.

Untuk proyek rehabilitasi SDN Ngabean tersebut, Pemkot Jogja mengalokasikan anggaran sekitar Rp4,5 miliar dari APBD 2026. Fakhrul mengakui, keterbatasan pagu anggaran menjadi kendala utama sehingga tahun ini hanya satu sekolah yang dapat direhabilitasi total. Total anggaran bidang yang dikelolanya pada 2026 sekitar Rp15 miliar.

“Anggaran bidang kami tahun ini sekitar Rp15 miliar, sehingga untuk rehab total sekolah yang membutuhkan biaya besar, kami baru bisa mengajukan satu sekolah. Biasanya bisa dua hingga tiga sekolah per tahun,” katanya.

Ia menambahkan, kebutuhan anggaran untuk rehabilitasi total satu sekolah umumnya berada di kisaran Rp4 miliar hingga Rp5 miliar. Pada tahun sebelumnya, DPUPKP Kota Jogja mampu merehabilitasi tiga sekolah dengan total anggaran sekitar Rp12,8 miliar dari APBD.

Saat ini terdapat sekitar tujuh sekolah lain yang telah memiliki DED dan masuk daftar tunggu rehabilitasi. Namun, mayoritas masih tergolong rusak ringan, seperti ketidaksesuaian standar ukuran ruang kelas maupun kerusakan nonstruktural, sehingga perbaikannya dinilai masih dapat ditunda.

Fakhrul menegaskan, prioritas rehabilitasi SDN Ngabean didasarkan pada pertimbangan keselamatan struktur bangunan di wilayah rawan gempa seperti Kota Jogja.

“Secara kondisi mungkin masih bisa bertahan beberapa tahun, tetapi karena faktor keamanan dan potensi gempa, kami memilih mendahulukan perbaikan total agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disdikpora Kota Jogja Budi Santosa Asrori menyampaikan pihaknya telah memetakan sekitar lima hingga 10 sekolah yang memerlukan rehabilitasi ringan pada 2026. Perbaikan tersebut akan dilakukan melalui skema pemeliharaan rutin oleh Disdikpora Kota Jogja, dengan fokus pada bagian atap dan kerusakan ringan lainnya, sehingga program rehabilitasi sekolah Kota Jogja tetap berjalan beriringan dengan prioritas rehabilitasi total SDN Ngabean yang dibiayai APBD 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Reaktivasi PBI-JK 2026: Kemensos Perketat Verifikasi

Reaktivasi PBI-JK 2026: Kemensos Perketat Verifikasi

News
| Rabu, 18 Februari 2026, 21:37 WIB

Advertisement

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement