Advertisement
Cuaca Ekstrem Terjang Sleman, Rumah Rusak hingga Longsor
Pohon tumbang menimpa sebuah Joglo di Beran Tridadi Sleman akibat hujan lebat disertai angin kencang pada, Rabu (18/2/2026). - ist - BPBD Sleman
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN —Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Sleman, Rabu (18/1/2026) siang, menyebabkan kerusakan di sejumlah titik. Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Sleman melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB), kejadian cuaca ekstrem berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB.
Kepala BPBD Kabupaten Sleman Raden Haris Martapa melaporkan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang disertai angin kencang mengakibatkan atap rumah rusak, pohon tumbang, hingga longsor talud dan tebing di berbagai kapanewon.
Advertisement
Di Kapanewon Berbah, angin kencang menyebabkan pohon tumbang menimpa rumah warga di Padukuhan Kadisono, Kalurahan Tegaltirto. Akibatnya, genteng, usuk, hingga tembok rumah mengalami kerusakan. Selain itu, sejumlah rumah lain di wilayah yang sama dilaporkan mengalami atap terangkat dan dinding roboh. Sementara itu, talud Kali Tepus di Padukuhan Sompilan dilaporkan longsor dan masih belum tertangani hingga laporan terakhir diterima.
Dampak serupa juga terjadi di Kapanewon Gamping. Pohon tumbang menutup akses jalan di wilayah Ambarketawang, sedangkan talud makam di Balecatur terkikis arus sungai dan masih dalam kondisi belum terkondisi.
BACA JUGA
Di Kapanewon Kalasan, tebing longsor di Kalurahan Tirtomartani menyebabkan pohon rungkat, sementara di Kapanewon Minggir, pohon jati tumbang menimpa rumah warga di Sendangrejo dan merusak genteng serta rangka atap rumah.
Cuaca ekstrem juga berdampak di Kapanewon Moyudan. Beberapa pohon jati tumbang di wilayah Sumberarum dan Sumbersari, sebagian di antaranya menimpa rumah warga dan melintang di badan jalan. Seluruh kejadian tersebut telah berhasil ditangani petugas.
Sementara itu, di Kapanewon Pakem, pohon cemara di area makam Purwobinangun tumbang dan sempat menimpa kabel listrik. Adapun di Kapanewon Prambanan, BPBD mencatat adanya tanah bergerak di Wukirharjo serta longsor tebing setinggi sekitar 10 meter di Gayamharjo yang menimpa bagian belakang rumah warga. Kedua kejadian tersebut masih dalam penanganan.
Di wilayah Kapanewon Sleman, pohon tumbang di kawasan Floating Resto, Jalan Rorojonggrang, Beran, Tridadi, menimpa gazebo dan bangunan penginapan. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka dalam seluruh rangkaian kejadian tersebut.
BPBD Kabupaten Sleman menyebutkan, langkah yang telah dilakukan meliputi asesmen dampak kejadian, koordinasi dengan pihak terkait, serta penyaluran dukungan logistik. Sejumlah unsur terlibat dalam penanganan, mulai dari BPBD Sleman, Destana, pemerintah kalurahan, TNI-Polri, relawan SAR, hingga masyarakat setempat.
BPBD Sleman mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, terutama di wilayah rawan pohon tumbang dan longsor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Musprov SMSI DIY Angkat Ketua Baru, Dorong Ekosistem Media Siber Sehat
- Kemenag DIY Gelar Pengamatan Hilal di Bantul, Ini Hasilnya
- Anggaran BPJS Rp42 Miliar, Gunungkidul Reaktivasi 6.000 Peserta PBI
- Waduk Sermo Kulonprogo Tawarkan Wisata Perahu dan Camping
- Viral Banjir dan Longsor Ngawen, 35 Warga Gunungkidul Mengungsi
Advertisement
Advertisement




