Industri Kulit DIY Bidik Peluang dari Tren Wisata Wellness
Wisata wellness dinilai membuka peluang baru bagi industri kulit DIY. Pelaku usaha didorong menjual pengalaman, bukan sekadar produk, untuk menarik wisatawan.
Foto ilustrasi petugas loket melayani peserta BPJS Kesehatan. - Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN di Bantul yang sempat dinonaktifkan kini bisa direaktivasi kembali setelah verifikasi ulang menunjukkan masih berhak menerima bantuan. Hal ini ditegaskan Pemerintah Kabupaten Bantul yang menyiapkan pembiayaan melalui APBD agar akses layanan kesehatan warga tetap terjamin.
Sekretaris Dinas Kesehatan Bantul, Anugrah Wiendyasari, menjelaskan reaktivasi kepesertaan BPJS PBI diprioritaskan bagi warga dengan kebutuhan medis mendesak, seperti penderita penyakit kronis, katastropik, maupun kondisi darurat yang berpotensi mengancam keselamatan jiwa.
“Setelah dilakukan diversifikasi ulang dan terbukti masih memenuhi kriteria, kepesertaan akan diaktifkan kembali dan iurannya ditanggung oleh APBD,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).
Menurutnya, kebijakan reaktivasi BPJS PBI Bantul tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat rentan tetap mendapatkan layanan kesehatan tanpa terhambat persoalan administrasi kepesertaan. Pemerintah daerah berupaya menjaga kesinambungan perlindungan kesehatan bagi kelompok miskin dan rentan.
Pada 2026, Pemkab Bantul mengalokasikan anggaran sekitar Rp60 miliar melalui APBD untuk program BPJS Kesehatan PBI daerah. Jumlah peserta yang ditanggung pemerintah daerah mencapai lebih dari 100.000 orang.
"Pemerintah daerah tetap berupaya untuk memberikan perlindungan jaminan kesehatan, khususnya bagi masyarakat miskin dan rentan yang membutuhkan penanganan medis segera," ujarnya.
Kepala Bidang Perlindungan, Jaminan Sosial, dan Penanganan Korban Bencana Dinas Sosial Bantul, Sujarwo, menyebut proses reaktivasi kepesertaan terus berjalan. Sejak 1 hingga 12 Februari 2026 tercatat sebanyak 2.535 kepala keluarga telah berhasil diaktifkan kembali status BPJS PBI-nya.
"Untuk biaya yang reaktivasi nanti akan ditanggung oleh APBD dan jika tidak mencukupi kemungkinan bisa dari sumber pendanaan lain termasuk BTT," katanya.
Data reaktivasi BPJS PBI Bantul tersebut menunjukkan kebutuhan jaminan kesehatan masyarakat masih tinggi, sehingga pemerintah daerah terus melakukan verifikasi dan percepatan layanan administrasi agar warga tidak kehilangan akses pengobatan, terutama bagi kelompok rentan yang membutuhkan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wisata wellness dinilai membuka peluang baru bagi industri kulit DIY. Pelaku usaha didorong menjual pengalaman, bukan sekadar produk, untuk menarik wisatawan.
BMKG memprakirakan hujan petir berpotensi terjadi di sejumlah kota besar pada Minggu. Jakarta, Bandung, hingga Pekanbaru diprediksi diguyur hujan ringan.
Penyaluran rumah subsidi FLPP 2026 mencapai 77.532 unit atau 22,15 persen dari target. Generasi muda usia 19–25 tahun menjadi penerima terbanyak.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress 14 Juni 2026 dari Stasiun Tugu ke Bandara YIA. Perjalanan non-stop hanya 35-40 menit dengan tarif Rp50.000.
Harga emas Pegadaian hari ini, Minggu 14 Juni 2026, menunjukkan emas Antam naik ke Rp2,82 juta per gram, sedangkan UBS dan Galeri24 stabil.
Kementerian PU mengalokasikan Rp1,65 triliun untuk program infrastruktur berbasis masyarakat di 4.127 lokasi pada 2027 guna mendukung irigasi, air minum.