Kasus Leptospirosis di Bantul Capai 123 Orang, Enam Meninggal Dunia
Kasus leptospirosis di Bantul capai 123 hingga Mei 2026, enam pasien meninggal akibat terlambat ditangani.
Foto ilustrasi investasi. - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Realisasi investasi di Kabupaten Bantul pada Triwulan I 2026 mencapai Rp149,47 miliar atau 31,43 persen dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 sebesar Rp475,52 miliar. Capaian tersebut juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja di daerah.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bantul, Annihayah, mengatakan capaian tersebut menjadi modal penting untuk mengejar target investasi tahunan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Realisasi investasi hingga Triwulan I tahun 2026 mencapai Rp149,47 miliar atau 31,43 persen dari target RPJMD. Investasi tersebut juga telah menyerap 969 tenaga kerja dari 858 proyek yang berjalan,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
858 Proyek Serap 969 Tenaga Kerja
Berdasarkan data DPMPTSP Bantul, total investasi yang masuk selama tiga bulan pertama pada tahun 2026 melibatkan 858 proyek yang tersebar di berbagai sektor usaha.
Dari jumlah tersebut, tercatat 969 tenaga kerja berhasil terserap, menunjukkan kontribusi langsung investasi terhadap pembukaan lapangan kerja di daerah.
Sektor Tersier Masih Mendominasi
Secara sektoral, investasi di Bantul masih didominasi oleh sektor tersier dengan 670 proyek. Disusul sektor sekunder sebanyak 175 proyek dan sektor primer sebanyak 13 proyek.
Namun, perhitungan investasi ini belum mencakup beberapa sektor seperti hulu migas, perbankan, lembaga keuangan nonbank, asuransi, industri rumah tangga, dan usaha mikro.
Perdagangan dan Properti Jadi Penyumbang Terbesar
Dari sisi subsektor, perdagangan dan reparasi menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai Rp58,5 miliar.
Di posisi berikutnya terdapat subsektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran dengan nilai Rp43,7 miliar, serta jasa lainnya sebesar Rp32,7 miliar.
Sementara sektor manufaktur mencatat kontribusi dari industri tekstil sebesar Rp6,3 miliar dan industri kayu sebesar Rp6,2 miliar.
Optimisme Pertumbuhan Investasi
Annihayah menilai dominasi investasi di sektor perdagangan, properti, dan jasa menunjukkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap iklim investasi di Bantul.
Pemerintah Kabupaten Bantul berharap tren positif ini dapat terus berlanjut sehingga target investasi hingga akhir 2026 dapat tercapai secara optimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus leptospirosis di Bantul capai 123 hingga Mei 2026, enam pasien meninggal akibat terlambat ditangani.
Realisasi investasi Bantul Triwulan I 2026 mencapai Rp149,47 miliar atau 31,43 persen target RPJMD, menyerap 969 tenaga kerja dari 858 proyek.
Disbud Kabupaten Sleman menyiapkan hibah alat musik senilai Rp393,4 juta yang bersumber dari Dana Keistimewaan (Danais) DIY untuk 13 kelompok seni pada 2026.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Pakar IT mengungkap 14 kebiasaan digital sehari-hari yang dapat membuat perangkat cepat rusak dan rentan diretas, mulai dari password lemah hingga WiFi publik.