Bantul Bidik Investasi China, Tawarkan Teknologi Pengelolaan Sampah

Yosef Leon
Yosef Leon Minggu, 19 Juli 2026 17:57 WIB
Bantul Bidik Investasi China, Tawarkan Teknologi Pengelolaan Sampah

Foto ilustrasi pertumbuhan ekonomi. - Freepik

Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mulai menjajaki peluang kerja sama penanaman modal dengan China. Sejumlah sektor investasi kini tengah dipetakan sebagai bahan penawaran kepada negara tersebut, termasuk pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan di Bantul.

Langkah awal penjajakan itu dilakukan melalui koordinasi bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di China untuk membahas berbagai peluang investasi yang berpotensi dikembangkan di Kabupaten Bantul.

Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya DPMPTSP Bantul, Leny Yuliani, mengatakan saat ini pemerintah daerah masih berada pada tahap identifikasi sektor-sektor yang dinilai sesuai untuk ditawarkan kepada investor asal China.

"Kami baru identifikasi untuk jenis-jenis investasi apa saja yang cocok dan bisa dikerjasamakan ke depan," kata Leny, Sabtu (18/7/2026).

Berpotensi Dikembangkan

Dalam pembahasan tersebut, muncul sejumlah sektor yang dinilai memiliki peluang untuk dikerjasamakan. Di antaranya teknologi pengelolaan sampah menjadi energi serta teknologi mengubah air laut menjadi air tawar.

Leny menilai kedua bidang tersebut berpeluang dikembangkan karena China telah memiliki teknologi yang memadai sehingga implementasinya dinilai lebih memungkinkan.

"Karena mereka sudah punya teknologinya sehingga kan bisa dilakukan di sini. Jadi sana sudah mampu untuk melakukan," ungkapnya.

Persoalan Sampah Masuk Agenda Pembahasan

Selain membahas peluang investasi berbasis teknologi, persoalan pengelolaan sampah di Bantul juga menjadi salah satu topik dalam koordinasi tersebut.

Menurut Leny, permasalahan sampah yang hingga kini belum sepenuhnya terselesaikan membuka peluang kerja sama dengan investor asal China apabila terdapat kesesuaian kebutuhan dan teknologi.

"Untuk pengelolaan sampah mungkin sana juga berminat, karena kan di Bantul masalah sampah masih belum sepenuhnya terpecahkan," ujarnya.

Investasi China Berkontribusi di Bantul

Kepala DPMPTSP Bantul, Annihayah, mengungkapkan penanaman modal asing (PMA) asal China sebenarnya sudah masuk ke Kabupaten Bantul.

Sepanjang tahun lalu, nilai investasi dari China mencapai Rp30,3 miliar atau menempati posisi kedua setelah Prancis yang mencatatkan investasi sebesar Rp198,4 miliar.

Menurutnya, kemampuan China dalam penguasaan teknologi dapat menjadi peluang bagi DIY, termasuk Bantul, untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan daerah sekaligus mengembangkan potensi ekonomi yang tersedia.

"Agenda kemarin itu memang inisiatif dari DIY untuk menyampaikan beberapa potensi teknologi China yang mungkin bisa dibawa ke sini,” ujarnya.

Tantangan Lahan

Di sisi lain, Annihayah mengakui terdapat tantangan apabila investasi nantinya diarahkan ke kawasan Pantai Selatan (Pansela) Bantul.

Pasalnya, sebagian besar lahan di kawasan tersebut berstatus Sultan Ground (SG) sehingga pemanfaatannya dibatasi hanya untuk sektor-sektor tertentu.

Meski demikian, ia berharap penjajakan yang masih berada pada tahap awal ini dapat berkembang menjadi kerja sama investasi yang memberikan manfaat bagi daerah.

"Ini masih tahap awal sekali semoga ke depannya ada yang bisa ditindaklanjuti baik dari China dan juga dari kami sehingga bisa membawa dampak yang optimal ke depannya," pungkas dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online