Begal Payudara Teror Pelari di Bantul, Polisi Buru Pelaku

Yosef Leon
Yosef Leon Sabtu, 18 Juli 2026 16:27 WIB
Begal Payudara Teror Pelari di Bantul, Polisi Buru Pelaku

Foto ilustrasi penangkapan. - Dibuat menggunakan Artificial Intelligence/AI

Harianjogja.com, BANTUL—Polisi menyelidiki dugaan pelecehan seksual jalanan atau begal payudara yang dialami seorang perempuan saat berolahraga pagi di Jalan Kedon, Bambanglipuro, Bantul, Sabtu (18/7/2026). Korban telah melapor ke kepolisian, sementara petugas kini memburu pelaku dengan mengumpulkan sejumlah bukti, termasuk menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi.

Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah informasi mengenai kejadian itu ramai beredar di media sosial. Peristiwa terjadi di kawasan persawahan di utara Rumah Makan Mbah Pur sekitar pukul 06.00 WIB.

Korban Dilecehkan Saat Jogging Sendirian

Kapolsek Bambanglipuro, AKP I Nengah Jeffry, membenarkan adanya laporan dugaan pelecehan seksual tersebut. Saat kejadian, korban sedang berlari pagi seorang diri di Jalan Kedon dengan kondisi jalan yang relatif sepi.

"Betul, kejadian pagi tadi di persawahan utara rumah makan Mbah Pur," kata Jeffry.

Berdasarkan keterangan korban, seorang pria yang mengendarai sepeda motor tiba-tiba mendekat dan melakukan pelecehan seksual sebelum meninggalkan lokasi.

Meski mengalami syok, korban masih sempat mengingat ciri-ciri pelaku. Pria tersebut bertubuh kecil dan kurus, mengenakan jaket hitam, celana jins, serta helm, dan mengendarai sepeda motor matik.

Korban juga berhasil mengingat sebagian nomor polisi kendaraan yang digunakan pelaku.

"Korban juga sempat menghafal nomor polisi motor yang digunakan pelaku yaitu AA 3706, tapi belakangnya korban lupa," ujarnya.

Polisi Telusuri Rekaman CCTV

Informasi mengenai dugaan begal payudara itu kemudian tersebar di media sosial. Salah satu unggahan akun Instagram @merapi_uncover menyebut peristiwa terjadi sekitar pukul 06.15 WIB dan menyampaikan bahwa korban sempat mencatat sebagian nomor polisi kendaraan pelaku.

Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi kini melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku, termasuk mencari rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Menurut Jeffry, upaya itu menghadapi kendala karena lokasi kejadian berada di kawasan persawahan yang tidak memiliki kamera pengawas yang mengarah langsung ke titik kejadian. Meski demikian, polisi tetap menelusuri rekaman CCTV dari lokasi terdekat yang memungkinkan.

Polisi Imbau Warga Tidak Berolahraga Sendirian

Selain melakukan penyelidikan, Polsek Bambanglipuro juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat berolahraga, terutama di lokasi yang minim aktivitas warga.

Jeffry menyarankan masyarakat memilih berolahraga secara berkelompok dan menghindari area yang sepi untuk mengurangi risiko menjadi korban kejahatan jalanan.

"Hindari area yang sepi, sebaiknya berolahraga secara kelompok dan waspada orang atau pengendara yang mencurigakan," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online