Pria Asal Sewon Ditemukan Meninggal di Sungai Bedog Bantul
Seorang pria 61 tahun ditemukan meninggal di Sungai Bedog, Bantul. Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan, korban diduga punya riwayat epilepsi.
Ilustrasi kekerasan/magnific.com
Harianjogja.com, BANTUL—Polisi mengamankan empat remaja yang diduga terlibat dalam pembacokan terhadap seorang pelajar di wilayah Sanden, Kabupaten Bantul. Selain menangkap para terduga pelaku, penyidik juga menyita sejumlah senjata tajam yang diduga digunakan dalam aksi kekerasan tersebut serta masih memburu kemungkinan pelaku lain.
Kasus ini kini ditangani Unit Reskrim Polsek Sanden bersama Opsnal Satreskrim Polres Bantul dan Unit Reskrim Polsek Srandakan. Polisi mendalami keterlibatan anggota rombongan lainnya karena saat kejadian kelompok pelaku diduga berjumlah sekitar 20 orang yang mengendarai sekitar 10 sepeda motor.
Kasihumas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan empat remaja yang telah diamankan masing-masing berinisial ASA (17), FNS (17), DBK alias D (18), dan AKPP (17). Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, keempatnya mengakui keterlibatan dalam aksi kekerasan terhadap korban sesuai dengan peran masing-masing.
"Keempat tersangka yakni ASA, 17; FNS, 17; DBK alias D, 18; dan AKPP, 17. Dari hasil pemeriksaan, para tersangka mengakui keterlibatan mereka dalam peristiwa kekerasan terhadap korban sesuai dengan peran masing-masing," ujar Rita, Senin (13/7/2026).
Menurut Rita, ASA diduga membacok korban menggunakan golok sekaligus merusak sepeda motor korban. FNS diduga melakukan pemukulan dengan tangan kosong. Sementara DBK diduga merusak sepeda motor korban menggunakan senjata tajam, sedangkan AKPP diduga menendang sepeda motor korban hingga terjatuh serta membawa golok saat kejadian.
Peristiwa tersebut menimpa R.S.P. (16), pelajar asal di Srigading, Sanden, Kabupaten Bantul, pada Minggu (12/7/2026) dini hari. Korban mengalami luka bacok pada bagian tangan sehingga harus menjalani perawatan medis di RSUD Saras Adyatma Bambanglipuro sebelum dirujuk ke RSUD Panembahan Senopati Bantul.
Berdasarkan penyelidikan sementara, kejadian bermula sekitar pukul 02.00 WIB ketika korban bersama sejumlah rekannya berkendara menuju kawasan di Ngepet, Srigading, Kabupaten Bantul. Mereka kemudian memperoleh informasi mengenai rombongan pengendara motor yang melintas sehingga berupaya mencari kelompok tersebut.
Saat berada di Perempatan Jembatan Merah, rombongan korban berpapasan dengan sekitar 20 orang yang mengendarai sekitar 10 sepeda motor. Ketika korban berbalik arah, rombongan pelaku diduga mengejar dari belakang.
"Ketika korban kembali menuju arah selatan, rombongan pelaku menyusul dari belakang," kata Rita.
Korban kemudian diduga ditendang hingga terjatuh dari sepeda motor. Setelah itu, korban diseret ke tepi sawah dan dikeroyok. Berdasarkan keterangan saksi, kelompok pelaku membawa senjata tajam berupa celurit dan golok yang kemudian digunakan dalam aksi kekerasan tersebut. Selain melukai korban, pelaku juga merusak sepeda motor yang dikendarainya.
Polres Bantul menegaskan proses penyidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam kasus tersebut. Polisi juga masih menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain mengingat jumlah anggota rombongan saat kejadian diduga jauh lebih banyak dibandingkan mereka yang telah diamankan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang pria 61 tahun ditemukan meninggal di Sungai Bedog, Bantul. Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan, korban diduga punya riwayat epilepsi.
Meteor hijau yang viral di langit Jogja dipastikan BRIN merupakan batuan antariksa. Simak penjelasan ilmiah soal warna, dentuman, dan lintasannya.
SMPN 1 Wates mulai menggunakan gedung baru pada tahun ajaran 2026/2027 meski sejumlah fasilitas pendukung masih akan dilengkapi bertahap.
Populasi wereng batang cokelat di Sleman turun sekitar 52 persen setelah pengendalian terpadu. Petani tetap diminta rutin mengawasi sawah.
Ratusan sekolah di Bantul menggelar MPLS 2026 dengan konsep ramah, bebas perpeloncoan, perundungan, dan kekerasan sesuai Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026.
DIY dan Kalimantan Timur menyiapkan program pelestarian budaya Jawa serta pengembangan pariwisata yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027.