Kelurahan Gilingan Solo Kembangkan Pengolahan Sampah Organik Berbasis Warga
Gilingan, Solo, mengembangkan pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat dengan komposter dan mesin pencacah plastik.
Ilustrasi kekerasan/magnific.com
Harianjogja.com, BANTUL—Polisi mengamankan empat remaja yang diduga terlibat dalam pembacokan terhadap seorang pelajar di wilayah Sanden, Kabupaten Bantul. Selain menangkap para terduga pelaku, penyidik juga menyita sejumlah senjata tajam yang diduga digunakan dalam aksi kekerasan tersebut serta masih memburu kemungkinan pelaku lain.
Kasus ini kini ditangani Unit Reskrim Polsek Sanden bersama Opsnal Satreskrim Polres Bantul dan Unit Reskrim Polsek Srandakan. Polisi mendalami keterlibatan anggota rombongan lainnya karena saat kejadian kelompok pelaku diduga berjumlah sekitar 20 orang yang mengendarai sekitar 10 sepeda motor.
Kasihumas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan empat remaja yang telah diamankan masing-masing berinisial ASA (17), FNS (17), DBK alias D (18), dan AKPP (17). Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, keempatnya mengakui keterlibatan dalam aksi kekerasan terhadap korban sesuai dengan peran masing-masing.
"Keempat tersangka yakni ASA, 17; FNS, 17; DBK alias D, 18; dan AKPP, 17. Dari hasil pemeriksaan, para tersangka mengakui keterlibatan mereka dalam peristiwa kekerasan terhadap korban sesuai dengan peran masing-masing," ujar Rita, Senin (13/7/2026).
Menurut Rita, ASA diduga membacok korban menggunakan golok sekaligus merusak sepeda motor korban. FNS diduga melakukan pemukulan dengan tangan kosong. Sementara DBK diduga merusak sepeda motor korban menggunakan senjata tajam, sedangkan AKPP diduga menendang sepeda motor korban hingga terjatuh serta membawa golok saat kejadian.
Peristiwa tersebut menimpa R.S.P. (16), pelajar asal di Srigading, Sanden, Kabupaten Bantul, pada Minggu (12/7/2026) dini hari. Korban mengalami luka bacok pada bagian tangan sehingga harus menjalani perawatan medis di RSUD Saras Adyatma Bambanglipuro sebelum dirujuk ke RSUD Panembahan Senopati Bantul.
Berdasarkan penyelidikan sementara, kejadian bermula sekitar pukul 02.00 WIB ketika korban bersama sejumlah rekannya berkendara menuju kawasan di Ngepet, Srigading, Kabupaten Bantul. Mereka kemudian memperoleh informasi mengenai rombongan pengendara motor yang melintas sehingga berupaya mencari kelompok tersebut.
Saat berada di Perempatan Jembatan Merah, rombongan korban berpapasan dengan sekitar 20 orang yang mengendarai sekitar 10 sepeda motor. Ketika korban berbalik arah, rombongan pelaku diduga mengejar dari belakang.
"Ketika korban kembali menuju arah selatan, rombongan pelaku menyusul dari belakang," kata Rita.
Korban kemudian diduga ditendang hingga terjatuh dari sepeda motor. Setelah itu, korban diseret ke tepi sawah dan dikeroyok. Berdasarkan keterangan saksi, kelompok pelaku membawa senjata tajam berupa celurit dan golok yang kemudian digunakan dalam aksi kekerasan tersebut. Selain melukai korban, pelaku juga merusak sepeda motor yang dikendarainya.
Polres Bantul menegaskan proses penyidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam kasus tersebut. Polisi juga masih menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain mengingat jumlah anggota rombongan saat kejadian diduga jauh lebih banyak dibandingkan mereka yang telah diamankan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gilingan, Solo, mengembangkan pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat dengan komposter dan mesin pencacah plastik.
IHSG berpeluang menguat pada Senin, 12 Oktober 2026. Simak level support-resistance serta rekomendasi saham EMAS, KLBF, PACK, dan DOOH dari BRIDS.
Bisalunas merangkum enam bentuk pelanggaran penagihan pinjol, mulai dari spam chat kasar, penyalahgunaan data pribadi, intimidasi keluarga, hingga order ojol
AKBP Rosana Albertina Labobar resmi memimpin Polres Gunungkidul dan memperkenalkan konsep Ngopeni untuk memperkuat pelayanan serta sinergi dengan masyarakat.
Indonesia menguji cairan bantuan Brasil untuk memadamkan karhutla di Sumatera Selatan dan Kalimantan melalui penyemprotan udara dan pemadaman manual.
Pemerintah menyiapkan tiga pabrik tepung telur dan tepung daging dengan investasi awal Rp200 miliar per pabrik untuk menekan impor dan memperkuat peternakan.