ASN Bantul Bakal Didorong Belanja di Pasar Rakyat

Yosef Leon
Yosef Leon Jum'at, 10 Juli 2026 20:07 WIB
ASN Bantul Bakal Didorong Belanja di Pasar Rakyat

Kantor Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (ANTARA/Hery Sidik)

Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul menyiapkan langkah baru untuk memperkuat keberlangsungan pasar rakyat dengan mendorong aparatur sipil negara (ASN) berbelanja secara rutin di pasar tradisional. Program tersebut digagas sebagai upaya meningkatkan aktivitas ekonomi sekaligus membantu menambah pendapatan para pedagang yang selama ini menghadapi berbagai tantangan.

Rencana tersebut saat ini masih dalam tahap perumusan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul. Regulasi pendukung juga sedang disiapkan sebelum program dijalankan secara resmi.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul, Prapta Nugraha, mengatakan kebijakan itu merupakan bagian dari strategi pemberdayaan sekaligus perlindungan terhadap pedagang pasar rakyat.

"Kami memang sedang merumuskan kebijakannya. Kemungkinan nanti dalam bentuk edaran atau instruksi, tetapi saat ini masih digodok," kata Prapta, Jumat (10/7/2026).

Melalui program tersebut, ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bantul hingga pemerintah kalurahan direncanakan didorong untuk melakukan aktivitas belanja di pasar rakyat secara berkala. Namun, frekuensi pelaksanaannya masih menjadi bahan pembahasan.

Pemerintah mempertimbangkan beberapa opsi, mulai dari satu kali dalam sebulan hingga satu kali dalam dua bulan. Mekanisme pelaksanaan juga masih menunggu hasil pembahasan lebih lanjut.

Menurut Prapta, tujuan utama program ini bukan semata mengarahkan ASN untuk berbelanja, melainkan menciptakan perputaran ekonomi yang lebih besar di pasar rakyat. Dengan meningkatnya jumlah pengunjung, aktivitas transaksi diharapkan ikut bertambah sehingga berdampak langsung terhadap omzet pedagang.

"Semata-mata untuk menambah ramai pasar dan menambah pendapatan teman-teman pedagang pasar," ujarnya.

Bantul saat ini memiliki 33 pasar rakyat yang tersebar di berbagai kapanewon. Pasar-pasar tersebut masih menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, meskipun sebagian mulai menghadapi tekanan akibat perubahan perilaku konsumen yang semakin akrab dengan platform belanja daring.

Perkembangan teknologi digital membuat masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pasar tradisional yang selama puluhan tahun menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan.

Selain persaingan dengan perdagangan digital, pasar rakyat juga menghadapi persoalan regenerasi pedagang. Banyak pelaku usaha di pasar tradisional telah memasuki usia lanjut, sementara generasi muda tidak selalu melanjutkan usaha keluarga yang telah dirintis sebelumnya.

Akibatnya, jumlah pedagang di beberapa pasar mulai berkurang. Jika kondisi tersebut berlangsung dalam jangka panjang, keberlangsungan aktivitas ekonomi pasar rakyat dikhawatirkan ikut terdampak.

Karena itu, Pemkab Bantul berupaya menjaga eksistensi pasar tradisional melalui berbagai program pendukung. Salah satunya dengan mengampanyekan pasar rakyat sebagai tempat belanja yang tetap relevan dan memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi lokal.

Prapta menegaskan pasar rakyat bukan hanya tempat transaksi jual beli, tetapi juga menjadi ruang perputaran ekonomi masyarakat kecil yang perlu terus diperkuat keberadaannya.

Saat ini, gerakan ASN berbelanja di pasar rakyat masih berupa konsep yang sedang dimatangkan. Bentuk akhir regulasi maupun jadwal pelaksanaan masih menunggu keputusan pemerintah daerah setelah seluruh pembahasan selesai dilakukan.

Meski demikian, pemerintah berharap program tersebut nantinya mampu menghadirkan dampak nyata bagi pedagang pasar rakyat, meningkatkan keramaian pasar, serta memperkuat ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan di Kabupaten Bantul.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online