Haedar Nashir Minta Pendidikan Kembali ke Amanat Konstitusi

Yosef Leon
Yosef Leon Sabtu, 04 Juli 2026 13:37 WIB
Haedar Nashir Minta Pendidikan Kembali ke Amanat Konstitusi

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir duduk di depan front office Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) di Jalan Brawijaya, Gatak, Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Bantul, yang diresmikan Sabtu (4/7/2026). / Harian Jogja-Yosef Leon

Harianjogja.com, BANTUL— Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengingatkan pentingnya mengembalikan orientasi pendidikan nasional pada amanat konstitusi. Menurutnya, pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada pencapaian akademik ataupun aspek keagamaan semata, tetapi harus mampu membentuk manusia Indonesia yang utuh.

Pesan tersebut disampaikan Haedar saat meresmikan Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) di Jalan Brawijaya, Gatak, Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Bantul, Sabtu (4/7/2026).

Haedar menegaskan konsep dasar pendidikan Indonesia telah diatur secara jelas dalam Pembukaan UUD 1945 dan Pasal 31 UUD 1945. Pendidikan, menurutnya, harus diarahkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus membangun karakter, moral, dan peradaban masyarakat.

"Kan konsep dasar pendidikan Indonesia itu mencerdaskan kehidupan bangsa. Orientasi pendidikan tidak hanya semata-mata kecerdasan intelektual. Karena ketika kecerdasan intelektual mengabaikan kecerdasan spiritual, muncul hal lain yang hanya mendidik untuk urusan rohani semata. Maka sistem pendidikan Indonesia harus kembali pada konsep dasarnya," ujar Haedar.

Ia menilai keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual menjadi kunci dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, akhlak mulia, dan tanggung jawab sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Haedar juga mengingatkan perguruan tinggi agar tidak terjebak pada persaingan mencari mahasiswa tanpa diimbangi peningkatan mutu pendidikan. Menurutnya, orientasi bisnis yang berlebihan dapat menggeser tujuan utama lembaga pendidikan.

"Keliru kalau kemudian semata-mata mengejar mahasiswa. Jangan sampai universitas seperti bis kota mengejar penumpang. Kalau kualitas pembelajarannya tidak baik, nanti terjadi disorientasi," katanya.

Menurut Haedar, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kualitas pembelajaran dan menghasilkan lulusan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Selain menyoroti dunia pendidikan, Haedar juga menyinggung pentingnya menjaga keseimbangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menilai pembangunan nasional perlu dilakukan secara moderat, terpadu, dan holistik dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila.

Ia mengingatkan agar setiap sektor pembangunan berjalan sesuai fungsi dan kewenangannya masing-masing, termasuk dalam menjaga batas yang proporsional antara ranah sipil dan militer.

Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah Sapen Jogja, Agung Rahmanto, menjelaskan kehadiran Muhammadiyah Sapen Universal School merupakan bagian dari pengembangan layanan pendidikan yang selama ini dijalankan SD Muhammadiyah Sapen.

Menurut Agung, sekolah baru tersebut akan mulai beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027 dengan hari pertama kegiatan belajar mengajar dijadwalkan berlangsung pada 13 Juli 2026.

Pada tahap awal, MSUS membuka dua jenjang pendidikan, yakni kelas I dan kelas III. Masing-masing jenjang terdiri atas dua rombongan belajar sebagai langkah awal pengembangan sekolah.

"Pada tahun pertama operasional ini kami membuka dua jenjang, yakni kelas I dan kelas III. Masing-masing jenjang terdiri atas dua kelas paralel," kata Agung.

Pengembangan sekolah akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kesiapan fasilitas, tenaga pendidik, dan jumlah peserta didik yang terus bertambah setiap tahun.

Dalam rencana jangka panjang, MSUS menargetkan memiliki dua kelas paralel pada setiap jenjang dari kelas I hingga kelas VI. Dengan kapasitas maksimal 28 siswa per kelas, sekolah tersebut diproyeksikan mampu menampung hingga 336 peserta didik.

Kehadiran sekolah baru ini diharapkan memperluas akses pendidikan Muhammadiyah di wilayah Bantul sekaligus menghadirkan model pembelajaran yang mengintegrasikan penguatan karakter, nilai keislaman, dan kompetensi akademik sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online