Wajiran Kembali Jadi Lurah Srimulyo Usai Divonis Bebas Kasus TKD
Wajiran resmi kembali menjabat Lurah Srimulyo, Bantul, setelah divonis bebas dalam kasus dugaan korupsi tanah kas desa atau TKD.
Ubur-Ubur - Ilustrasi/StockCake
Harianjogja.com, BANTUL—Wisatawan yang menghabiskan masa libur sekolah di kawasan pantai selatan Bantul diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan ubur-ubur yang belakangan banyak ditemukan di pesisir. Dalam satu hari, sedikitnya 116 pengunjung dilaporkan mengalami sengatan ubur-ubur saat beraktivitas di kawasan pantai.
Kemunculan ubur-ubur dalam jumlah cukup banyak ditemukan di sejumlah titik pantai selatan Bantul, terutama di Pantai Depok dan Pantai Parangtritis. Kondisi tersebut bertepatan dengan meningkatnya jumlah wisatawan selama musim liburan sehingga risiko sengatan terhadap pengunjung ikut bertambah.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bantul, Raden Jati Bayubroto, meminta wisatawan, khususnya anak-anak, untuk tidak menyentuh ubur-ubur yang ditemukan di pasir maupun yang masih berada di perairan pantai.
Menurutnya, bentuk ubur-ubur yang menyerupai gelembung transparan berwarna biru kerap memancing rasa penasaran anak-anak. Padahal, kontak langsung dengan hewan laut tersebut dapat menimbulkan rasa panas, sensasi terbakar, perih, hingga sesak napas ringan.
"Biasanya kan anak-anak ini suka penasaran, jadi asal pegang saja. Makanya kami minta orang tua yang ikut juga terus mendampingi apalagi saat musim libur sekolah sekarang," katanya, Rabu (1/7/2026).
Jati menuturkan petugas di lapangan secara rutin memberikan imbauan kepada wisatawan terkait bahaya ubur-ubur. Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan agar jumlah korban sengatan tidak terus bertambah selama periode kunjungan wisata yang tinggi.
Selain petugas Satpol PP, edukasi keselamatan juga dilakukan oleh Satgas Jogo Segoro yang bertugas melakukan patroli dan memberikan informasi kepada wisatawan mengenai berbagai potensi bahaya di kawasan pantai.
"Salah satu ketugasan mereka itu melindungi para wisatawan. Edukasi bahaya gelombang laut, kemudian antisipasi jika sedang musim ubur-ubur," jelasnya.
Jati menyampaikan para petugas telah dibekali kemampuan penanganan awal jika terjadi insiden sengatan ubur-ubur maupun kecelakaan laut lainnya.
Petugas tidak hanya mendapatkan pelatihan dasar penyelamatan, tetapi juga dilengkapi peralatan standar yang dibutuhkan untuk memberikan pertolongan pertama kepada wisatawan.
"Total ada 87 petugas kami. Kemudian ada juga yang dari SRI itu punya DIY. Jadi kami pastikan agar kenyamanan dan keselamatan wisatawan adalah yang utama," ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi III Pantai Parangtritis, Muhammad Arif Nugraha, mengatakan kemunculan ubur-ubur mulai meningkat sejak akhir pekan lalu.
Menurut Arif, sebagian besar ubur-ubur ditemukan terdampar di sepanjang garis pantai, terutama di kawasan Pantai Depok dan Pantai Parangtritis.
"Sekarang memang sedang musimnya jadi banyak yang terdampar di pinggir pantai," katanya.
Lonjakan jumlah ubur-ubur tersebut berdampak langsung pada meningkatnya kasus sengatan terhadap wisatawan. Data petugas menunjukkan sebanyak 116 pengunjung menjadi korban sengatan hanya dalam satu hari pada akhir pekan lalu.
Korban tidak hanya berasal dari kalangan anak-anak, tetapi juga orang dewasa yang sedang bermain di sekitar bibir pantai. Mereka kemudian mendapatkan penanganan awal dari petugas untuk mengurangi rasa nyeri dan sensasi panas akibat sengatan.
Arif mengatakan petugas terus berkeliling di kawasan wisata untuk mengingatkan pengunjung agar tidak menyentuh ubur-ubur dan segera melapor jika mengalami sengatan.
"Makanya petugas di lapangan rutin berkeliling untuk mengingatkan pengunjung, terutama saat akhir pekan dimana kunjungan ke pantai jumlahnya meningkat," pungkasnya.
Dengan masih berlangsungnya musim libur sekolah dan tingginya kunjungan wisatawan ke pantai selatan Bantul, petugas memperkirakan potensi kemunculan ubur-ubur masih akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Wisatawan diminta tetap mengikuti arahan petugas dan mengawasi anak-anak saat bermain di kawasan pantai guna menghindari risiko sengatan maupun potensi bahaya lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wajiran resmi kembali menjabat Lurah Srimulyo, Bantul, setelah divonis bebas dalam kasus dugaan korupsi tanah kas desa atau TKD.
Kemkomdigi meminta Google dan Apple menghapus aplikasi Hornet dari Play Store dan App Store di Indonesia karena persoalan kepatuhan aturan PSE dan aduan masyara
Google menghadirkan fitur baru yang memungkinkan pengguna menghapus watermark pada gambar, video, dan musik hasil kreasi AI Gemini.
Korban gempa M7,7 di Nagekeo, NTT bertambah menjadi 38 jiwa. Ribuan warga mengungsi, bandara, pelabuhan, dan fasilitas kesehatan terdampak.
Gempa M7,7 di Flores, NTT, menyebabkan 200 BTS mengalami gangguan di 10 kabupaten/kota. Komdigi bersama operator seluler melakukan pemulihan jaringan.
Menganggur bukan berarti keuangan harus berantakan. Simak 8 cara menghemat pengeluaran agar uang bertahan lebih lama saat belum memiliki pemasukan.