Produksi Perikanan Gunungkidul 7.119 Ton, Lele Jadi Andalan

Yosef Leon
Yosef Leon Rabu, 12 Agustus 2026 18:47 WIB
Produksi Perikanan Gunungkidul 7.119 Ton, Lele Jadi Andalan

ilustrasi hasil panen lele./Harian Jogja-Kiki Luqmanul Hakim

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Produksi perikanan budi daya Gunungkidul telah mencapai 7.119,576 ton hingga semester I 2026. Dari capaian tersebut, ikan lele masih menjadi komoditas utama dengan produksi mencapai lebih dari 6.168 ton.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul, M. Johan Wijayanto mengatakan capaian hingga pertengahan tahun tersebut menunjukkan perkembangan sektor perikanan budi daya di Gunungkidul.

“Produksi perikanan budi daya sampai semester pertama ini sudah mencapai sekitar 7.119 ton. Yang paling dominan masih lele, produksinya mencapai lebih dari 6.168 ton,” kata Johan, Rabu (12/8/2026).

Lele Sumbang 86,6% 

Berdasarkan data DKP Gunungkidul per 30 Juni 2026, produksi lele dumbo tercatat sebanyak 6.168.062 kilogram. Angka tersebut setara sekitar 86,6% dari total produksi perikanan budi daya Gunungkidul.

Komoditas dengan produksi terbesar berikutnya adalah ikan nila sebanyak 493.982 kilogram. Setelah itu terdapat ikan mas 191.508 kilogram, gurame 126.319 kilogram, bawal air tawar 64.086 kilogram, dan tawes 63.986 kilogram.

Sementara itu, produksi udang vaname tercatat sebanyak 11.633 kilogram.

Dengan total produksi 7.119,576 ton, realisasi perikanan budi daya Gunungkidul hingga semester I telah mencapai sekitar 62,3% dari target produksi 2026.

Tahun ini, target produksi perikanan budi daya Gunungkidul ditetapkan sebanyak 11.426 ton.

Target Produksi 11.426 Ton

Johan mengatakan capaian sampai semester pertama masih berpeluang bertambah pada semester II. Aktivitas para pembudidaya di Gunungkidul diharapkan turut mendorong peningkatan produksi hingga akhir tahun.

“Kalau melihat capaian sampai Juni, sudah lebih dari separuh target tahunan. Kami berharap produksi terus meningkat sehingga target 11.426 ton pada tahun ini bisa tercapai,” ujarnya.

Selain budi daya, sektor perikanan tangkap Gunungkidul juga mencatat produksi cukup besar selama semester I 2026.

Produksi perikanan tangkap mencapai 1.929,288 ton, yang terdiri atas 946,324 ton pada triwulan I dan 982,964 ton pada triwulan II.

Tertinggi di DIY

Realisasi perikanan tangkap Gunungkidul tersebut menjadi yang terbesar di DIY pada semester I 2026.

Produksi Gunungkidul tercatat jauh di atas Kulonprogo yang mencapai 1.033,765 ton, Bantul 501,5 ton, Sleman 53,199 ton, dan Kota Jogja 1,153 ton.

Untuk sektor perikanan tangkap, Gunungkidul memiliki target produksi tahunan sebesar 4.261 ton. Dengan realisasi 1.929,288 ton hingga Juni, capaian sementara telah mencapai sekitar 45,3% dari target tersebut.

Johan mengatakan potensi sektor perikanan Gunungkidul masih terbuka untuk dikembangkan, baik melalui kegiatan budi daya maupun perikanan tangkap.

“Potensi perikanan di Gunungkidul cukup besar, baik dari sisi budi daya maupun perikanan tangkap. Kami terus mendorong agar produksi dapat meningkat dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online