Pasar Burung Singosaren Tambah Pasaran Paing, Ini Alasannya
Pasar Burung Singosaren Bantul menambah pasaran Paing sejak September 2026 untuk memberi ruang transaksi lebih banyak bagi pedagang dan penghobi.
ilustrasi hasil panen lele./Harian Jogja-Kiki Luqmanul Hakim
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Produksi perikanan budi daya Gunungkidul telah mencapai 7.119,576 ton hingga semester I 2026. Dari capaian tersebut, ikan lele masih menjadi komoditas utama dengan produksi mencapai lebih dari 6.168 ton.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul, M. Johan Wijayanto mengatakan capaian hingga pertengahan tahun tersebut menunjukkan perkembangan sektor perikanan budi daya di Gunungkidul.
“Produksi perikanan budi daya sampai semester pertama ini sudah mencapai sekitar 7.119 ton. Yang paling dominan masih lele, produksinya mencapai lebih dari 6.168 ton,” kata Johan, Rabu (12/8/2026).
Lele Sumbang 86,6%
Berdasarkan data DKP Gunungkidul per 30 Juni 2026, produksi lele dumbo tercatat sebanyak 6.168.062 kilogram. Angka tersebut setara sekitar 86,6% dari total produksi perikanan budi daya Gunungkidul.
Komoditas dengan produksi terbesar berikutnya adalah ikan nila sebanyak 493.982 kilogram. Setelah itu terdapat ikan mas 191.508 kilogram, gurame 126.319 kilogram, bawal air tawar 64.086 kilogram, dan tawes 63.986 kilogram.
Sementara itu, produksi udang vaname tercatat sebanyak 11.633 kilogram.
Dengan total produksi 7.119,576 ton, realisasi perikanan budi daya Gunungkidul hingga semester I telah mencapai sekitar 62,3% dari target produksi 2026.
Tahun ini, target produksi perikanan budi daya Gunungkidul ditetapkan sebanyak 11.426 ton.
Target Produksi 11.426 Ton
Johan mengatakan capaian sampai semester pertama masih berpeluang bertambah pada semester II. Aktivitas para pembudidaya di Gunungkidul diharapkan turut mendorong peningkatan produksi hingga akhir tahun.
“Kalau melihat capaian sampai Juni, sudah lebih dari separuh target tahunan. Kami berharap produksi terus meningkat sehingga target 11.426 ton pada tahun ini bisa tercapai,” ujarnya.
Selain budi daya, sektor perikanan tangkap Gunungkidul juga mencatat produksi cukup besar selama semester I 2026.
Produksi perikanan tangkap mencapai 1.929,288 ton, yang terdiri atas 946,324 ton pada triwulan I dan 982,964 ton pada triwulan II.
Tertinggi di DIY
Realisasi perikanan tangkap Gunungkidul tersebut menjadi yang terbesar di DIY pada semester I 2026.
Produksi Gunungkidul tercatat jauh di atas Kulonprogo yang mencapai 1.033,765 ton, Bantul 501,5 ton, Sleman 53,199 ton, dan Kota Jogja 1,153 ton.
Untuk sektor perikanan tangkap, Gunungkidul memiliki target produksi tahunan sebesar 4.261 ton. Dengan realisasi 1.929,288 ton hingga Juni, capaian sementara telah mencapai sekitar 45,3% dari target tersebut.
Johan mengatakan potensi sektor perikanan Gunungkidul masih terbuka untuk dikembangkan, baik melalui kegiatan budi daya maupun perikanan tangkap.
“Potensi perikanan di Gunungkidul cukup besar, baik dari sisi budi daya maupun perikanan tangkap. Kami terus mendorong agar produksi dapat meningkat dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasar Burung Singosaren Bantul menambah pasaran Paing sejak September 2026 untuk memberi ruang transaksi lebih banyak bagi pedagang dan penghobi.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 27 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 27 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.