Goa Selarong Bantul Akan Direvitalisasi, Butuh Rp425 Juta
Goa Selarong Bantul akan direvitalisasi dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp425 juta. Dinas Pariwisata mencari dukungan CSR untuk memperbaiki fasilitas.
ilustrasi hasil panen lele./Harian Jogja-Kiki Luqmanul Hakim
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Produksi perikanan budi daya Gunungkidul telah mencapai 7.119,576 ton hingga semester I 2026. Dari capaian tersebut, ikan lele masih menjadi komoditas utama dengan produksi mencapai lebih dari 6.168 ton.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul, M. Johan Wijayanto mengatakan capaian hingga pertengahan tahun tersebut menunjukkan perkembangan sektor perikanan budi daya di Gunungkidul.
“Produksi perikanan budi daya sampai semester pertama ini sudah mencapai sekitar 7.119 ton. Yang paling dominan masih lele, produksinya mencapai lebih dari 6.168 ton,” kata Johan, Rabu (12/8/2026).
Lele Sumbang 86,6%
Berdasarkan data DKP Gunungkidul per 30 Juni 2026, produksi lele dumbo tercatat sebanyak 6.168.062 kilogram. Angka tersebut setara sekitar 86,6% dari total produksi perikanan budi daya Gunungkidul.
Komoditas dengan produksi terbesar berikutnya adalah ikan nila sebanyak 493.982 kilogram. Setelah itu terdapat ikan mas 191.508 kilogram, gurame 126.319 kilogram, bawal air tawar 64.086 kilogram, dan tawes 63.986 kilogram.
Sementara itu, produksi udang vaname tercatat sebanyak 11.633 kilogram.
Dengan total produksi 7.119,576 ton, realisasi perikanan budi daya Gunungkidul hingga semester I telah mencapai sekitar 62,3% dari target produksi 2026.
Tahun ini, target produksi perikanan budi daya Gunungkidul ditetapkan sebanyak 11.426 ton.
Target Produksi 11.426 Ton
Johan mengatakan capaian sampai semester pertama masih berpeluang bertambah pada semester II. Aktivitas para pembudidaya di Gunungkidul diharapkan turut mendorong peningkatan produksi hingga akhir tahun.
“Kalau melihat capaian sampai Juni, sudah lebih dari separuh target tahunan. Kami berharap produksi terus meningkat sehingga target 11.426 ton pada tahun ini bisa tercapai,” ujarnya.
Selain budi daya, sektor perikanan tangkap Gunungkidul juga mencatat produksi cukup besar selama semester I 2026.
Produksi perikanan tangkap mencapai 1.929,288 ton, yang terdiri atas 946,324 ton pada triwulan I dan 982,964 ton pada triwulan II.
Tertinggi di DIY
Realisasi perikanan tangkap Gunungkidul tersebut menjadi yang terbesar di DIY pada semester I 2026.
Produksi Gunungkidul tercatat jauh di atas Kulonprogo yang mencapai 1.033,765 ton, Bantul 501,5 ton, Sleman 53,199 ton, dan Kota Jogja 1,153 ton.
Untuk sektor perikanan tangkap, Gunungkidul memiliki target produksi tahunan sebesar 4.261 ton. Dengan realisasi 1.929,288 ton hingga Juni, capaian sementara telah mencapai sekitar 45,3% dari target tersebut.
Johan mengatakan potensi sektor perikanan Gunungkidul masih terbuka untuk dikembangkan, baik melalui kegiatan budi daya maupun perikanan tangkap.
“Potensi perikanan di Gunungkidul cukup besar, baik dari sisi budi daya maupun perikanan tangkap. Kami terus mendorong agar produksi dapat meningkat dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Goa Selarong Bantul akan direvitalisasi dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp425 juta. Dinas Pariwisata mencari dukungan CSR untuk memperbaiki fasilitas.
Pakar UGM menjelaskan erupsi Gunung Sinabung diduga bertipe freatik yang sulit diprediksi dan dapat terjadi tanpa tanda kegempaan signifikan.
India lolos ke perempat final AVC 2026 setelah unggul rasio poin atas Bahrain. Simak jadwal lengkap perempat final dan hasil fase grup.
Sebanyak 5.236 UMKM Bantul telah memanfaatkan platform digital untuk berjualan. DKUKMPP Bantul terus mendorong digitalisasi dan literasi usaha.
Laut Bercerita tayang serentak di bioskop Indonesia pada 29 Oktober 2026 setelah lebih dulu menjalani world premiere di BIFF 2026.
Nicolo Bulega resmi naik ke MotoGP 2027 bersama VR46 dan akan menjadi rekan setim Fermín Aldeguer dengan Ducati Desmosedici GP.