Stok Air Bersih BPBD Bantul Masih Aman hingga Desember
Stok air bersih BPBD Bantul masih aman hingga Desember. Sebanyak 351 tangki masih tersedia untuk warga terdampak kekeringan.
Foto ilustrasi pedagang sayur di Pasar Tradisional. - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pasar tradisional di Gunungkidul menghadapi tantangan serius di tengah perubahan pola belanja masyarakat. Jumlah pedagang di sejumlah pasar terus berkurang hingga sekitar 30%-40%, salah satunya akibat persaingan dengan perdagangan online dan keberadaan pedagang keliling.
Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Wasana, mengatakan kondisi tersebut hampir terjadi di seluruh pasar tradisional di Bumi Handayani. Keluhan pedagang mengenai sepinya pembeli juga semakin sering disampaikan kepada pemerintah.
“Di masing-masing pasar hampir mengeluhnya sama. Sama seperti di daerah lain mereka juga terdampak dengan platform online,” kata Wasana, Kamis (13/8/2026).
Menurut Wasana, perdagangan daring bukan satu-satunya faktor yang membuat aktivitas pasar tradisional mengalami penurunan. Persoalan lain yang mulai dirasakan adalah minimnya generasi penerus yang bersedia melanjutkan usaha orang tua sebagai pedagang pasar.
Pedagang Pasar Gunungkidul Kehilangan Generasi Penerus
Wasana mengatakan sebagian pedagang yang saat ini berjualan di pasar merupakan generasi lama. Ketika anak-anak mereka tidak berminat meneruskan usaha, jumlah pedagang di pasar secara perlahan ikut berkurang.
“Pedagangnya sendiri tidak ada generasi penerus. Penerus kedua sudah tidak ada yang mau ke pasar. Jadi semakin lama pasar itu akan hilang keramaiannya,” ujarnya.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan pasar tradisional di Gunungkidul. Pasar tidak hanya membutuhkan pembeli, tetapi juga pedagang yang menjaga keberagaman barang dan aktivitas perdagangan di dalamnya.
Selain perdagangan online, pemerintah juga melihat keberadaan pedagang keliling sebagai salah satu faktor yang memengaruhi keramaian pasar.
Pedagang keliling umumnya mengambil barang dari pasar tradisional untuk kemudian menjualnya kembali secara langsung kepada masyarakat di kampung-kampung. Pola tersebut membuat sebagian konsumen tidak perlu datang langsung ke pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pedagang Keliling Mulai Berjualan Sejak Dini Hari
Wasana mengatakan aktivitas pedagang keliling bahkan sudah dimulai sejak dini hari. Mereka biasanya mengambil barang dagangan sekitar pukul 02.00-03.00 WIB dan pada pagi hari sudah berkeliling di kawasan permukiman.
“Jam 06.00 pagi sudah sampai kampung. Sudah punya pelanggan sendiri. Itu sangat berpengaruh dengan perkembangan pasar,” katanya.
Dengan pola tersebut, pedagang keliling dinilai memiliki kedekatan dengan konsumen karena langsung mendatangi kawasan tempat tinggal masyarakat. Kondisi itu menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi pedagang yang mengandalkan transaksi langsung di pasar.
Meski demikian, Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul masih optimistis pasar tradisional dapat bertahan. Pemerintah terus melihat potensi yang masih dapat dikembangkan di masing-masing pasar.
Target Retribusi Pasar Gunungkidul Turun
Di tengah tantangan tersebut, target retribusi pasar Gunungkidul pada 2026 juga mengalami penyesuaian.
Pada awal tahun, pemerintah menargetkan penerimaan retribusi pasar sekitar Rp6,1 miliar. Namun, dalam pengajuan perubahan anggaran, target tersebut diturunkan menjadi sekitar Rp5,2 miliar.
Meski mengalami penurunan dari target awal, angka tersebut masih sedikit lebih tinggi dibandingkan realisasi target tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp5,1 miliar.
“Kami masih melihat potensi di masing-masing pasar. Ada yang bertahan dan ada yang bisa dinaikkan. Tahun kemarin Rp5,1 miliar, tahun ini sekitar Rp5,2 miliar,” kata Wasana.
Retribusi tersebut berasal dari sejumlah sumber pendapatan di lingkungan pasar. Di antaranya retribusi kios, los, pelataran, pasar hewan, MCK hingga parkir.
Pemerintah berharap pasar tradisional tetap memiliki peran dalam aktivitas ekonomi masyarakat Gunungkidul meski pola konsumsi terus berubah.
Wasana mengatakan pemerintah masih akan melihat potensi masing-masing pasar dan berupaya mempertahankan keberadaannya agar tidak semakin kehilangan aktivitas perdagangan.
“Insyaallah kami masih optimistis. Semoga pasar jangan sampai hilang. Walaupun nanti surut, surut, surut, mudah-mudahan tetap ada,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stok air bersih BPBD Bantul masih aman hingga Desember. Sebanyak 351 tangki masih tersedia untuk warga terdampak kekeringan.
Avengers: Doomsday meraih presales US$50 juta atau Rp875 miliar di Amerika Utara. Lebih dari 70% tiketnya untuk format Infinity Vision.
Malaysia menjadi negara terbaik untuk pensiunan 2026 versi Rumavi. Thailand dan Filipina juga masuk 10 besar, Indonesia berada di peringkat ke-58.
Surat suara Pilur Gunungkidul mulai masuk tahap pencetakan setelah 91 calon lurah ditetapkan di 31 kalurahan dengan 120.887 pemilih.
Jack Miller resmi meninggalkan MotoGP dan bergabung dengan Yamaha di WorldSBK 2027 dengan kontrak dua musim.
Astra Half Marathon kembali digelar pada 2026 dengan membawa semangat “Berkarya dan Tumbuh Bersama Indonesia” dalam perjalanan menuju 70 tahun Astra.