Jejak Romusha Pekanbaru Dikenang, Keluarga Korban dari Belanda Datang
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Nama Haedar Nashir mencuri perhatian di Haflah Takharruj Mu’allimin Angkatan 100 Yogyakarta. Ternyata sosok ini adalah santri berprestasi. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Nama Haedar Nashir mendadak menjadi perhatian dalam prosesi Haflah Takharruj Angkatan 100 Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta di Walidah Dahlan Convention Hall UNISA Yogyakarta, Minggu (10/5/2026). Nama tersebut muncul dalam daftar kelulusan 268 santri dan sempat membuat suasana acara penuh kejutan karena identik dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
Ternyata, nama itu bukan merujuk pada Ketua Umum PP Muhammadiyah yang hadir dalam acara, melainkan salah satu santri Mu’allimin berprestasi. Kemunculan “Haedar Nashir muda” itu pun menghadirkan kesan simbolis mengenai regenerasi kader Muhammadiyah di lingkungan pendidikan Mu’allimin Yogyakarta.
Tokoh Nasional Hadiri Haflah Takharruj Mu’allimin
Prosesi kelulusan Angkatan 100 Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta dihadiri sejumlah tokoh nasional dan pimpinan Muhammadiyah. Selain Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, acara tersebut juga dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Fajar Riza Ul Haq.
Turut hadir pula sejumlah tokoh Muhammadiyah seperti Irwan Akib, Agus Taufiqurrahman, hingga Muhammad Sayuti. Kehadiran para pimpinan persyarikatan itu mempertegas posisi Mu’allimin sebagai lembaga kader Muhammadiyah yang selama lebih dari satu abad konsisten melahirkan generasi intelektual dan pemimpin bangsa.
Dalam pidatonya, Haedar Nashir mengingatkan para lulusan agar tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga melanjutkan semangat perjuangan KH Ahmad Dahlan.
“Spirit KH Ahmad Dahlan harus hidup dalam diri alumni Mu’allimin. Jangan hanya menjadi lulusan sekolah, tetapi jadilah kader yang menghadirkan kemajuan bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan,” pesan Haedar Nashir di hadapan ratusan wisudawan dan wali santri.
Ia juga menekankan pentingnya integritas, wawasan global, dan keteguhan nilai keislaman agar alumni Mu’allimin tetap relevan menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang.
44 Siswa Lolos SNBP dan Tembus Kampus Dunia
Direktur Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, Mhd. Lailan Arqam, menyebut Angkatan 100 menjadi salah satu angkatan terbaik yang pernah dimiliki Mu’allimin.
Prestasi akademik para lulusan terlihat dari keberhasilan 44 siswa lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) atau sekitar 41 persen dari total siswa eligible. Selain itu, enam alumni diterima di universitas top 50 dunia yang berada di Kanada, Singapura, Australia, dan Malaysia.
Capaian internasional tersebut semakin lengkap dengan skor IELTS hingga 7,5 serta raihan predikat A (A Star) dalam Cambridge IGCSE Exam. Tidak hanya unggul di bidang akademik, Angkatan 100 juga berhasil mengoleksi 369 trofi juara mulai tingkat kabupaten hingga internasional selama masa pendidikan di Mu’allimin.*
“Capaian ini menjadi bukti bahwa kader Mu’allimin mampu tumbuh sebagai generasi yang unggul dalam ilmu, kuat dalam karakter, dan siap menghadapi tantangan dunia internasional,” ujar Lailan Arqam.
17 Alumni Bersiap Kuliah di Al-Azhar Mesir
Momen menarik lainnya terjadi ketika Haedar Nashir yang merupakan santri Mu’allimin memberikan sambutan mewakili para lulusan. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan harapan agar Muhammadiyah terus mendukung para alumni yang akan melanjutkan pendidikan ke luar negeri, khususnya 17 siswa yang bersiap melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar, Mesir.
Keberangkatan para alumni ke Al-Azhar dipandang sebagai bagian dari penguatan kader ulama intelektual Muhammadiyah di tingkat global. Dukungan beasiswa dan keberlanjutan kaderisasi menjadi harapan besar agar tradisi intelektual Mu’allimin tetap terjaga di masa mendatang. Pertemuan dua sosok bernama Haedar Nashir dalam satu panggung Haflah Takharruj Angkatan 100 pun menjadi simbol estafet perjuangan Muhammadiyah dari generasi senior kepada kader muda penerus persyarikatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Indomobil eMotor hadirkan 4 motor listrik di Jogja. Adora, Tyranno, Sprinto tawarkan fitur modern mulai Rp25 jutaan.