Muhammadiyah Games 2026 Resmi Bergulir, Jadi Ajang Atlet Masa Depan

Sunartono
Sunartono Sabtu, 16 Mei 2026 22:47 WIB
Muhammadiyah Games 2026 Resmi Bergulir, Jadi Ajang Atlet Masa Depan

Muhammadiyah Games 2026 resmi dibuka di UAD, jadi ajang pembinaan atlet dan kompetisi olahraga lintas jenjang pendidikan. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Ajang olahraga perdana bertajuk The 1st Muhammadiyah Games 2026 resmi dimulai di Kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Sabtu (16/5/2026). Kegiatan ini menjadi tonggak baru dalam dunia olahraga di lingkungan persyarikatan Muhammadiyah, dengan harapan tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan atlet nasional sekaligus sarana dakwah yang inklusif berbasis Muhammadiyah Games 2026.

Seiring pembukaan resmi tersebut, berbagai unsur pimpinan Muhammadiyah menegaskan bahwa penyelenggaraan ini memiliki makna historis yang kuat bagi organisasi. Momentum ini dinilai sebagai langkah awal yang menandai masuknya Muhammadiyah secara lebih terstruktur dalam pengembangan ekosistem olahraga nasional melalui Muhammadiyah Games 2026.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Bidang Pendidikan, Kebudayaan, dan Olahraga, Profesor Irwan Akib, menyebut bahwa kehadiran seluruh peserta dan tamu undangan bukan sekadar seremoni pembukaan. Ia menilai peristiwa ini menjadi penanda sejarah baru bagi persyarikatan dalam penyelenggaraan Muhammadiyah Games 2026.

“Kita semua hadir bukan sekedar hadir menghadiri pembukaan Muhammadiyah Games ini, tetapi juga sekaligus menjadi saksi sejarah, bahwa untuk pertama kalinya Muhammadiyah melaksanakan event olahraga yang fenomenal,” ujar Prof. Irwan dalam sambutannya saat membuka acara secara resmi.

Pada edisi perdana Muhammadiyah Games 2026, terdapat enam cabang olahraga yang dipertandingkan, yakni tenis meja, panahan, pencak silat, bulu tangkis, atletik, dan bola voli. Meski masih terbatas, Prof. Irwan optimistis jumlah cabang akan terus bertambah pada penyelenggaraan berikutnya seiring penguatan ekosistem Muhammadiyah Games 2026.

Ia juga menegaskan bahwa Muhammadiyah selama ini telah melahirkan banyak atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional melalui sekolah dan perguruan tinggi di bawah naungan organisasi. Karena itu, Muhammadiyah Games 2026 dirancang sebagai sistem pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

“Event ini nanti tentu akan menjadi bagian penting dari pembibitan kader, pembibitan atlet-atlet Muhammadiyah di masa yang akan datang,” tegas mantan Rektor Unismuh Makassar tersebut.

Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Profesor Muchlas, selaku tuan rumah, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Muhammadiyah Games 2026. Ia menyebut ajang ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Muhammadiyah dalam dunia olahraga nasional.

“Muhammadiyah Kids Games 2026 ini menjadi cikal bakal, tadi sudah disampaikan oleh Pak ketua panitia, menjadi cikal bakal event pertandingan-pertandingan olahraga di lingkungan Perserikatan Muhammadiyah,” ujar Prof. Muchlas.

Ia menambahkan bahwa melalui Muhammadiyah Games 2026, Muhammadiyah ingin menunjukkan kapasitas besar yang dimiliki dalam bidang olahraga. Potensi tersebut diharapkan tidak hanya berdampak internal, tetapi juga mampu menjadi kontribusi nyata bagi pembinaan atlet nasional hingga internasional.

“Kita ingin menunjukkan bahwa Muhammadiyah memiliki resources olahraga yang luar biasa. Dan ini nanti tentu akan memberikan manfaat yang besar, tidak hanya bagi perserikatan, tapi ini bisa menjadi jembatan untuk bisa memasok atlet-atlet internasional, atlet-atlet nasional Indonesia yang berangkat dari resources olahraga yang ada di Perserikatan Muhammadiyah,” ucapnya.

Ketua Panitia The 1st Muhammadiyah Games 2026, Nur Subekti, menyampaikan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi pada gelaran perdana ini. Ia bahkan menyebut skala partisipasi disebut melampaui ajang besar seperti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) maupun Pekan Olahraga Nasional (PON) dalam konteks Muhammadiyah Games 2026. Kegiatan akan digelar hingga 21 Mei 2026 dengan venue di Jogja, Solo dan Purwokerto.

“Peserta Muhammadiyah Game ini luar biasa, bahkan bisa dibilang melampaui Popnas dan mudah-mudahan melampaui PON,” ujar Nur Subekti.

Berdasarkan data panitia, total peserta mencapai 2.305 orang yang tersebar di 20 wilayah Indonesia. Pada kategori kompetisi Muhammadiyah Games 2026, cabang pencak silat menjadi yang paling diminati dengan 690 atlet, disusul bola voli 418 atlet, panahan 364 atlet, atletik 327 atlet, bulu tangkis 120 atlet, serta tenis meja 34 atlet, sehingga total atlet kompetisi mencapai 1.953 orang, sementara cabang festival senam diikuti 352 peserta.

Ajang Muhammadiyah Games 2026 juga dirancang inklusif dengan melibatkan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai 153 siswa SD, 487 siswa SMP/MTs sederajat, 663 siswa SMA/SMK/MA, hingga 649 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Total perolehan medali yang diperebutkan terdiri atas 122 medali emas, 122 medali perak, dan 184 medali perunggu dalam rangkaian kompetisi Muhammadiyah Games 2026 yang masih akan berlangsung pada tahap berikutnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online