Kasus Kebakaran di Bantul Melonjak, Karhutla Mendominasi selama September
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Foto ilustrasi kunjungan ke museum dibuat dengan artiicial intelligence.
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul kembali menggelar program belajar keliling museum bagi pelajar dan komunitas masyarakat sepanjang 2026. Sebanyak 400 peserta akan dilibatkan dalam kegiatan edukasi sejarah dan budaya yang berlangsung mulai April hingga November mendatang.
Program kunjungan museum tersebut digelar rutin setiap bulan dengan lokasi yang bergantian di sejumlah museum di wilayah Bantul. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mendekatkan museum kepada generasi muda dan masyarakat umum.
Kepala Bidang Sejarah, Permuseuman, Bahasa, dan Sastra Dinas Kebudayaan Bantul, Purwanto, mengatakan setiap pelaksanaan kegiatan akan melibatkan peserta dari kelompok yang berbeda.
“Setiap bulan ada. Pesertanya bergantian, museum yang menjadi lokus juga bergantian,” katanya, Sabtu (16/5/2026).
Dalam satu kali kegiatan, peserta dijadwalkan mengunjungi dua museum berbeda dalam sehari. Sasaran program tidak hanya siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, tetapi juga komunitas difabel di Bantul.
Purwanto menjelaskan mekanisme peserta dilakukan secara bergilir karena jumlah sekolah di Bantul cukup banyak. Dinas Kebudayaan membuka pendaftaran sesuai kelompok sasaran yang telah ditentukan sebelumnya.
“SD kan jumlahnya ratusan, jadi kita bergantian. Kadang kami buka untuk SD, nanti SMP, SMA, atau komunitas difabel,” ujarnya.
Peserta nantinya akan berkumpul terlebih dahulu di kantor Dinas Kebudayaan Bantul sebelum diberangkatkan menuju museum tujuan menggunakan transportasi yang disiapkan pemerintah daerah. Selama kegiatan berlangsung, peserta juga akan didampingi petugas dari Dinas Kebudayaan.
Setiap museum yang dikunjungi turut menyediakan narator atau pemandu untuk menjelaskan koleksi, sejarah, hingga nilai budaya yang tersimpan di dalam museum kepada peserta.
Menurut Purwanto, museum tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga ruang pembelajaran budaya yang penting bagi masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan belajar langsung di museum dinilai lebih efektif dibandingkan pembelajaran teori di ruang kelas semata.
Melalui kunjungan tersebut, peserta dapat melihat secara langsung koleksi artefak dan memahami cerita sejarah yang berkaitan dengan perkembangan budaya lokal di Bantul.
Saat ini terdapat 17 museum di Kabupaten Bantul dengan beragam koleksi dan sistem pengelolaan. Sebagian besar museum tersebut dikelola oleh pihak swasta.
“Bantul punya satu museum milik pemerintah daerah, yaitu Museum Padepokan Sumber Karahayon di Pleret,” katanya.
Purwanto menuturkan museum tersebut merupakan hibah dari warga kepada Pemerintah Kabupaten Bantul. Museum itu menyimpan berbagai koleksi yang berkaitan dengan penghayat kepercayaan serta benda-benda milik komunitas penghayat pada masa lampau.
“Baru saja dihibahkan dari warga ke Pemkab, meski sebenarnya berdiri sudah cukup lama ada,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Studi Canva menemukan 98% profesional Indonesia menggunakan AI untuk presentasi, dari mencari ide hingga latihan sebelum tampil.
MK mengabulkan sebagian permohonan uji materi soal informasi kandungan gula, garam dan lemak pada kemasan makanan dan minuman.
DPRD Kulonprogo menyoroti rotasi jabatan di Pemkab dan meminta pejabat baru membuktikan kinerja serta meningkatkan pelayanan masyarakat.
Pelindo menargetkan penataan 17 entitas melalui merger, konsolidasi, divestasi dan likuidasi hingga jumlah entitas menjadi 21
KAI merespons penetapan tersangka masinis Argo Bromo Anggrek dan menindaklanjuti enam rekomendasi keselamatan dari KNKT.