Sleman Kendalikan Hama Tikus di 70 Hektare Sawah Tirtoadi

Newswire
Newswire Senin, 20 Juli 2026 03:17 WIB
Sleman Kendalikan Hama Tikus di 70 Hektare Sawah Tirtoadi

Ilustrasi panen padi - ist/ngawikab.go.id

Harianjogja.com, SLEMAN—Gerakan pengendalian hama tikus digelar secara serentak di Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Minggu (19/7), sebagai langkah menjaga produktivitas lahan pertanian dari ancaman serangan hama. Kegiatan yang menjangkau sekitar 70 hektare areal persawahan itu melibatkan lima kelompok tani dan didukung kolaborasi pemerintah daerah bersama berbagai pemangku kepentingan, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sleman.

Aksi yang dipusatkan di perempatan Padukuhan Gombang tersebut menjadi salah satu upaya lapangan untuk menekan populasi tikus yang selama ini berpotensi menurunkan hasil panen petani di wilayah Tirtoadi.

Pengendalian Dilakukan Serentak di Lahan 70 Hektare

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Liem Astuti, mengatakan gerakan bersama ini menjadi langkah penting dalam mengurangi ancaman hama tikus yang kerap menyerang lahan pertanian masyarakat.

“Gerakan ini dilakukan secara serentak dengan cakupan luas lahan mencapai sekitar 70 hektare. Kami menggunakan metode emposan dan sostik untuk membasmi hama di lubang-lubang persembunyiannya,” kata Liem Astuti.

Pelaksanaan pengendalian melibatkan lima kelompok tani, yakni Kelompok Tani Gombang, Rajek Lor, Rajek Wetan, Rajek Ngemplak, dan Jetis.

Menurut Liem Astuti, keberhasilan kegiatan tersebut juga ditopang sinergi pendanaan serta penyediaan bahan aktif atau obat pembasmi hama yang berasal dari Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman bersama dukungan Pemerintah Kalurahan Tirtoadi.

Libatkan Berbagai Unsur di Lapangan

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB itu dihadiri sejumlah unsur pemerintah dan lembaga terkait. Hadir dalam kesempatan tersebut Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji beserta Muhaimin, Panewu Mlati, Lurah Tirtoadi beserta jajaran pamong, serta petugas lapangan yang terdiri atas PPL, POPT, RPT, dan Babinsa setempat.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan pengendalian organisme pengganggu tanaman sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pertanian di wilayah Sleman.

Baznas Salurkan 75 Paket Sembako

Selain berfokus pada pengendalian hama tikus, kegiatan ini juga dibarengi dengan aksi sosial. Baznas Kabupaten Sleman menyalurkan sebanyak 75 paket sembako kepada petani kurang mampu di wilayah Tirtoadi.

Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap petani yang selama ini berperan menjaga produktivitas sektor pertanian di Kabupaten Sleman.

Liem Astuti berharap gerakan serentak tersebut tidak hanya efektif mengurangi populasi hama tikus, tetapi juga memperkuat kerja sama antarlembaga dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

“Sinergi antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan kepedulian dari lembaga seperti Baznas sangat berarti bagi para petani kita. Harapannya, langkah ini dapat menjaga kestabilan hasil panen di wilayah Tirtoadi,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online