Pemkab Bantul Desak BGN Tutup SPPG Patalan 2, Dua Kali Picu Keracunan MBG
Sebanyak 50 murid dan tiga guru SDN 1 Sumberagung diduga keracunan MBG. SPPG Patalan 2 diminta dievaluasi total.
Petani Bambanglipuro saat menggelar aksi gropyokan tikus secara mandiri, Jumat (23/1/2026) pagi. - Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Ancaman gagal panen akibat serangan hama tikus mendorong petani di Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, bergerak cepat dengan melakukan gropyokan tikus secara mandiri untuk melindungi tanaman padi yang mulai terdampak.
Aksi pengendalian hama tersebut digelar pada Jumat (23/1/2026) pagi oleh Kelompok Tani Mandiri di Dusun Kedon, Desa Sumbermulyo, sebagai respons atas meningkatnya aktivitas tikus yang merusak tanaman padi di area persawahan setempat.
Dalam kegiatan tersebut, para petani menyisir pematang sawah dan melakukan pengendalian dengan metode pengasapan atau emposan, yakni mengalirkan asap beracun ke lubang-lubang tikus yang menjadi sarang hama pengerat tersebut.
Petugas Regu Perlindungan Tanaman (RPT) Bambanglipuro, Suwanto, menjelaskan bahwa gropyokan tikus merupakan langkah pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang harus dilakukan sejak dini agar kerusakan tanaman tidak meluas. Menurutnya, serangan tikus di wilayah tersebut sudah mulai menyasar tanaman padi yang berusia sekitar satu bulan.
“Kalau tidak segera dikendalikan, potensi gagal panen bisa mencapai 30 persen dari total lahan sekitar 33 hektare. Hampir sebulan lebih tikus memakan tanaman padi,” ujarnya.
Keresahan petani Bambanglipuro ini turut mendapat perhatian dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul. Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo, membenarkan adanya laporan serangan hama tikus di sejumlah wilayah pertanian di Bantul, termasuk di Kapanewon Bambanglipuro.
Menurut Joko, serangan hama tikus yang cukup menonjol juga terpantau di Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sleman, sehingga perlu pengawasan dan pengendalian intensif.
“Bersama 34 RPT yang tersebar di Bantul, kami terus menggencarkan pengendalian tikus secara berkala dengan melibatkan petani dan penyuluh pertanian,” kata Joko.
Meski demikian, Joko memastikan bahwa serangan hama tikus di Bambanglipuro masih bersifat lokal dan belum meluas secara masif. Upaya antisipasi seperti gropyokan tikus dinilai penting untuk mencegah meluasnya serangan sekaligus menjaga kepercayaan petani agar tidak ragu menanam padi.
“Serangannya masih di titik-titik kecil dan belum berdampak fatal. Pengendalian sejak awal ini penting supaya petani tetap tenang dan produksi pangan tetap terjaga,” ucapnya.
DKPP Bantul juga mengimbau petani serta penyuluh pertanian agar aktif melaporkan setiap temuan serangan hama tikus di lapangan. Dengan adanya laporan cepat, dinas dapat segera menyalurkan bantuan obat-obatan serta pendampingan teknis melalui program pengendalian OPT, sehingga lahan persawahan di Bantul tidak lebih dulu dikuasai hama tikus dibandingkan petaninya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 50 murid dan tiga guru SDN 1 Sumberagung diduga keracunan MBG. SPPG Patalan 2 diminta dievaluasi total.
Jadwal KA Bandara YIA September 2026 rute Tugu Jogja–YIA PP lengkap dengan tarif tiket reguler, Xpress, dan panduan cara pembelian online
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 11 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Cek jadwal lengkap tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja–Solo September 2026 relasi Stasiun Tugu ke Palur lengkap di 13 stasiun, mulai pukul 05.05 WIB hingga perjalanan malam.
ALVA mencatat distribusi 20.000 unit pada September 2026, dengan pengguna yang telah menempuh lebih dari 78 juta kilometer.