Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Kepompong pohon jati yang kini tengah laris dijual, Rabu (13/12/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Memasuki musim hujan, warga di Padukuhan Karangumuk 1, Kemejing, Semin mulai berburu ungkrung atau kepompong dari pohon johar atau trembesi. Bakalan kupu-kupu ini sangat diminati untuk dikonsumsi dan harganya sekarang tembus Rp100.000 per kilogram.
Aktivitas pencarian kepongpong Johar di ruas jalan alternatif Semin-Karangmojo. Di dekat area ladang ini tumbuh berjejer pohon johar.
Tampak pasangan suami istri Lamiyo dan Lestari berbagi tugas mencari ungkrung. Si suami bertugas naik pohon johar untuk memangkas ranting pohon yang daunnya habis dimakan ulat.
Adapun Lestari bertugas dibawah untuk mengambil ranting-ranting johar yang dipotong Lamiyo menggunakan sabit. Rating yang terjatuh kemudian disisir satu persatu untuk diambil kepongpong dan dimasukan ke plastik yang sudah disediakan.
Lestari mengatakan pencarian ungkrung atau kepongpong sudah dilakukan selama tiga hari terakhir. Adapun lokasi pencarian masih di sekitaran tempat tinggalnya di Padukuhan Karanggumuk 1. “Infonya di wilayah Kapanewon Tepus sudah banyak. Tetapi, saya lebih fokus mencari di sekitaran rumah,” katanya, Rabu (13/12/2023).
Menurut Lestari selama mencari sudah mendapatkan lebih dari satu kilogram ungkrung. Ia juga sudah merasakan hasilnya karena sudah menjual dengan harga Rp100.000 per kilonya. “Kemarin saya jual. Sekarang mencari lagi dan akan dijual lagi. Lumayan untuk nambah uang jajan anak pada saat bersekolah dan mencukupi kebutuhan lain,” katanya.
BACA JUGA: Unik! Ada Kuliner Persilangan Yunani dan Jawa Satu-satunya di Jogja
Proses pencarian kepompong dilakukan setiap awal musim hujan. Namun demikian, ia mengaku selama pandemi tidak mencari karena menghilang. “Sempat tidak musim dan sekarang baru muncul. Setelah ini, nanti gantian mencari kepongpong dari pohon jati,” katanya.
Senada diungkapkan oleh Paryono, pencari kepongpong lainnya di Padukuhan Karanggumuk 1, Kemejing, Semin. Menurut dia, bakalan kupu-kupu ini banyak dicari Masyarakat untuk dikonsumsi. “Saya juga sering beli karena sekeluarga senang mengkonsuminya. Kebetulan ini baru istirahat dari berladang dan disambi mencari ungkrung,” katanya.
Menurut dia, olahan kepongpong termasuk makanan ekstrem. Pasalnya, tidak semua kuat mengkonsumsi karena ada yang mengalami alergi gatal-gatal setelah memakannya. “Kebetulan keluarga kami tidak ada yang alergi dan aman saat mengkonsumsinya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Tiongkok menjadi negara dengan gelar juara umum Asian Games terbanyak. Simak daftar gelar Tiongkok, Jepang, dan posisi terbaik Indonesia.
Peneliti UPN Veteran Yogyakarta mengembangkan model branding kopi berbasis kearifan lokal untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.
Cara mematikan download otomatis WhatsApp di Android dan iPhone agar foto, video, audio, serta dokumen tidak memenuhi memori HP
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui inisiatif keberlanjutan GoZero% kembali menghadirkan aksi lingkungan bersama masyarakat melalui GoZero%
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.