Sumur Warga Mengering, Gading Playen Mulai Dapat Bantuan Air
Warga Gading V, Playen, Gunungkidul mulai kesulitan air bersih karena sumur mengering akibat kemarau panjang.
Kepompong pohon jati yang kini tengah laris dijual, Rabu (13/12/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Memasuki musim hujan, warga di Padukuhan Karangumuk 1, Kemejing, Semin mulai berburu ungkrung atau kepompong dari pohon johar atau trembesi. Bakalan kupu-kupu ini sangat diminati untuk dikonsumsi dan harganya sekarang tembus Rp100.000 per kilogram.
Aktivitas pencarian kepongpong Johar di ruas jalan alternatif Semin-Karangmojo. Di dekat area ladang ini tumbuh berjejer pohon johar.
Tampak pasangan suami istri Lamiyo dan Lestari berbagi tugas mencari ungkrung. Si suami bertugas naik pohon johar untuk memangkas ranting pohon yang daunnya habis dimakan ulat.
Adapun Lestari bertugas dibawah untuk mengambil ranting-ranting johar yang dipotong Lamiyo menggunakan sabit. Rating yang terjatuh kemudian disisir satu persatu untuk diambil kepongpong dan dimasukan ke plastik yang sudah disediakan.
Lestari mengatakan pencarian ungkrung atau kepongpong sudah dilakukan selama tiga hari terakhir. Adapun lokasi pencarian masih di sekitaran tempat tinggalnya di Padukuhan Karanggumuk 1. “Infonya di wilayah Kapanewon Tepus sudah banyak. Tetapi, saya lebih fokus mencari di sekitaran rumah,” katanya, Rabu (13/12/2023).
Menurut Lestari selama mencari sudah mendapatkan lebih dari satu kilogram ungkrung. Ia juga sudah merasakan hasilnya karena sudah menjual dengan harga Rp100.000 per kilonya. “Kemarin saya jual. Sekarang mencari lagi dan akan dijual lagi. Lumayan untuk nambah uang jajan anak pada saat bersekolah dan mencukupi kebutuhan lain,” katanya.
BACA JUGA: Unik! Ada Kuliner Persilangan Yunani dan Jawa Satu-satunya di Jogja
Proses pencarian kepompong dilakukan setiap awal musim hujan. Namun demikian, ia mengaku selama pandemi tidak mencari karena menghilang. “Sempat tidak musim dan sekarang baru muncul. Setelah ini, nanti gantian mencari kepongpong dari pohon jati,” katanya.
Senada diungkapkan oleh Paryono, pencari kepongpong lainnya di Padukuhan Karanggumuk 1, Kemejing, Semin. Menurut dia, bakalan kupu-kupu ini banyak dicari Masyarakat untuk dikonsumsi. “Saya juga sering beli karena sekeluarga senang mengkonsuminya. Kebetulan ini baru istirahat dari berladang dan disambi mencari ungkrung,” katanya.
Menurut dia, olahan kepongpong termasuk makanan ekstrem. Pasalnya, tidak semua kuat mengkonsumsi karena ada yang mengalami alergi gatal-gatal setelah memakannya. “Kebetulan keluarga kami tidak ada yang alergi dan aman saat mengkonsumsinya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Gading V, Playen, Gunungkidul mulai kesulitan air bersih karena sumur mengering akibat kemarau panjang.
Gunungkidul kekurangan guru SD-SMP. Disdik menugaskan guru sekolah swasta dan guru TK untuk membantu memenuhi kebutuhan tenaga pendidik.
KPK menyita Toyota Land Cruiser milik Arif Sugiyanto yang diduga digunakan untuk pengumpulan uang dalam kasus korupsi ATR/BPN.
BNPB mencatat karhutla di kawasan Tanjung Puting mencapai 513,89 hektare. Asap tebal menghambat pemadaman melalui udara di Kalteng.
Simak sinopsis Insidious: Out of the Further, film horor tentang Gemma yang bisa memasuki The Further dan membawa makhluk gaib ke dunia nyata.
Sleman masih kekurangan 83.726 lampu jalan. Anggaran pembangunan APJ direncanakan naik menjadi Rp30,6 miliar pada 2027.