Pelajar Bantul Didorong Bijak Bermedia Sosial dan Produktif

Yosef Leon
Yosef Leon Sabtu, 05 September 2026 22:07 WIB
Pelajar Bantul Didorong Bijak Bermedia Sosial dan Produktif

Gedung DPRD Bantul./JIBI

Harianjogja.com, BANTUL—Pelajar di Bantul didorong tidak hanya menjadi penonton di tengah derasnya arus informasi digital. Kemampuan menggunakan media sosial secara bijak dan produktif dinilai perlu ditanamkan sejak bangku sekolah agar perkembangan teknologi dapat memberikan manfaat lebih luas.

Ketua Komisi A DPRD Bantul, Jumakir, mengatakan kecakapan digital perlu terus diperkuat, terutama bagi pelajar tingkat SMP dan SMA.

Menurutnya, penggunaan media sosial saat ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari pelajar. Karena itu, mereka perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi sekaligus memahami dampak dari aktivitas yang dilakukan di ruang digital.

“Mau tidak mau kita ingin masyarakat kita saat bermedia sosial itu bijak, terutama kalangan pelajar,” kata Jumakir, Sabtu (5/9/2026).

Menurut Jumakir, media sosial tidak semestinya hanya digunakan untuk mencari hiburan atau mengikuti informasi yang sedang ramai. Platform digital juga dapat menjadi ruang bagi pelajar dan masyarakat untuk menunjukkan kreativitas hingga mengembangkan peluang ekonomi.

Kemajuan teknologi memungkinkan seseorang memasarkan produk, membangun jaringan, maupun mengenalkan karya tanpa harus bergantung sepenuhnya pada cara-cara konvensional.

Karena itu, pelajar perlu dipersiapkan agar mampu mengambil peran di ruang digital. Kemampuan membuat konten positif, mengenali informasi yang dapat dipercaya, serta memahami konsekuensi dari setiap unggahan menjadi bagian penting dari kecakapan tersebut.

“Di teknologi ataupun media sosial ini sebenarnya kita mau menjadi penonton atau mau ikut ambil bagian. Usaha di era digital sebenarnya sudah gampang,” ujarnya.

Jumakir melihat masih terdapat program maupun kegiatan pemerintah yang sebenarnya memberikan manfaat kepada masyarakat, tetapi tidak memperoleh perhatian luas karena tidak menjadi perbincangan di media sosial.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa ruang digital memiliki pengaruh besar dalam menentukan informasi apa yang diketahui masyarakat.

Di sisi lain, fenomena tersebut juga menjadi pengingat bahwa kemampuan menggunakan media sosial tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengoperasikan aplikasi. Masyarakat perlu mengetahui bagaimana menyampaikan informasi secara tepat dan menarik tanpa mengabaikan tanggung jawab.

Bagi pelajar, kemampuan tersebut dapat menjadi bekal penting ketika mereka memasuki dunia pendidikan yang lebih tinggi maupun dunia kerja.

Program Kecakapan Digital Sasar Sekolah

Pemkab Bantul melalui perangkat daerah terkait telah menjalankan program kecakapan digital bagi pelajar. Program tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi perkembangan teknologi.

Jumakir mengatakan program tersebut telah menyasar sejumlah sekolah di Bantul. Tahun ini, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bantul menargetkan kegiatan kecakapan digital berlangsung di hampir 20 sekolah.

“Teman-teman Kominfo tahun ini juga punya kegiatan terkait kecakapan di era digital. Targetnya hampir 20 sekolah. Sekarang sudah sekitar enam atau tujuh sekolah,” katanya.

Capaian tersebut menunjukkan program masih berlangsung dan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak sekolah hingga akhir pelaksanaan.

Perluasan edukasi dinilai penting karena tantangan yang dihadapi pelajar di ruang digital terus berkembang. Selain memperoleh informasi dengan cepat, mereka juga berhadapan dengan berbagai jenis konten yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan maupun usia pengguna.

Pemahaman mengenai penggunaan media sosial secara bijak dapat membantu pelajar mengambil keputusan sebelum menerima, membuat, maupun membagikan sebuah informasi.

Pada saat yang sama, kecakapan digital juga dapat diarahkan pada sisi produktif. Pelajar dapat dikenalkan dengan pemanfaatan teknologi untuk mengembangkan kreativitas, membangun portofolio, mengenalkan karya, hingga memahami peluang ekonomi yang tersedia di dunia digital.

Dengan demikian, pendidikan kecakapan digital tidak hanya berorientasi pada pencegahan dampak negatif media sosial. Program tersebut juga dapat menjadi sarana untuk membangun generasi muda yang mampu memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk menghasilkan sesuatu.

Jumakir berharap program kecakapan digital terus diperluas sehingga semakin banyak pelajar di Bantul mendapatkan pemahaman mengenai penggunaan media sosial secara aman, bijak, dan produktif.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki peran penting untuk memastikan perkembangan teknologi berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Bagi pelajar, kemampuan tersebut menjadi semakin penting karena ruang digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Tantangannya bukan lagi sekadar apakah mereka mampu menggunakan teknologi, melainkan bagaimana teknologi tersebut dimanfaatkan untuk hal yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online